BAND-MAID, Band dengan Image Maid Café dan Musik Rock

Image maid cafe yang kuat bikin BAND-MAID gampang diingat dan dikenal. Lagu-lagunya juga catchy lho... (doc. Nippon Crown)

Kalau kamu suka nonton YouTube dan kebetulan dengerin lagu-lagu band Jepang, pasti pernah deh kamu melihat nama band bernama BAND-MAID. Yap, BAND-MAID ini merupakan band rock Jepang yang lagi naik daun, nggak cuma di Jepang, tapi juga di beberapa negara lainnya.

Apa yang ada di benak kamu kalau mendengar nama maid café? Di bayangan kamu mungkin cewek-cewek imut yang menjadi maid (pelayan) di sebuah kafe. Dengan wajah yang moe, mereka mampu memengaruhi pembeli. Namun, gimana jadinya kalau cewek moe ala maid café ini membentuk band? Inilah yang menjadi nilai jual BAND-MAID.

Awalnya cuma berempat

Dibentuk pada Juli 2013 dengan nama BAND-MAID®. Awalnya, formasi band ini hanya beranggotakan empat orang. Dalam sebuah interview, saat itu Miku, sang gitaris dan vokalis, mengajak Kanami, yang sekaligus membawa sang drummer, Akane. Akane-lah yang menjadi additional drummer ketika Kanami sedang manggung saat masih bersolo karir. Lalu, Akane menyarankan Misa untuk diajak bergabung sebagai bassis karena udah saling kenal semasa di sekolah musik.

Pada 24 Juli, mereka berempat memulai live perdananya di PP Audition yang diselenggarakan di Osaka Deep. Saiki menjadi anggota kelima BAND-MAID lewat sebuah audisi pada Agustus di tahun yang sama. Di bulan yang sama, kelima anggota BAND-MAID perform di P Festival di Shibuya AX.

Sejak formasi lima orang, BAND-MAID sering manggung di beberapa venue di daerah Tokyo. Debut mini album mereka dirilis pada Januari 2014. Dalam mini album ini, mereka berkolaborasi dengan musisi Masahiko Fukui dan Kentaro Akutsu.

Pada Agustus 2014, BAND-MAID merilis single indie mereka berjudul “Ai to Jōnetsu no Matador”. Menyusul pada November 2015, mereka merilis album indie bertajuk New Beginning. Meski berlabel indie, album ini mampu menembus peringkat 7 dalam chart Oricon. Maid cafe kawaii yang ngerock ini kemudian menggelar tur promosi album di beberapa venue di Tokyo hingga Februari 2016. Bahkan, tiket tur mereka sempat sold-out. Pada Maret 2016, mereka tampil pertama kali di luar negeri dalam event Sakura-Con di Seattle, Washington.

Tepat April 2016, mereka menghapus ® dari nama band. BAND-MAID kemudian bergabung  dengan major label Nippon Crown yang merupakan sublabel dari Crown Stones. Mini album debut mereka di major label bertajuk Brand New MAID yang mampu menembus peringkat 19 di chart Oricon. Pada Oktober hingga November 2016, mereka menggelar tur dunia untuk pertama kalinya sampai ke Meksiko, Hong Kong, dan enam negara di Eropa.

Pada awal 2017, mereka akhirnya merilis album perdana bertajuk Just Bring It, yang didahului lewat single YOLO. Single tersebut pun berhasil masuk chart Oricon meski di luar 20 besar. Sementara, Just Bring It mampu menembus peringkat 16. Karir mereka pun juga terus naik karena ikut turut hadir dalam event Golden Melody Awards & Festival di Taiwan pada 23 Juni lalu.

Unik karena image maid cafe 

Image BAND-MAID emang berasal dari maid café. Di sebuah wawancara dengan Jame World, mereka menjelaskan kalau konsep band ini berasal dari Miku. Founding member ini sebelumnya bekerja di  Noodol Cafe di Akihabara. Tema maid café pun dipertahankan mereka sampai saat ini.  Mereka menyebut fans mereka dengan sebutan khas maid café yang melayani pelanggannya. Goshujin-sama untuk cowok dan Ojou-sama untuk cewek, sementara konser mereka dinamakan sebagai okyuji (layanan).

Meskipun berlatar maid café, ternyata band ini nggak mau terpukau dengan image maid café yang imut. Dikutip Team Rock, kesan imut yang ada pada maid café seolah hilang dengan genre musik yang mereka usung yaitu rock dan metal. Saiki direkrut sebagai anggota kelima agar dapat memadukan dua jenis vokal dalam band ini. Makanya kalau kamu dengerin mereka, pasti bakal melihat sosok maid cafe yang “sangar”.

Siapa aja mereka?

  1. Ini nih yang diriin BAND-MAID dan ikon dari band rock tersebut. (doc. Nippon Crown)

    Miku Kobato – gitar, lead dan backing vocal. (Instagram: @kobatomiku)

Cewek kelahiran 21 Oktober ini ternyata baru bermain gitar sejak bergabung dengan BAND-MAID. Sejak kecil, Miku senang bernyanyi. Sang neneklah yang mengenalkan Miku pada dunia tarik suara. Saat itu, Miku dikenalkan dengan Yoshimi Tendo dan musik Enka. Genre musik favoritnya kini udah berkembang. Mulai rock, pop, pop idol, dan Anisong. Penyanyi favoritnya, Yoshimi Tendo, Seiko Matsuda, dan Shiina Ringo. Band favoritnya Tokyo Jihen. Kecintaannya pada band semakin besar saat duduk di bangku SMP dan SMA.

Anyway, salah satu band Indonesia yang pernah ketemu dan satu panggung dengan Miku dan band rock kawaii ini, Thirteen, pernah bilang kalau saat manggung Miku ternyata masih suka ngerjain PR.

“Iya, kayaknya dia masih sekolah deh. Soalnya pas kelar manggung dia malah ngerjain PR gitu, hahaha…” ujar Eponk, keyboardis Thirteen pada 2016 lalu sepulang tur dari Jepang.

  1. “Otak” dari melodi-melodi asik BAND-MAID nih. (doc. Nippon Crown)

    Kanami Tōno – gitar, backing vocal (Twitter/Instagram: @kanami_bandmaid)

Cewek kelahiran 28 September ini berperan sebagai penulis lirik lagu BAND-MAID. Sejak berusia 3 tahun, Kanami mulai belajar piano. Saat SMA, Kanami ikut ekskul musik dan sempat membuat band. Genre musik favoritnya punk rock, latin rock, dan musik klasik. Gitaris favoritnya adalah Carlos Santana dan Larry Carlton. Hal ini karena sang ayah ngefans dengan band SANTANA.

Kanami mulai tertarik dengan gitar karena melihat kakak kelasnya meng-cover lagu band favoritnya di sebuah pensi. Sebagian melodi di lagu bandnya ini terpengaruh dari SANTANA.

  1. Salah satu “motor” dari BAND-MAID yang paling sering ngomong di depan publik juga. Terutama saat mereka tampil di depan media. (doc. Nippon Crown)

    Akane Hirose – drum, backing vocal (Twitter: @achi_bandmaid/Instagram: @akane_bandmaid)

Cewek kelahiran 14 Desember ini awalnya belajar piano sejak TK. Akane mulai bermain drum ketika berusia 18 tahun. Genre musik favoritnya adalah punk, melocore, dan japanese rock. Akane suka mendengarkan lagu-lagunya Maximum The Hormone. Karena itulah, sebagian gebukan drumnya terinspirasi dari band metal ini. Selain Maximum The Hormone, Akane juga ngefans dengan Deep Purple lho ternyata.

  1. Petikan-petikan bass sangar keluar dari MISA, yang kalem tapi “beringas”. (doc. Nippon Crown)

    MISA – bass (Twitter/Instagram: @misa_bandmaid)

Sebelum bergabung dengan BAND-MAID, cewek kelahiran 15 Oktober ini pernah tergabung dengan sebuah band bergenre alternatif. Sejak usia 3 tahun, MISA memulai karir bermusiknya dengan bermain piano. Setelah lama menjadi gitaris, MISA memilih menjadi bassis gara-gara dengerin The Smashing Pumpkins.

Sejak SD, MISA udah dikenalkan western music oleh sang ibu yang ngefans dengan Jimi Hendrix dan The Beatles. Karena pengaruh sang ibu pula, MISA juga senang mendengarkan lagu-lagu band dari Inggris dan Amerika.

  1. Suara menggelegar dan kadang juga halus keluar dari Saiki. Ngefans dong sama cewek kawaii ini? (doc. Nippon Crown)

    Saiki Atsumi – lead dan backing vocal (Twitter/Instagram: @saiki_bandmaid)

Cewek kelahiran 8 Februari ini emang hobi banget nyanyi. Sebelum bergabung dengan BAND-MAID, Saiki sering tampil solo. Saiki nggak membeda-bedakan genre musik lho. Soalnya dia sebagian genre musik dia suka. Penyanyi favoritnya adalah Namie Amuro, yang lagunya udah dia dengarkan sejak kelas 4 SD. Alasannya, Saiki suka dengan vocal style dan perform idolanya saat konser.

Saat SMP, Saiki mulai tertarik dengan band saat mendengar lagu dari Kuroneko Chelsea, Kegawa no Maries, dan Za Ningen. Namun, akhir-akhir ini Saiki sering mendengarkan lagu dari [Alexandros].

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>