Inilah Perbedaan Shingeki no Kyojin Versi Manga dan Anime

Shingeki no Kyojin adalah salah satu serial anime populer karena ceritanya beda sama serial kebanyakan. Baik manga maupun anime-nya menuai sukses sejak pertama kali rilis. Para fans semakin dibuat penasaran dengan kebenaran apa yang ada di balik serangan para Titan.

Kalau JoyFriends adalah salah satu yang menantikan serial anime-nya, tentu akan membaca manga-nya lebih dulu. Namun, tahukah kamu kalau terdapat sejumlah perbedaan dari manga yang diadaptasi ke anime-nya? Meski tidak mengubah jalan cerita, tetap saja menarik untuk mengetahui apa aja perbedaan itu. Dilansir CBR, inilah perbedaan Shingeki no Kyojin versi manga dan anime

PERAN SASHA LEBIH TERLIHAT

Ketika musim pertama, Sasha diperkenalkan sebagai gadis penyuka kentang. Kemunculan Sasha di musim pertama ini juga mampu menarik hati para fans. Meski begitu, dalam versi manga Sasha tidak begitu menonjol. Bahkan, cerita musim kedua dalam versi manga, Sasha tidak dimunculkan.

Namun, kepopuleran Sasha di mata fans membuat para staf anime akhirnya menghadirkan Sasha di musim keduanya. Dalam sebuah interview, editor Isayama-sensei mengungkapkan bahwa Sasha hampir terbunuh di manga Volume 9 yang membuatnya tidak muncul dalam arc Clash of Titans.

TERTAWA ANNIE LEBIH SERAM

Salah satu momen yang masih diingat di musim pertama adalah ketika Annie tertawa saat rahasianya sebagai Titan Wanita terbongkar. Adegan ini sebenarnya udah direncanakan oleh Hajime Isayama, tapi dia memilih untuk tidak menggunakannya. Di manga, tertawa Annie tidak seseram di anime. Isayama-sensei menyesali keputusannya karena tidak menggunakan adegan ini. Sebagai gantinya, dia meminta staf anime untuk membuat tertawa Annie lebih seram.

LATIHAN PASUKAN KADET

Salah satu perbedaan besar antara versi manga dan anime adalah alur ceritanya. Di versi manga, Eren, Mikasa, dan Armin yang masih kecil lolos dari Titan yang menyerang desa mereka. Namun, tiba-tiba mereka lulus dari Pasukan Kadet ke-104. Kemudian, kisahnya flashback saat mereka di pelatihan.

Sementara, di versi anime cerita mereka bertiga mengambil alur lurus. Tidak ada flashback dan disuguhkan lebih detail. Meski perbedaan ini nggak berpengaruh banyak, paling tidak bagi mereka yang nggak baca manga-nya akan lebih mengerti dengan alur lurus yang disajikan di anime.

EREN SELALU KALAH MELAWAN ANNIE

Di anime, Eren menang melawan Annie. Setelah kalah, Annie pun mengkristal. Meski begitu, di manga tidaklah demikian. Annie unggul dalam pertarungan melawan Eren. Annie akhirnya dikalahkan oleh Mikasa beserta Pasukan Penyelidik. Annie kemudian mengkristal karena kalah, tapi kekalahannya bukan karena Eren seperti di anime-nya.

KEPRIBADIAN EREN, MIKASA, ARMIN

Dari awal serial ini hadir, trio Eren, Mikasa, Armin selalu hadir. Namun, terdapat perbedaan kepribadian mereka dalam versi manga dan anime. Di manga, Mikasa lebih sering bersosialisasi dengan karakter lainnya. Armin sikapnya kurang begitu patuh. Sementara, Eren lebih sering curhat ke Armin soal kebebasan dibanding membunuh Titan.

Di anime-nya, Eren lebih emosian, Mikasa terobsesi dengan Eren, dan Armin terlalu patuh. Hal ini sempat mendapat kritik dari pembaca manga-nya. Namun, seiring jalannya cerita, kepribadian trio ini semakin dewasa.

AMUKAN EREN

Perbedaan ini hanya ada di anime ketika Eren akhirnya unggul dalam pertarungan melawan Titan Wanita. Kunci kemenangan Eren adalah ketika dia masuk Berserk Mode.

Karena adegan ini nggak ada di manga, hal ini membuat para pembaca manga-nya tidak suka. Di manga, amukan Eren malah membuatnya merusak tubuhnya sendiri. Karena itulah, para pembaca manga pun dibuat heran karena Eren jadi kuat karena dia marah di anime-nya.

ADEGAN ARMIN YANG DIPOTONG

Ada beberapa adegan di mana Armin nggak muncul di anime. Namun, Armin diganti dengan karakter lain. Di episode terakhir musim pertama misalnya, ketika Mikasa menarik Eren dari wujud Titannya. Di manga, Armin-lah yang melakukannya.

Sama seperti sebelumnya, perubahan ini tentu mendapat kritik dari pembaca manga-nya. Di anime lebih menekankan hubungan Eren dan Mikasa dengan mengorbankan hubungan persahabatan Eren dan Armin.

HAL YANG RELIGIUS

Di anime diperlihatkan pendeta yang berkhotbah di depan umum tentang kesucian dinding. Mereka ditunjukkan begitu religius. Namun, hal religius semacam ini tidak ada di manga. Di anime sepertinya terdapat penambahan adegan yang membuat serangan Titan menjadi lebih epik.

KEMATIAN CARLA JAEGER

Sebagian berpikir bahwa adaptasi anime akan lebih keren. Namun, adegan ibu Eren yaitu Carla dimakan Titan lebih sadis dalam versi manga. Di anime, Titan mematahkan kaki Carla sebelum melahapnya. Namun, adegan ini tertutup oleh tangan Titan yang besar. Di versi manga, kematian ibu Eren ditunjukkan lebih sadis. Titan meremukkan tubuh Carla dan diperlihatkan kaki Carla dimakan, lalu jasadnya ditelan.

MASA LALU YMIR

Masa lalu Ymir agak membingungkan bagi yang nggak baca manga-nya. Kita nggak tahu masyarakat di luar dinding seperti apa. Apakah orang dihukum menjadi Titan adalah tradisi masyarakat di luar dinding. Meski nggak dijelasin secara rinci dari mana asal Ymir, dalam anime masa lalu Ymir diceritakan lebih dulu. Di versi manga, masa lalu Ymir disajikan dengan singkat.

Itu dia sejumlah perbedaan Shingeki no Kyojin di versi anime maupun manga. Setiap adaptasi anime tentu ada sejumlah perbedaan kecil hingga besar. Asalkan perbedaan ini nggak mengubah jalan cerita, rasanya sah-sah saja. Kalau kamu juga menemukan perbedaan versi manga dan anime serial ini, silakan kasih komentar di bawah.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>