Yuru Camp – Review: Cute Girls Doing Cute Camping Things

User Rating: 8.7
Anime paling "cozy" musim ini. Udah nonton belum? (doc. C-Station)

Ada sebuah frase di dalam komunitas anime, yaitu “cute girls doing cute things”, di mana ini menggambarkan sekelompok cewek-cewek anime yang moe melakukan hal-hal menggemaskan dan lucu seperti K-ON, Love Live. Nah, Yuru Camp termasuk ke dalam kategori ini, di mana karakter utama, Rin dan kawan-kawannya mencari spot paling tepat untuk berkemah dan menikmati pemandangan sekitar Gunung Fuji. Memulai debutnya pada 4 Januari 2018, anime ini langsung menarik banyak perhatian orang dikarenakan ceritanya simple dan karakter-karakternya kawaii.

Semua bermula dari POV (point of view) Rin Shima, seorang gadis pendiam yang ingin berkemah di Motosuko, yang berhadapan dengan Gunung Fuji. Rin adalah gadis yang suka menyendiri, terlihat dari episode pertama bahwa dia menyukai kesunyian di mana dia bisa menikmati buku yang dibacanya dan menikmati dunianya sendiri. Rin juga sangat berpengalaman dalam berkemah, terlihat dari mulai kelengkapan alat yang ia bawa serta survival skill-nya yang tinggi.

Rin merasa dia udah ada di surga saat sampai di Motosuko, tapi semua berubah saat dia bertemu dengan Nadeshiko, gadis yang sangat genki dan penuh semangat. Rin bertemu Nadeshiko di toilet publik dekat dengan situs perkemahannya. Nadeshiko sendiri berdiam di situ karena dia tersesat saat ingin menuju rumahnya yang baru. Merasa kasihan terhadap Nadeshiko, Rin mengajaknya untuk ikut dia ke tendanya di mana ia memberikan ramen kepada Nadeshiko dan membantu menelfon kakaknya, Sakura untuk menjemputnya.

Keesokan harinya, Nadeshiko mengetahui bahwa di sekolahnya ada Outdoors Activity Club di mana kegiatannya adalah berkemah. Di sana ia bertemu dengan Aoi dan Chiaki, dua anggota dari klub tersebut. Aoi dan Chiaki pun mengajak Nadeshiko untuk belajar mendirikan tenda namun mereka gagal. Lalu mereka bertemu dengan Ena, yang kebetulan adalah temannya Rin. Nadeshiko pun akhirnya tahu bahwa Rin ada di satu sekolah dengannya. Mulai dari sinilah, petualangan seru mereka dimulai.

Nadeshiko bertemu lagi dengan Rin di sekolah. (doc. Crunchyroll)

Kuat di atmosfer ceritanya

Dari segi cerita, Yuru Camp nggak memiliki suatu hal yang spektakuler. Ini bukan anime yang penuh dengan action ataupun cerita yang dalam. Namun yang spesial dari anime ini adalah atmosfer yang dirasakan saat menontonnya. Mulai dari episode pertama hingga akhir, kita akan langsung menikmati perjalanan Nadeshiko, Rin dan kawan-kawan di mana mereka memperlihatkan passion mereka terhadap berkemah dan pertemanan mereka yang semakin bermakna. Jalan ceritanya pas, alurnya simple dan semua orang, awam maupun yang sudah paham anime bisa mengikutinya dengan gampang.

anime ini nggak hanya menyenangkan untuk ditonton, tapi juga sangat informatif. Setiap Nadeshiko dan kawan-kawan sedang bersiap-siap untuk berkemah, ada seorang narator yang menambahkan voice-over yang memberikan informasi mengenai tips-tips untuk berkemah, barang apa aja yang diperlukan, makanan apa aja yang gampang untuk dimasak di api unggun dan lain-lain. Hal-hal seperti inilah yang bisa membuat sebuah anime unik. Cara penyampaiannya pun sangat kreatif dengan animasi dan gambar-gambar yang lucu.

Sesi infografis yang kawaii. (doc. Crunchyroll)

Perkembangan karakter nggak merata

Nggak terlalu banyak yang bisa dikritisi mengenai anime ini, tapi menurut saya sesuatu yang bisa diperbaiki adalah segi character development. Di antara lima karakter utama, yang mendapatkan development paling besar adalah Rin, dikarenakan berubahnya sikap dia yang dulunya pendiam menjadi gadis yang suka bersosialisasi. Dari episode pertama, kita mengetahui bahwa Rin suka menyendiri. Namun setelah 12 episode, kita melihat dia mulai lebih terbuka kepada yang lain, apalagi kepada Nadeshiko yang dulu sempat membuatnya merasa terganggu.

Selain Rin, karakter yang lain udah masuk ke dalam cerita dengan karakteristik yang terbuka dan menyenangkan. Dari situ, kepribadian mereka nggak terlalu mengalami perubahaan, yang mungkin bisa kita lihat jika anime ini akan ada season 2 nya.

Walaupun artstyle karakter-karakter dalam anime ini nggak se-eksotis Violet Evergarden, tapi harus diakui bahwa para animator yang mengerjakan background & scenery di sini sudah membuktikan diri mereka sendiri. Detail, realisme, dan akurasi sudah menjadi satu paket yang membuat anime unyu ini standout dengan persembahan scenery yang megah.

It’s worth for you!

Yuru Camp sudah berhasil membuktikan dirinya di musim ini. Anime ini memiliki daya tariknya sendiri dengan temanya dan juga kehangatan dalam ceritanya. Walaupun hanya berdurasi sebanyak 12 episode, kita dapat menikmati perjalanan Nadeshiko dan teman-temannya berkemah di daerah sekitar Gunung Fuji dan merasakan betapa senangnya berkemah, menikmati pemandangan alam dan yang paling utama adalah pertemanan.

Camping perdana Aoi, Nadeshiko dan Chiaki. (doc. Crunchyroll)

Ya, anime ini memiliki beberapa kekurangan di bagian character development namun itu nggak terlalu terasa kalau kamu nonton sendiri. Faktor moe & kawaii para karakternya akan membuat kamu doki-doki. Plus background scenery dalam anime ini bisa saya bilang spektakuler, karena detailnya sangat bagus dan membuatnya sangat menawan. Intinya, kalian harus nonton anime ini karena dijamin bakal bikin kalian all warm and fuzzy inside. 

Summary
Meskipun perkembangan karakternya nggak merata, tapi anime ini bener-bener memiliki cerita yang sayang banget kamu lewatkan. Apalagi kita bakal melihat gimana cewek-cewek moe bener-bener sukses ber-camping ria bersama teman-teman. Ah ya, pesan moral di anime Yuru Camp ini juga bagus banget. Baik buat kamu tiru.
Good
  • Background Scenery detil dan realistik
  • Cerita yang punya daya tarik sendiri
  • Informatif
Bad
  • Kurang mantap di bagian character development
8.7
Great

Is the Story Interesting?

4 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.