Pokemon: Idola Generasi 90an yang Tak Pernah Menua

Franchise Pokemon masih bertahan kuat bahkan hingga hari ini. Pertama kali muncul sebagai judul game untuk konsol Gameboy pada 1996, sementara serial animasinya menyusul satu tahun kemudian. Serial animasi Pokemon sendiri pernah tayang di Indonesia sekitar tahun 2000an, pertama oleh stasiun televisi SCTV, dan kemudian dilanjutkan oleh Indosiar. Baik game maupun animasinya masih berlanjut hingga saat ini, membuat Pokemon menjadi salah satu ikon pop culture Jepang yang abadi.

Petualangan Tanpa Akhir

Anime Pokemon menceritakan tentang seorang anak bernama Ash Ketchum (atau Satoshi, dalam nama Jepangnya) yang berpetualang ke seluruh penjuru dunia untuk mengumpulkan berbagai macam Pocket Monster, dan menjadi Pokemon Trainer terbaik. Selama perjalanannya Ash bertemu dengan Misty (Kasumi), dan Brock (Takeshi) yang kemudian berpetualang bersama.

Agak berbeda dengan cerita di animenya, dalam game, player dapat memilih jenis kelamin karakter, dan memberi nama sendiri. Akan tetapi persamaan ada pada karakter antagonis, yaitu Team Rocket, dan karakter rival, yang bisa kalian beri nama sendiri.

Hingga saat ini, seri animasi Pokemon telah melalui sekitar 19 season, dan juga memproduksi 21 film anime. Belum ada keterangan pasti kapan seri animasi Pokemon akan selesai. Topik ini telah mengundang berbagai teori, dan diantaranya berasal dari penulis naskah 3 season animenya, Takeshi Shudo sendiri. Ia membayangkan bahwa seri Pokemon akan berakhir ketika Ash sudah memasuki usia tua.

The Video Game

Pokemon dibuat oleh Satoshi Tajiri, bersama dengan tim developer bernama Game Freak. Terinspirasi dari kegemaran anak-anak di Jepang yang menangkap dan mengumpulkan kumbang, Pokemon menjadi permainan turn-based RPG dengan inti permainan untuk mengumpulkan dan melatih 151 spesies Pokemon, dan menjadi trainer terhebat. Banyaknya variasi Pokemon, menjadikan seri ini memiliki banyak penggemar.

Pertama kali rilis pada 1996, Pokemon Red dan Pokemon Blue.  Kedua game ini tidak memiliki perbedaan signifikan terkait jalan cerita serta mekanis gameplay nya, mungkin Joyfrinds bingung, tapi alasan dirilisnya dua edisi yang berbeda ini adalah agar para pemain dapat bertukar pokemon dengan player lain. Ada pokemon yang khusus untuk edisi red sendiri, serta blue sendiri, sehingga mendorong pemain untuk saling bertukar pokemon lewat sistem gameboy Nintendo.

Jaman dulu mindahin transfer datanya masih pake kabel, Joyfriends!

Nah, rilisan dua edisi yang berbeda ini kemudian menjadi tradisi, bahkan hingga seri game terbarunya saat ini, yaitu Pokemon Sun & Pokemon Moon (2016-2017) dan Pokemon Let’s Go Pikachu! & Pokemon Let’s Go Eeve! yang akan rilis november nanti.

Apa Kabar Pokemon Go?

Pada awal rilisnya tahun 2018 kemarin, Pokemon GO tidak hanya memunculkan hype pada penggemarnya saja, melainkan juga ke kalangan lain yang hanya mengetahui nama Pokemon, bahkan ke kalangan yang tidak pernah mendengar nama Pokemon sama sekali. (sampai dibikin lagu anak-anak lho!)

Niantic masih mengembangkan game Pokemon Go hingga sekarang, walau trennya sudah lewat. Sekarang, para pemain dapat melakukan trading atau saling tukar Pokemon, sesuai game originalnya. Selain itu, fitur raid battle yang ditunggu-tunggu para pemain sejak dimunculkan di trailer promosinya, akhirnya dapat dimainkan. Dengan fitur ini, pemain dapat bekerja sama untuk mengalahkan Pokemon langka.

Pokemon-pokemon yang baru juga telah ditambahkan kedalam roster, yaitu pokemon-pokemon yang berasal dari generasi 3 dan yang akan datang, generasi 4.

Nama-nama Pokemon legendary seperti Rayquaza, Groudon, Kyogre, maupun Latios bisa kalian temukan dalam Pokemon Go, begitu pula dengan Pokemon legendary dari generasi 4, akan tetapi untuk generasi 4, baru akan dirilis dalam kurun waktu tahun 2018 ini.

Groudon, Rayquaza, dan Kyogre

Latios

Sementara itu, Niantic sendiri sekarang sedang mengembangkan teknologi augmented reality (AR) dengan kode nama Niantic Occlusion. Dilansir dari situs theverge.com, Niantic Occlusion ini dapat memberikan impresi AR yang lebih nyata daripada teknologi AR sebelumnya.

Sementara, dengan teknologi Niantic Occlision akan terlihat seperti ini.

CEO Niantic, John Harke, mengatakan bahwa teknologi ini masih dalam tahap eksperimental, akan tetapi kita bisa mengharapkan bahwa teknologi ini akan diterapkan ke game Pokemon, maupun proyek game selanjutnya oleh Niantic.

 

Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>