Yuk Jelajahi Asakusa, Serpihan Menakjubkan dari Tokyo

Asakusa adalah muka tua dari Tokyo, tapi karena itulah dia terlihat menakjubkan | Foto : Japanitry

Tokyo seperti kita ketahui, adalah salah satu kota terbesar di dunia. Namun, harus disadari juga ia bukanlah satu kota metropolitan yang utuh. Kota ini lebih merupakan kompilasi dari kota-kota kecil, yang masing-masing memiliki karakter dan ciri khas nan unik.

Berangkat dari hal itu, tidaklah berlebihan jika kita mengistimewakan distrik Asakusa. Daerah ini merupakan wilayah yang popularitasnya cukup tinggi di kalangan pelancong. Berbagai atraksi menarik bisa dijumpai di sana. Mau tahu seperti apa menariknya? Yuk, kita kupas satu per satu;

Berkeliling dengan Becak

Coba deh kamu sekali-kali nyoba naik becak di sini, beda banget! | Foto: mylittleadventure.com

Asakusa adalah distrik yang futuristik. Namun, jangan terkejut bila kita menjumpai becak di sana. Becaknya pun bukan sembarang becak, karena yang bakal kita jumpai adalah kendaraan yang benar-benar berasal dari masa lampau, yang seutuhnya digerakkan oleh tenaga manusia.

Dengan becak, kita akan disuguhi perjalanan menyusuri lorong-lorong, yang mungkin terlihat acak-acakan, namun mampu memberikan pengalaman menakjubkan tersendiri.

Melongok Kuil Tertua di Tokyo

Salah satu kuil tertua di Jepang ini adalah destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan. | Foto : Japan Italy Bridge

Terlihat futuristik dari luar, jika kita tembus permukaannya sedikit saja, kita akan menyadari bahwa Asakusa adalah bagian dari kota tua. Ini tentu hal yang amat menarik, ketika modernitas dibungkus oleh rasa tradisional. Kuil Senso-ji, misalnya, secara teknis merupakan kuil tertua di kota ini. Kuil ini dibangun pada tahun 645 Masehi.

Kuil ini telah melewati masa renovasi beberapa kali. Namun, amat terlihat bahwa orang Jepang selalu berusaha keras untuk setia pada prinsip-prinsip arsitektur dan desain aslinya setiap kali mereka merenovasi sesuatu. Jadi, kita seolah akan melihat kuil Senso-ji yang asli dan memikat, walau sebenarnya udah nggak benar-benar asli.

Indahnya Kerajinan Asakusa

Di museum ini kamu bakal serasa masuk musim waktu! | Foto : odigo.jp

Becak dan kuil bukanlah satu-satunya peninggalan masa lalu yang akan kita temukan di Asakusa. Museum yang sangat bagus di distrik ini akan membantu kita mengumpulkan gambaran tentang apa yang dialami Asakusa selama periode Edo Jepang, dan bahkan sebelumnya, di mana kita akan dhadapkan pada pengalaman tentang seni, masakan, budaya dan sebagainya yang memikat.

Museum Kerajinan Tradisional Edo Shitamachi, misalnya, tidak hanya memamerkan kerajinan tangan yang populer pada zaman Edo, namun juga menjadi ajang bagi masyarakat modern yang masih mempraktikkan seni ini untuk menampilkan keahlian dan menjual produk mereka.

Museum Amuse, di sisi lain, berfokus pada seni pertunjukan dari masa lalu dan masa kini, dan bahkan merupakan rumah bagi sebuah teater, Ukiyo-e, yang terbiasa menyoroti seni dramatis dan dibuat dengan gaya “woodprint”. Indah dan memesona.

Menikmati Tempura

Kalau yang ini pasti buat kamu jadi ngiler, JoyFriends! | Foto : The Spruce

Sulit untuk mengatakan dari mana asal Tempura. Bagaimanapun, kelezatan gorengan ala Jepang ini baru dimulai setelah pedagang asing mulai tiba di negeri Sakura, setelah pelabuhannya dibuka dari isolasi pada pertengahan abad ke-16. Dalam beberapa hal, Tempura bisa dikatakan sebagai bentuk makanan tradisonal yang paling awal dan terus berinovasi hingga kini.

Secara kualitas, tak diragukan tempura di Asakusa benar-benar mengesankan. Untuk pengalaman yang lebih santai, kita bisa makan siang sebentar di Tentake, dan dapatkan kenangan tak terlupakan.

Melihat Kilauan Tokyo dari Tokyo Sky Tree

Pemandangan kota seindah ini hanya bisa disaksikan dari Tokyo Sky Tree | Foto : tripadvisor.com

Setelah berpetualang di ‘masa lalu’, kita bisa beralih ke Asakusa yang modern dan futuristik. Jika ada satu struktur yang mewujudkan estetika lebih banyak daripada yang lain di distrik ini, itu tak lain adalah Tokyo Sky Tree. Asyiknya, tempat ini berjarak hanya beberapa menit dengan berjalan kaki dari landmark Asakusa, Senso-ji Candi.

Tulisan ini dibuat oleh Anton Ryadie, seorang penyuka kopi dan penjelajah budaya. Karya tulisannya yang lain bisa kamu baca di blog pribadinya.

Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>