Alasan Boku no Hero Academia Setara Dengan One Piece dan Naruto

Saat muncul pada akhir tahun 90an, judul manga seperti Naruto, One Piece, dan Dragon Ball menjadi salah satu serial anime yang mampu menarik hati fans di seluruh dunia. Bahkan, persaingan Naruto dan One Piece dari segi penjualan manga menjadi salah satu hal yang menarik diobrolin di dunia nyata maupun internet.

Ketika hanya One Piece yang saat ini masih on-going dan menjadi serial terfavorit, kemunculan manga baru seperti Boku no Hero Academia dianggap menjadi pesaing paling pas saat ini. Apa yang membuat Hero Aca ini sangat spesial dan menjadi pesaing One Piece dan Naruto? Ini dia ulasannya.

KISAH MIDORIYA MULAI DARI NOL

Midoriya kecil bermimpi jadi pahlawan © Kohei Horikoshi/SHUEISHA Inc/Boku no Hero Academia Production Committee

Ketika sebagian populasi manusia di dunia memiliki quirk (bakat/kekuatan), Midoriya lahir dengan tidak memiliki itu. Meski begitu, dia berharap bisa menjadi pahlawan dan bersekolah di SMA U.A. yang terkenal. Ketika bertemu dengan pahlawan terkuat sekaligus idolanya yaitu All Might, takdir Midoriya berubah.

Dengan mewarisi kekuatan All Might, Midoriya akhirnya bersekolah di SMA U.A. Namun, di dunia ini tidak hanya diisi oleh para pahlawan, tapi juga penjahat. Midoriya dan teman-temannya harus berpacu dengan waktu untuk mencegah para penjahat menyelesaikan misi kejamnya yaitu menghabisi All Might.

Sama kayak kebanyakan manga bergenre shonen, Hero Aca mengisahkan tokoh utama yang memulai perjuangan dari nol. Namun, kisah khas shonen yang ditunjukin Hero Aca ini beda sama manga shonen lainnya. Beberapa karakter dalam Hero Aca memiliki latar belakang masing-masing, sehingga nggak ada plot hole yang tersisa.

TERINSPIRASI DARI KOMIK AMERIKA

Manga karya Kohei Horikoshi ini awalnya hanya kisah one-shot yang terbit di Akamaru Jump tahun 2008. Karya ini kemudian dikembangkan karena banyak sambutan positif dari para pembaca. Enam tahun kemudian, tepatnya tahun 2014, Hero Aca akhirnya terbit di majalah mingguan Shonen Jump.

Salah satu keunikan Hero Aca disbanding serial lainnya adalah style-nya yang terinspirasi dari komik Amerika. Contohnya ada pada kostum All Might. Selain itu, kisah komik ini juga mendobrak tradisi lama manga shonen di mana tokoh utamanya udah punya kekuatan sejak awal.

PERSAINGAN MIDORIYA & BAKUGO

Midoriya vs Bakugo © Kohei Horikoshi/SHUEISHA Inc/Boku no Hero Academia Production Committee

Jika Naruto punya rival Sasuke, maka di Hero Aca ada Midoriya dan Bakugo. Mereka berdua adalah teman masa kecil. Karena Midoriya tidak punya kekuatan, Bakugo selalu mengganggunya dan menganggap kalau nggak pantas bersaing dengannya.

Ketika Midoriya mulai menunjukkan kekuatannya, Bakugo merasa dibohongi oleh Midoriya. Dia menganggap Midoriya menyembunyikan kekuatannya. Ketika Midoriya mulai berkembang, Bakugo merasa ketinggalan dari temannya yang dulu dia anggap penghalang karena nggak punya kekuatan.

Meski rivalitas sering ditunjukkan dalam manga shonen, Kohei Horikoshi mengambil pendekatan berbeda terhadap hal ini. Karakter dalam diri Bakugo yang ternyata memiliki kelemahan, serta ditunjukkan pula latar belakang yang memicu rivalitas kedua tokoh ini. Konflik antara kedua karakter inilah yang menjadikan Hero Aca menarik dinantikan, selain pertarungan melawan penjahat.

PENJAHAT YANG KUAT

Shigaraki vs Stain © Kohei Horikoshi/SHUEISHA Inc/Boku no Hero Academia Production Committee

Dalam setiap manga shonen, tentu butuh tokoh antagonis. Kalau menganggap penjahat di Hero Aca adalah penjahat murahan, kamu salah. Setiap penjahat dalam Hero Aca memiliki kekuatan yang sama hebatnya para pahlawan. Bahkan, beberapa penjahat memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada para pahlawan.

Keunikan lainnya adalah para penjahat ini juga dibimbing oleh guru, sama halnya dengan para pahlawan muda di SMA U.A. Para penjahat ini mengincar All Might yang dianggap simbol perdamaian. Misi mereka adalah menciptakan dunia tanpa All Might.

PERTARUNGAN YANG NGGAK BIKIN BOSEN

All For One vs All Might © Kohei Horikoshi/SHUEISHA Inc/Boku no Hero Academia Production Committee

Sebagai manga bergenre action, Hero Aca nyuguhin pertarungan yang menarik. Mulai dari pertarungan sesama siswa SMA U.A. hingga pertarungan melawan penjahat. Ini adalah hal biasa dalam manga shonen.

Namun, Hero Aca nggak nyuguhin pertarungan yang biasa lho. Para karakter yang terlibat dalam pertarungan ternyata nggak melulu harus menggunakan kekuatannya aja. Mereka juga menggunakan taktik yang cocok dengan lawan yang dihadapi. Bahkan, dalam beberapa momen para pahlawan harus terpaksa menggunakan kekuatan yang berlebihan karena lawannya sagat kuat.

Studio Bones yang dikenal dalam menggarap anime seperti Fullmetal Alchemist, Soul Eater, Space Dandy, dan Mob Psycho 100 menyuguhkan animasi pertarungan yang sangat memanjakan mata. Nggak heran kalau beberapa scene pertarungan dalam Hero Aca terlihat nyata.

PACE-NYA NGGAK LAMBAT

Dalam satu episode anime paling tidak butuh 2-3 bab dalam manga-nya. Setelah time-skip, satu episode One Piece meng-cover hanya 1 atau 1,5 bab dalam manga-nya. Ini yang membuat jumlah episode One Piece panjang. Hal ini dikarenakan One Piece tayang setiap minggu. Belum lagi ditambah flashback dan juga episode filler. Hal yang serupa terjadi dengan Naruto.

Karena Hero Aca nggak tayang setiap minggu, tapi tiap musim, membuat serial ini beda dengan keduanya. Ketika pertama tayang pada 2016 lalu, paling tidak tiap tahun adaptasi Hero Aca selalu muncul. Di musim pertama tayang sebanyak 13 episode, sementara musim kedua dan ketiga tayang sebanyak 25 episode.

Itu dia beberapa hal yang menjadi alasan Boku no Hero Academia menjadi pesaing Naruto dan One Piece. Tahun lalu penjualan komik Hero Aca berada di posisi kedua dengan 6 juta kopi lebih. Meski jumlahnya jauh di bawah One Piece di posisi pertama dengan 8 juta kopi lebih, paling nggak ini jadi penanda kalau Hero Aca memiliki fans yang banyak.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

2 Comments

  1. Sebelumnya maaf, tapi apa yang kamu sampaikan tidak relevant. Salah satu alasannya terlihat dari berapa yang mau coment di sini. Saya akui, Naruto & One Piece bukan termasuk anime yang bagus menurutku, bahkan sepopuler apapun 2 anime itu, mengesampingkan fakta bahwa saya mengikuti seluruh cerita keduanya dari awal sampe akhir/sekarang (Naruto/One Piece), untuk Boruto ane dah ngga ngikuti (soalnya yg bikin design chara nya dah beda orang, tapi kedua anime itu tidak membuat saya tertarik untuk mencari tau lebih banyak, begitu juga untuk sekedar menonton anime. Membaca manga nya saja sudah lebih dari cukup buatku, ngga ada hype buat nonton anime nya segala. Apalagi untuk anime atau manga atau apapun itu yg berhubungan dengan My Hero Academia, bah, cukup sekedar tau nama anime nya saja, saya liat thumbail youtube chara2 di My Hero Academia udah illfeel. Bagiku My Hero Academia sudah gagal membuatku tertarik, apalagi pake acara disetarakan dengan Naruto & One Piece, ngga banget bro, sorry. Saya lebih mending nunggu manga One Puch Man yg liris nya sebulan sekali dari pada nonton My Hero Academia.

    Reply
    • Jangan gitu bro, setiap orang punya pemikiran sendir,lo jangan asal nilai kalo cuma sekedar tau sampul doang.
      And kalo bagi guesih ke3 anime tempat tetsendiri di hati gue,punya kesan dan +- masing”,ya itu ajasih,untuk artikel good min nice lanjutkan

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>