Jobdesk-nya Seiyuu Yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Pekerjaan menjadi seiyuu di Jepang menjadi salah satu impian para anak muda yang nge-fans sama anime maupun video game. Namun, menjadi seorang seiyuu nggak mudah lho. Soalnya, mereka ini nggak cuma ngisi karakter di satu anime aja. Bahkan, beberapa seiyuu mengisi 2 karakter atau lebih, seperti Masako Nozawa yang di usia 82 tahun mampu mengisi 5 karakter sekaligus dalam serial Dragon Ball Super yaitu Son Goku, Son Gohan, Son Goten, Bardock, dan Goku Black. Setelah sebelumnya dibahas soal sejarah perkembangan seiyuu, kali ini bakal dibahas jobdesk-nya seiyuu.

MENGISI SUARA KARAKTER ANIME

Ini adalah jobdesk yang paling sering dilakukan para seiyuu. Seorang seiyuu harus mengisi atau memerankan bermacam-macam karakter dari berbagai umur maupun jenis kelamin. Misalnya bayi, anak-anak, laki-laki, perempuan, orang lanjut usia, hingga suara hewan dan mesin.

Seiyuu cewek pada umumnya memiliki suara yang lebih fleksibel. Jadi selain berperan karakter cewek, mereka juga sering dipercaya untuk memerankan karakter cowok usia anak-anak hingga remaja. Sebaliknya, suara seiyuu cowok yang cenderung berat membuat mereka hanya kebagian suara karakter cowok aja.

Proses pengisian suara anime disebut afureko (after recording). Dialog direkam sambil melihat percakapan karakter di layar. Namun, ada juga seiyuu yang harus merekam suara di depan layar kosong atau gambar sketsa dari anime yang sedang diproduksi. Proses ini disebut puresuko (pre-scoring).

[TRIVIA] Script dialog yang seiyuu baca adalah script tanpa ekspresi. Para seiyuu sendirilah yang mewujudkan ekspresi pada script tersebut. Hal ini dilakukan agar karakter lebih hidup dan menyesuaikan nada bicaranya.

DUBBING KE BAHASA JEPANG

Selain serial anime, seiyuu juga berperan dalam dubbing drama luar, film, kartun, berita, dan dokumenter. Proses voice-over dalam dubbing harus dilakukan dengan timing yang tepat dengan apa yang diucapkan.

Dalam proses voice-over, suara bahasa asli akan direndahkan, sehingga membuat suara dubber lebih jelas. Dalam kasus lain, bahkan tidak ada suara yang boleh masuk kecuali background music dan efek suara. Proses voice-over ini biasanya hadir dalam berita Bahasa Jepang yang narasumbernya diwawancara tidak menggunakan berbahasa Jepang.

Selain berita, ada juga proses dubbing film maupun drama seri dari luar Jepang. Proses dubbing ini disebut atereko (ateru recording, ateru berarti menempelkan). Seiyuu menyesuaikan dialog mengikuti gerak bibir aktor di layar. Dilansir Seiyu Grand Prix, proses dubbing untuk film berdurasi 2 jam biasanya membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam.

MENGISI SUARA KARAKTER VIDEO GAME

Berbeda sama anime dan dubbing, suara karakter dalam video game sering direkam terpisah dan berurutan sesuai jalannya game. Hal ini dikarenakan para seiyuu mengisi suaranya sendiri tanpa lawan berdialog.

Biasanya, seiyuu menggunakan script khusus bagian dirinya saja. Kemudian dalam proses akhir, suara dari para seiyuu disatukan menjadi satu kesatuan utuh. Karena hal inilah, banyak seiyuu yang tidak pernah ketemu satu sama lain selama proses produksi video game berlangsung.

[TRIVIA] Kepopuleran seiyuu menjadi pertimbangan perusahaan video game menempatkan seiyuu di karakter tertentu. Namun, ada pula biaya yang perlu didiskusikan kalau seiyuu ingin berperan dalam karakter tertentu.

PERTUNJUKAN BONEKA DAN KIGURUMI

Dalam pertunjukan boneka maupun drama yang dimainkan aktor berkostum (kigurumi), dialog diucapkan seiyuu dari belakang layar. Suara untuk kigurumi dan suit actor biasanya udah direkam sebelumnya. Bila tiba giliran berbicara, aktor yang berada di dalam kostum menekan tombol untuk memutar rekaman suara yang udah dibuat sebelumnya.

Dalam pertunjukan boneka, seiyuu perlu menyesuaikan suara dengan gerakan. Karena boneka nggak punya ekspresi, seiyuu perlu berdiskusi dengan penulis cerita soal ekspresi yang disampaikan dengan nada suara.

RADIO DRAMA & CD DRAMA

Kehadiran radio drama maupun CD drama membuat seiyuu memiliki kebebasan karena nggak harus mencocokkan dengan mulut aktor atau karakter anime. Hal yang diperlukan dalam radio drama dan CD drama adalah kemampuan seiyuu memainkan emosi dan ekspresi lewat nada bicara.

Jika dramanya berasal dari serial anime, maka suara dari karakter tersebut yang digunakan. Hal ini biasanya kemudian dikemas dalam bentuk CD drama. Drama original maupun drama yang diadaptasi dari karya sastra yang muncul di radio biasanya jarang memakai jasa seiyuu anime atau seiyuu muda. Staf radio akan melakukan audisi dan karakter akan dipilih langsung oleh staf produksi.

MENJADI NARATOR DI RADIO & TV

Seiyuu biasanya juga menjadi narator di iklan atau program di radio dan TV, serta press release sebuah media yang mebutuhkan voice actor untuk membaca deskripsi. Meskipun  pekerjaan menjadi narator ini jauh dari keahlian para seiyuu, jarang ada aktor atau penyiar radio yang dipilih.

Biaya narator ini disesuaikan dengan popularitas seiyuu. Biasanya, para seiyuu veteran yang dipilih menjadi narator karena suara mereka sangat cocok. Sebelum menjadi narator, para seiyuu harus mengirim sample rekaman. Dari sample ini akan menjadi pertimbangan para staf radio atau TV untuk memilih seiyuu menjadi narator.

MENJADI PENYANYI

Beberapa seiyuu juga terjun ke dunia tarik suara. Mereka merilis single, album, atau lagu cover, dan mengadakan konser. Fenomena ini muncul karena ada seiyuu yang mengisi opening atau ending serial anime yang mereka perankan.

Karena berlatar sebagai seiyuu, gaya menyanyi mereka pun sangat beda dengan penyanyi profesional. Meski begitu, ketika menyanyi para seiyuu ini tidak menonjolkan suara dari karakter anime, kecuali dalam rilisan character CD.

Selain itu, seiyuu yang banting setir jadi penyanyi biasanya nggak terlalu dikekang oleh perusahaan rekaman layaknya seorang penyanyi profesional. Para seiyuu ini dibolehkan rekaman di beberapa label lain dengan menggunakan nama karakter anime yang mereka perankan.

PENGHASILAN SEIYUU

Bayaran seiyuu ditentukan berdasarkan senioritas. Sewaktu mengisi karakter anime, bayaran akan dihitung dalam satuan 30 menit. Dilansir Seiyu Grand Prix, anime dengan durasi 30 menit biasanya memakan waktu rekaman sekitar 3 hingga 4 jam. Saat menjadi narator, bayaran dihitung dalam satuan 10 menit. Sementara, satuan waktu untuk iklan televisi lebih pendek, yaitu antara 15 detik dan 30 detik.

Meski gajinya nggak disebutin secara pasti, seiyuu selalu menjadi pekerjaan impian di Jepang. Bagi mereka yang baru di dunia seiyuu, mereka akan tetap diapresiasi. Apalagi jika mereka mampu mengisi di beberapa judul anime.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>