Love, Chunibyo & Other Delusions! Take on Me – Review : Pembuktian Cinta Yuuta

User Rating: 8.5

Hai Joyfriends! Kali ini kita bakal bahas film terbaru dari Kyoto Animation Studio yang baru masuk ke Indonesia, Love, Chunibyo & Other Delusions! Take on Me atau Eiga Chuunibyou demo Koi ga Shitai! Take On Me. Di dalam film ini kita akan kembali berpetualang dengan Rikka dan Yuuta bersama kawan – kawan berkeliling Jepang. Film ini sebenarnya sudah release di Jepang January 6, 2018 lalu dan sudah licensed oleh Sentai Filmworks untuk distribusinya di Amerika Utara. Di Indonesia film ini didistribusikan oleh Feat Pictures dan kamu dapat menontonnya mulai tanggal 23 Mei 2018 di Bioskop Cinemaxx atau CGV.

Chuunibyou Itu Apa Sih?

Joyfriends pasti ada yang nggak paham sama istilah yang satu ini. Jadi, chuunibyou itu artinya secara harfiah adalah singkatan dari Chuugakkou Nigakki no Byouki atau Penyakit Kelas Dua SMP. Sebutan Chuuni atau Chuunibyou  ini seringkali menggambarkan seseorang yang sering berdelusional atau mempunyai dunia tersendiri tanpa disertai dengan batasan terutama batasan social dan interpersonal yang biasa muncul sekitar kelas dua SMP. Seringkali seorang Chuuni tidak mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain sehingga menggunakan “kekuatan”-nya ini sebagai cara coping up with reality.

via GIPHY

Sekuel dari Serial Anime Sebelumnya

Jika sebelumnya kamu udah nonton serial anime “Chuunibyou demo Koi ga Shitai! (2011)” sebagai season pertama dan “Chuunibyou demo Koi ga Shitai! Ren (2014)” sebagai season kedua, nah film ini mengambil latar belakang setelah Season 2 selesai.

Tepatnya di Liburan Musim Semi ketika Yuuta ”ex-Dark Flame Master” Togashi (CV: Jun Fukuyama), Rikka “Tyrant Eyes” Takanashi (CV: Maaya Uchida), dan Shinka “Mori Summer” Nibutani (CV: Chinatsu Akasaki) sudah naik menjadi kelas 3 SMA. Sedangkan Dekomori Sanae (CV: Sumire Uesaka) sekarang menjadi kelas 2, dan Kumin “Cumin” Tsuyuri-senpai (Azumi Asakura) sudah lulus dan sedang menghadapi test masuk Perguruan Tinggi.

Cerita dibuka dengan kakak Rikka, Touka Takanashi (CV: Eri Sendai) untuk pindah ke Italia dan mengajak adiknya untuk tinggal bersama di sana. Keputusan ini diperkuat oleh Chuunibyou Rikka yang belum “sembuh”, dimana pertimbangannya adalah “penyakit” ini akan mengganggu Rikka untuk masuk Perguruan Tinggi di Jepang. Rikka sebenarnya tidak setuju dan ingin tinggal di Jepang saja tapi susah mengungkapkan hal tersebut dengan biasa.

Bersama Yuuta, satu-satunya orang “biasa” yang dapat memahami Rikka, mereka akhirnya melarikan diri sebagai jawaban. Keputusan ini tidak mudah karena mereka akan menjadi buronan keluarga dan teman. Ini menjadi awal petualangan yang mendebarkan dan mengharukan, di mana rasa cinta, keluarga dan persahabatan dipertaruhkan.

Directing dan Screenwriting yang Menawan

Dengan Director Tatsuya Ishihara yang sebelumnya pernah menyutradarai serial AirClannad, dan Hibike! Euphonium ,Love, Chunibyo & Other Delusions! Take on Me berada di tangan yang tepat melalui pemilihan Screenwriter Jukki Hanada. Sebuah nama yang nggak asing karena pria yang pernah bekerja di judul K-On!!, Kyoukai no Kanata, dan Tamako Love Story ini adalah veteran yang menggawangi serial anime televisinya selama dua seasons. Meski demikian film ini bisa dengan akrab merangkul dua tipe penonton, baik yang ngikutin serialnya atau orang yang belum pernah menyaksikan serial sama sekali.

Kyoto Animation memang terkenal dengan penulisan skenario dan animasi yang sangat fluid. Jadi mata kamu bakal dimanjakan dengan animasi sakuga tingkat tinggi dan cerita yang dapat membuat kamu diaduk – aduk perasaannya. Bersama dengan Matsuda, Akito sebagai sound director, ZAQ juga menghasilkan lagu yang catchy dan cute juga mendukung keindahan film ini.

Summary
Feature length animated movie ini sangat worthed buat kamu fans serial “Chuunibyou demo Koi ga Shitai!”. Sementara buat kamu yang belum pernah tau serialnya dan pengen nonton, jangan khawatir! Plot dan skenario yang rapi bikin kamu nggak bakal kebingungan dengan cerita dan character-nya.
Good
  • Melihat Rikka sedikit menjadi dewasa itu memuaskan
  • Berjalan – jalan di Jepang terasa menyenangkan
  • Animasi yang fluid
  • Screenwriting brilliant dari Hanada Jukki
  • Plot yang tidak terbuang dan efisien
Bad
  • Tidak banyak perubahan plot yang terjadi setelah movie berakhir
  • Tidak ada indikasi bakal ada Season 3 atau movie selanjutnya dari Kyoto Animation
8.5
Great
Written by
Watch Anime Weekly | Play Game Routinely | "Omae wa mo Shindeiru" Kenshiro - Serial Tinju Bintang Utara

Is the Story Interesting?

4 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>