Studio Xebec Akhirnya Mengalami Kebangkrutan

Kabar mengejutkan datang dari industri anime Jepang. Studio animasi Xebec yang dikenal memopulerkan anime seperti To-LOVE-Ru, Shaman King, hingga Let’s & Go mengalami kebangkrutan setelah 24 tahun berkarya. Kabar ini diumumkan di awal April tahun ini, beberapa saat setelah dijual ke studio Sunrise pada November 2018 lalu.

Dilansir Animation Business Journal, kabar kebangkrutan Xebec diumumkan langsung oleh perusahaan induk dari Xebec yaitu IG Port. Xebec akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019 mendatang. Tim produksi yang tidak dijual ke Sunrise akan digabung dengan perusahaan IG Port yang lain. Meski begitu, Production I.G. akan tetap memiliki aset yang ditinggalkan Xebec. Sementara itu, hak cipta dari Xebec akan dialihkan ke IG port.

MENGGARAP ANIME SEJAK TAHUN 90AN

Bakusou Kyoudai Let’s & Go!! adalah salah satu anime legendaris buatan Xebec

Xebec bukanlah nama baru di industri anime. Studio ini berdiri pada 1 Mei 1995 dan sudah memiliki beberapa judul anime yang populer di era 90an. Xebec dikenal sebagai salah satu studio yang mampu menghasilkan efek suara yang khas dan dianggap mirip dengan efek suara dari Sunrise dan juga studio animasi lainnya.

Studio Xebec memulai perjalanannya di industri anime dengan judul Bakuretsu Hunter, dilanjutkan Kidou Senkai Nadesico. Namun, karya Xebec yang paling dikenang adalah Bakusou Kyoudai Let’s & Go!!, yang memopulerkan mini 4WD alias tamiya di era 90an. Belum puas dengan mini 4WD, Xebec pun memopulerkan permainan yoyo dalam anime berjudul Super Yo-Yo.

Memasuki tahun 2000an, Xebec mencoba merambah anime bergenre mecha dalam Zoids: Chaotic Century. Di era ini pula, Xebec dikenal karena menggarap Shaman King, meski menuai kritik karena saat itu manga-nya masih on-going. Di era ini pula anime berbagai genre pun digarap oleh Xebec, salah satunya To-LOVE-Ru.

Era 2010 ke atas, Xebec menggarap anime bergenre card game dalam Future Card Buddyfight. Studio ini kembali menggarap bergenre mecha lewat Full Metal Panic! Invisible Victory. Soukyuu no Fafner: The Beyond menjadi karya terakhir Xebec. Namun, setelah mengalami kebangkrutan, produksi anime diserahkan ke Production I.G.

MEMILIKI DIVISI STUDIO

Soukyuu no Fafner: The Beyond menjadi korban karena bangkrutnya Xebec

Tahun 2003, Xebec membentuk divisi XEBEC M2. Studio ini fokus dalam membantu proses produksi anime dari Xebec maupun studio lain, seperti OLM saat menggarap Pokémon: Destiny Deoxys. XEBEC M2 juga menghasilkan 3 serial anime yaitu Petopeto-san, ZOMBIE LOAN, dan Hitohira. Sayangnya, XEBEC M2 bangkrut pada tahun 2010.

Setelah bangkrutnya XEBEC M2, pada tahun 2010 dibentuklah Studio XEBECzwei. Studio ini punya kewenangan dalam membuat key animation dan 2nd key animation untuk Xebec dan juga studio animasi lainnya. Soukyuu no Fafner: Exodus pada 2015 adalah salah satu karya yang digarap sendiri oleh XEBECzwei.

Sayangnya, pada 12 Januari 2019 lalu, tim coloring department XEBEC dipindahkan ke Signal.MD. Akibatnya, proses produksi XEBECzwei dipindahkan ke Production I.G dan berganti nama menjadi IGzwei, yang nantinya akan menggarap Soukyuu no Fafner: The Beyond.

PROSES PRODUKSI DIPINDAHKAN KE SUNRISE

Pada awal Maret lalu, Sunrise mengumumkan anak perusahaan baru bernama Sunrise Beyond. Perusahaan ini akan fokus pada screen content hingga wewenang dalam hak cipta. Dilansir ANN, Sunrise Beyond dibentuk untuk menerima proses produksi dari Xebec. IG Port yang menjadi induk dari Xebec sudah setuju dan sudah melakukan tandatangan perjanjian pada 11 Maret lalu. Proses pemindahan produksi baru akan dimulai pada 1 April.

IG Port mengatakan sumber utama bisnis dari Xebec, yaitu produksi animasi dan beberapa karya lain telah mengalami kerugian dalam waktu yang lama. Mereka juga menambahkan bahwa pendapatan dari bisnis tersebut juga tidak bisa menutupi kerugian yang sudah dialami.

Dalam kondisi ini, Xebec melakukan segala macam cara untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Misalnya, menerima kontrak produksi serial anime jangka panjang, meninjau struktur manajemen, hingga memindahkan kantor pusatnya. Sayangnya, semua usaha itu tidak mampu membuat keuangan mereka membaik hingga akhirnya IG Port memutuskan untuk memindahkan seluruh proses produksi ke Sunrise.

BUKAN STUDIO PERTAMA YANG BANGKRUT

Mushi Production adalah studio anime pertama di Jepang yang mengalami kebangkrutan

Xebec bukanlah studio anime pertama yang mengalami kerugian hingga akhirnya bangkrut. Studio anime pertama yang mengalami kebangkrutan adalah Mushi Production. Studio ini didirikan oleh mangaka legendaris Jepang, Tezuka Osamu, yang menggarap anime karyanya sendiri yaitu Astro Boy, Kimba the White Lion, dan Princess Knight. Studio ini mengalami kebangkrutan pada tahun 1973 setelah ditinggal Tezuka, yang mendirikan studio baru, Tezuka Production.

Pasca bangkrutnya Mushi Production, mantan karyawannya mendirikan studio Group TAC. Studio yang dipimpin oleh Tashiro Atsumi ini menggarap anime seperti Gilgamesh dan Black Blood Brothers. Nggak cuma menggarap anime, studio ini juga mengerjakan iklan dan juga film layar lebar. Pasca meninggalnya Tashiro pada 2010 lalu, studio ini bangkrut dan menjual asetnya. Namun, studio Diomedéa yang memisahkan diri dari Group TAC pada 2005, masih eksis hingga sekarang.

Studio Ghibli mungkin tidak akan ada tanpa studio Topcraft. Studio Topcraft didirikan pada 1971 oleh mantan produser Toei Animation, Hara Toru. Studio ini dikenal karena menggarap Nausicaä of the Valley of the Wind karya Hayao Miyazaki. Setahun setelah film ini dirilis, Topcraft malah mengalami kebangkrutan. Studio ini kemudian dibeli Hayao Miyazaki bersama Takahata Isao. Studio Topcraft pun berganti nama menjadi Studio Ghibli, yang masih eksis hingga sekarang.

Yang terakhir adalah Production IMS yang dinyatakan bangkrut oleh pengadilan pada 21 September 2018. Hutang studio ini mencapai 250 juta yen. Studio yang didirikan pada 2013 ini, menggarap anime seperti Date A Live II, Takunomi, Masou Gakuen HxH, Haifuri, Active Raid, dan Inari Kon Kon.

Sangat disayangkan jika mendengar kabar bangkrutnya studio animasi. Kemunculan studio anime yang bervariasi membuat persaingan dunia anime sangat ketat. Jika tidak mampu bersaing, bukan tidak mungkin satu demi satu studio terancam ditutup karena masalah finansial dikarenakan produksi anime memakan biaya yang tidak sedikit.

Written by
Short hair worshipper.

Is the Story Interesting?

0 0

1 Comment

  1. Yahh aku nunggu banget kelanjutan anime full metal panic season 5 klo studio nya bangkrut nanti bakal ada yg ngrlanjutin ngga yaa buat anime full mrtal panic :((

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>