Fullmetal Alchemist Punya 2 Anime? Nonton yang Mana Ya?

Kisah perjalanan Elric bersaudara untuk mengembalikan tubuh mereka udah pernah diadaptasi ke dua anime yang berbeda. Enaknya nonton yang mana ya?

Awal Desember mendatang, penikmat anime di Jepang bakal disuguhkan versi liveaction dari Fullmetal Alchemist. Sejak teaser dan trailer-nya dirilis, banyak anggapan kalau Fullmetal Alchemist bakal suskes. Soalnya, nggak banyak adaptasi anime ke liveaction yang berhasil. Bahkan, tim produksi sampai jauh-jauh ke Italia yang beberapa bangunan maupun landmark­-nya mirip yang ada di anime.

Sebelum nonton filmnya, ada baiknya nonton dulu versi anime-nya. Jadi, nggak bakal bingung. Meskipun cerita di live-action bakal lebih singkat, tapi pasti ada beberapa adegan dalam anime yang bakal hadir di versi live-action. Masalahnya, Fullmetal Alchemist ini punya 2 serial animeFullmetal Alchemist (2003) dan Fullmetal Alchemist: Brotherhood . Lalu, sebaiknya nonton yang mana?

FULLMETAL ALCHEMIST PERTAMA NGGAK SAMA DENGAN MANGA

Fullmetal Alchemist mengisahkan Edward dan Alphonse Elric yang hidup bahagia dengan kedua orangtuanya. Kesibukan sang ayah, Van Hohenheim, dengan pekerjaannya sebagai alchemist, membuat Ed dan Al harus tinggal bersama ibu mereka, Trisha Elric. Karena lelah mengurus rumah sendirian, sang ibu jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Meski masih kecil, Ed dan Al sudah mewarisi bakat ayahnya sebagai alchemist. Mereka mencoba menghidupkan kembali sang ibu. Namun, usaha mereka gagal. Tubuh Al dan kaki kiri Ed diambil sebagai “tumbal” karena transmutasi manusia adalah hal yang tabu dalam alchemist. Akhirnya, Ed memindahkan roh Al ke dalam baju zirah dengan bayaran tangan kanannya. Demi mengembalikan tubuh mereka seperti semula, Ed dan Al harus mencari  Philosopher’s Stone.

Awalnya, plot cerita anime pertama Fullmetal Alchemist mengadaptasi 7 volume pertama dalam manga-nya. Namun, plotnya kemudian berubah saat pertengahan cerita saat Ed dan Al bertemu dengan gurunya, Hoheinheim. Guru dari guru mereka, Dante, sebagai karakter antagonis utama, muncul dalam anime pertama. Beberapa abad lalu, Hoheinheim dan Dante membuat metode yang sempurna untuk membuat Philosopher’s Stone, dan mereka mendapatkan keabadian semu dengan cara mentransfer jiwa dan pikiran mereka kepada tubuh lain saat mereka tua.

Hohenheim pada akhirnya merasa bersalah karena mengorbankan banyak nyawa untuk membuat Batu tersebut dan meninggalkan Dante. Meskipun Dante masih bisa pindah dari tubuh satu ke tubuh lain dengan sisa batu yang ia dan Hohenheim buat, ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membuat batu tersebut. Ia menggunakan homunculi untuk memaksa Ed dan Al, dan beberapa alchemist yang sama-sama putus asa, untuk membuat Philosopher’s Stone yang utuh untuk dirinya.

Fullmetal Alchemist memiliki 51 episode dan memiliki 1 film sekuel “Fullmetal Alchemist: Conqueror of Shamballa”. Film ini mengisahkan Ed yang berusaha kembali ke dunianya setelah hidup hampir 2 tahun di dunia paralel. Sementara, Al melakukan usaha apapun agar bisa bertemu lagi dengan sang kakak.

FULLMETAL ALCHEMIST: BROTHERHOOD BENER-BENER NGIKUTIN MANGA

Plot cerita yang disajikan dalam Fullmetal Alchemist: Brotherhood kurang lebih sama dengan yang pertama, yaitu Ed dan Al yang mencari Philosopher’s Stone untuk mengembalikan tubuh mereka seperti semula akibat ritual alchemist terlarang demi menghidupkan kembali ibu mereka yang telah meninggal.

Bedanya, kisah dalam manganya yang berjumlah 27 volume diadaptasi penuh karena sudah tamat, nggak seperti yang pertama ketika manganya masih on-going. Jumlah episodenya pun lebih banyak daripada yang pertama,64 episode. Fullmetal Alchemist Brotherhood juga punya 1 film. Namun, bukan sekuel seperti anime pertamanya. Film berjudul “Fullmetal Alchemist: The Sacred Star of Milos” ini mengisahkan Ed dan Al menangkap penjahat di negara lain.

SEBAIKNYA NONTON YANG MANA?

Well, ini sih tergantung pilihan kamu. Mau pilih salah satu atau dua-duanya. Namun, nggak ada salahnya buat nonton yang pertama. Alasannya, kamu bisa tahu gimana petualangan Ed dan Al yang nggak ada di manganya. Buat kamu yang strict banget sama alur manganya, abaikan aja yang pertama dan tonton Fullmetal Alchemist: Brotherhood.

Dari segi animasi, tentu Fullmetal Alchemist: Brotherhood lebih unggul. Alasannya, perkembangan animasi tiap tahunnya membuat segi animasi Fullmetal Alchemist: Brotherhood bisa dibilang lebih bagus, selain itu dirilis dalam format BluRay, sehingga akan memanjakan mata bagi penonton. Sementara, Fullmetal Alchemist pertama hanya dirilis dalam format DVD.

Written by
playing Football Manager during off time.

Is the Story Interesting?

12 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.