Berbincang dengan BAND-MAID di C3AFA Jakarta 2018

Siapa yang weekend kemarin nonton BAND-MAID di C3AFA Jakarta 2018? Bisa move on nggak? (photo by Satria Perdana)

C3AFA Jakarta 2018 baru aja berakhir kemarin. Festival anime terbesar di Indonesia ini, yang mungkin aja yang terakhir, meninggalkan banyak cerita buat pengunjungnya. Nggak terkecuali saya dan tim JoyPixel Indonesia. Saya berkesempatan untuk bertemu dan berbincang dengan salah satu guest star I Love Anisong, BAND-MAID.

Yap, band rock berisikan lima cewek berkostum maid ini sempat berbagi cerita dengan kami seputar BAND-MAID sendiri maupun pengalaman mereka manggung di luar Jepang. Waktu bertemu pun hanya sebentar, dikarenakan waktu yang mereka yang cukup padat.

Turut mengobrol dengan mereka, ternyata memang udah mudah ditebak kalau image dari BAND-MAID, yaitu Kobato Miku sang juru bicara, memang cerewet banget. Dibantu vokalis Saiki, Miku turut menyampaikan pengalaman mereka ngeband dan membicarakan hal lainnya. Kamu bisa simak obrolan kami di bawah ini guys!

Siapa sih yang menamakan band kalian ini? Dan apa alasan kalian menamakannya BAND-MAID?

Kobato: Aku pernah bekerja di sebuah maid cafe dan suka banget sama kostum maid dan musik-musik yang keren. Makanya aku membuat band dengan nama BAND-MAID.

Saiki : Emang seneng pakai baju maid dan suka main alat musik. Ngeband dengan kostum maid itu menurut aku sesuatu yang unik sih.

Kalian kan menggunakan kostum maid yang mungkin sedikit ribet saat manggung. Ada tantangan atau kendala?

Kobato : Beberapa personil awalnya sedikit nggak tahaun menggunakan kostum maid setiap kali kami tampil. Tapi sekarang semuanya udah nyaman-nyaman aja kok.

Apa aja sih persiapan kalian dalam menyapa penonton C3AFA Jakarta 2018?

Kobato : Kami akan tampil penuh tenaga, bahkan saat rehearsal dan juga mikirin apa setlist yang tepat untuk membuat para penonton bener-bener suka dengan penampilan kami.

Punya target apa sih kalian di tahun ini?

Kobato : Kami pengen banget bisa didengar oleh semua kalangan usia dan latar belakang.

Saiki : Aku sebenernya pengen banget bisa manggung di Belanda ya.

Maksimal banget deh BAND-MAID. (doc. C3AFA Jakarta 2018)

Apa tantangan yang biasa kalian hadapi saat manggung di luar Jepang? Dan bagaimana kalian menghadapinya?

Kobato : Ketika kami manggung di tempat yang baru, kami bertemu dengan banyak orang-orang baru dan itu bener-bener sensasi yang kami rasakan. Kami berusaha untuk berbicara dengan bahasa Jepang dan Inggris, untuk memangkas jarak di antara kami dan penonton.

Penampilan mereka di C3AFA Jakarta 2018 bener-bener powerful dan membekas. Meskipun ada beberapa kendala teknis kemarin seperti sound yang sedikit berantakan, tapi persembahan mereka betul-betul maksimal. Tentu kamu akan senang andai mereka kembali lagi ke Jakarta, mungkin tahun depan.

Ya, semoga saja tahun depan atau beberapa tahun ke depan BAND-MAID bakal kembali lagi.

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>