Perjalanan Mulus dan Konsisten dari Band Jepang [Alexandros]

Perjalanan [Alexandros] cukup menarik dan hampir nggak ketemu hambatan berarti.

Band J-rock dengan rasa britpop, [Alexandros] sekarang ini semakin populer di Jepang maupun di luar Negeri Sakura tersebut. Selain lagunya yang bikin telinga merinding nikmat, vokalisnya yang dapat berbahasa Inggris, membuat band satu ini gampang berinteraksi dengan penggemarnya di luar Jepang.

Kamu mungkin bertanya-tanya nih, sebenernya siapa sih [Alexandros] ini? Mereka ini band apa dan lagunya apaan aja?

Awalnya bernama [Champagne]

Kalau kamu cek website officialnya, band asal Jepang ini pertama kali dibentuk dengan nama pertamanya [Champagne] oleh Yoohei Kawakami (vokal) dan Hiroyuki Isobe (bass). Gitarisnya, Masaki Shirai, bergabung di tahun 2007 dan drummer Satoyasu Shoumura ikut di tahun 2010.

Yoohei bisa menyanyikan lagu dalam bahasa Jepang dan Inggris. Ia lancar berbicara bahasa Inggris berkat pengalamannya tinggal di Suriah saat umur 9 sampai 14 tahun. Dengan posisinya sebagai songwriter, ia dapat dengan mudah memadukan bahasa Inggris dan Jepang ke dalam lirik-lirik lagunya, seperti salah satu lagu mereka yang paling populer, “Wataridori”. Hiroyuki pun sebenarnya juga dapat berbahasa Inggris berkat pengalaman masa kecilnya di Amerika Serikat.

Dikutip dari sebuah interview dengan Japan Vibe, Yoohei sebenarnya udah bercita-cita menjadi musisi sejak umur 9 tahun. Ia diberikan album Guns n’ Roses berjudul Appetite For Destruction dari kakaknya. Awalnya dia nggak suka, tapi setelah mendengar lama perlahan dia mulai suka. Di umur 13 tahun, setelah mulai mendengarkan Oasis, pandangan musiknya berubah. Sehingga musik-musik [Alexandros] terinspirasi oleh britpop.

Lagu-lagu mereka sangat terinspirasi dari britpop seperti Oasis, Radiohead, Primal Scream, dan band britpop lainnya. Nggak cuma britpop, mereka juga melakukan metal, jazz, dan genre lain. Ketika mereka membuat lagu, mereka lebih mendeskripsikan band mereka seperti DJ. Contohnya beat mereka UK rock, kemudian ingin dipadu dengan chorus metal, mereka campur kemudian membuahkan hasil.

Kalau soal lirik, Yoohei sendiri bilang lirik-liriknya nggak punya arti yang spesial. Ia merasa kalau ada artinya, para pendengar nggak bisa memasukkan perasaannya dengan lagunya.

Kenapa nama bandnya dulu disebut [Champagne], ternyata alasannya lucu. Mengutip dari Moshi Moshi Nippon, namanya punya arti “Kami mau kalian mabuk dengan musik kami” yang konsepnya diambil dari lagu Champagne Supernova oleh Oasis. Saat Yoohei masih SD, nama band Champagne juga dipakai.

Perjalanan naik daun [Champagne]

Penampilan awal [Alexandros] yang memang sudah memiliki konsep band yang berkarakter kuat. Bahkan saat masih bernama [Champagne].

Pada 2010, dengan label rekaman RX-RECORDS, mereka mengeluarkan album debut mereka dengan judul Where’s My Potato?. Berkat review banyak yang bagus, [Champagne] semakin disebar melalui pembicaraan orang, meski masih menjadi pemain baru di dalam band profesional. Nggak cuma album baru, mereka juga berkontribusi satu lagu cover Mary Poppins untuk album kompilasi Walt Disney, DISNEY ROCKS!!.

9 Februari 2011, album kedua mereka I Wanna Go To Hawaii dirilis. Album ini juga mendapatkan review yang bagus dari banyak media dan debut di peringkat 14 di Oricon Chart. Untuk mendukung perilisan albumnya, mereka mengadakan tur konser di Jepang. Selain itu mereka merilis dua single di tahun yang sama yaitu Ie dan Spy.

Di tahun 2012, dengan [Champagne] menjadi band pembuka untuk tur konser Kasabian di Jepang, orang-orang yang menonton konsernya menjadi berminat terhadap musik mereka. Nggak lama kemudian, [Champagne] mengeluarkan album ketiga dengan judul Schwarzenegger pada 4 April. Mereka nggak ada alasan tertentu menamai albumnya, selain terdengar keren. Setelah merilis single Kill Me If You Can di bulan Juli, DVD konser mereka I thought it was only one day dirilis dengan isi rekaman tur konser Schwarzenegger dan beberapa video klip musik.

Di tahun 2013, mereka kembali membuka tur konser Muse di awal tahun, sebelum mereka merilis double A-side single starrrrrrr / Namida ga Koboresou. Dengan kepopuleran yang meningkat, mereka diundang untuk tampil di festival The Great Escape di Inggris pada 16 Mei dan mendapatkan reaksi positif.

Setelah festival, [Champagne] mengeluarkan studio album baru Me No Do Karate dan penjualan tersebut sangat laku seperti album-album sebelumnya. Kemudian mereka menggelar tur konser di seluruh Jepang berjudul We Don’t Learn Anything Tour. Dalam tur ini, semua tiket terjual untuk semua tanggal main tepat setelah penjualan dibuka dengan jumlah sekitar 20,000 tiket. Pijakan selanjutnya, mereka menjadi band pembuka lagi untuk tur konser Primal Scream yang kemudian diikuti perilisan single mereka Run Away / Oblivion.

Momen pergantian nama menjadi [Alexandros]

Masuk ke tahun 2014, mereka memutuskan untuk ikut tampil di acara SXSW di Austin, Texas. Sepulangnya dari Amerika, mereka mengadakan konser lagi di Nippon Budokan dan terisi penuh. Di hari itu pun mereka mengubah namanya dari [Champagne] menjadi [Alexandros]. Alasan mereka mengganti nama karena dari permintaan Comité Interprofessionnel du Vin de Champagne (C.I.V.C). Perancis sendiri ingin melindungi nama dan produk Champagne, di mana Champagne sendiri adalah nama dan wilayah tersendiri. Meskipun sudah bernegosiasi, ujungnya hanya cukup mengganti nama bandnya.

Tahun 2015 mereka bergabung dengan label rekaman Universal Music Japan dan merilis single terkenal mereka, setelah berganti nama, yaitu Wataridori / Dracula La di bulan Maret. Pada April, [Alexandros] sempat ke Jakarta untuk ikut acara JAPAN NIGHT Jakarta 2015 yang diadakan di Kota Kasablanka. Masuk ke bulan Juni, mereka mengeluarkan album lagi ALXD.

Lagi, album tersebut terjual sangat laku dan mendapatkan peringkat ke 3 di Oricon. Dari bulan Oktober sampai Desember, mereka menggelar tur di sejumlah titik di Jepang lagi untuk mendukung perilisan albumnya. Sebelum tur berakhir, mereka merilis single berjudul Girl A pada 2 Desember.

Alexandros live @ Okayama Feb 2017

2016 kemarin, mereka kembali lagi ikut SXSW di bulan Maret. Setelah dari Amerika, mereka merilis Blu-ray dan DVD berisi konser tahun sebelumnya dan juga dokumentasinya. Kemudian mereka merilis single New Wall / I Want You to Love Me di bulan April. Memasuki November, mereka mengeluarkan studio album terbaru berjudul EXIST! dan album ini masuk ke peringkat pertama di Oricon.

Nggak lama setelah EXIST! rilis, mereka menggelar konser dengan judul We Come in Peace yang berlangsung sampai April 2017. Nggak cuma mencakup seluruh Jepang, negara-negara lain yaitu Hong Kong, Taiwan, dan Seoul juga masuk ke daftar tempat konser mereka. Di tahun ini mereka juga sudah sangat produktif lho. Mereka sudah merilis single lagi dan berjudul SNOW SOUND / Ima Made Kimi ga Naita Bun Torimodosou di bulan Februari dan melanjutkan tur mereka.

Saking aktifnya, rajin merilis single dan menggelar konser, bikin kita selalu penasaran sajian musik apalagi yang akan diperdengarkan [Alexandros] kepada kita. Tentunya kita juga berharap sih, mereka terus berkarya dan lain kali mampir lagi ke Jakarta.

Written by
Loves music from the depths of Japan

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>