Sejarah Harajuku Dan Pengaruhnya Bagi Industri Fashion Jepang

Harus diakui kalau Jepang dikenal karena tren pop culture-nya yang mendunia. Salah satunya adalah tren fashion bernama harajuku style. Tren berpakaian anak muda yang tersebar di jalanan ini emang bikin penasaran. Nggak cuma turis mancanegara aja, tapi juga penduduk asli Jepang aja tertarik dengan style ini.

Harajuku style ini berasal dari kata Harajuku, sebuah distrik di Shibuya. Kota Shibuya emang terkenal dengan tren fashionnya yang beragam. Kota ini juga selalu penuh dengan turis mancanegara maupun warga Jepang asli yang ingin berbelanja tren fashion terkini atau hanya sekadar melihat-lihat. Seperti apa sih sejarah harajuku style ini? Kenapa style ini begitu terkenal?

DIMULAI SETELAH PERANG DUNIA

salah satu landmark di Harajuku yaitu Harajuku Station tahun 1924. (doc. RAILWAY MUSEUM/JapanTimes)

Dilansir dari japino, budaya harajuku khas anak muda ini dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia. Saat itu, pasukan Sekutu mempekerjakan penduduk Jepang sebagai syarat menyerahnya Jepang kepada mereka. Anak-anak muda Jepang saat itu mengalami culture shock karena perbedaan budaya Barat dan Timur.

Perbedaan budaya ini juga merambah ke dunia fashion. Para fashion designer Jepang dan muridnya kemudian menganggap diri meraka sebagai Suku Harajuku. Anak-anak muda pun terpengaruh dengan budaya Barat yang dibawa Tentara Sekutu dan mempelajarinya. Suku Harajuku ini pun dikenal publik ketika Olimpiade Tokyo 1964 di mana banyak kontingen dari berbagai negara membanjiri toko fashion di Jepang yang udah dipengaruhi budaya Barat.

PENGARUH HARAJUKU DI ERA MODERN

Omotesando Hills. salah satu spot belanja favorit

Saat ini, distrik Harajuku menjadi pusat fashion bagi anak muda di Jepang. Selain itu, distrik Harajuku  juga menjadi pusat fashion dunia lho, Joyfriends! Omotesando, salah satu jalan utama di distrik ini bahkan mulai dibandingkan dengan pusat fashion Champs-Elysees di Paris. Takeshita Street juga menjadi salah satu titik kumpul bagi anak muda yang berpakaian ala harajuku style setiap hari Minggu.

Pengaruh harajuku pun dirasakan oleh fashion designer dan juga mereka yang berpakaian ala harajuku di Shibuya. Mereka harus up-to-date terhadap style terkini. Terkadang, mereka harus melupakan style lama yang ada sebelumnya, mengubah style sesuai era modern, bahkan menggabungkan style lama dan baru. Berkumpulnya mereka setiap hari Minggu pun bisa menjadi ajang pamer style terkini atau bisa menambah inspirasi style terbaru.

Itulah sejarah singkat mengenai harajuku style. Meski pakaiannya aneh-aneh, tapi kreatifitas yang mereka suguhkan membuat mereka bisa dikenal. Dari harajuku style inilah muncul bermacam genre style yang disesuaikan dengan jenis kelamin pemakainya.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>