Sejarah Anisong dan Perkembangannya Hingga Saat Ini

Konser "I Love Anisong" udah jadi bagian yang nggak terpisahkan dari acara C3 AFA. (doc. Sozo & C3 AFA Jakarta)

Musik dan serial anime adalah dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Hal inilah yang menjadi dasar pembentukan kata anisong. Anisong berasal dari dua kata dari bahasa yang berbeda yaitu anime dan song. Kebanyakan menyingkatnya menjadi anisong, tapi ada juga yang beranggapan penyingkatan yang benar adalah anison karena penulisan katakana-nya.

Anisong perlahan-lahan mulai dikenal dalam industri musik Jepang. Jumlah penjualan CD anisong pun melesat dan lagu-lagunya juga masuk dalam chart musik Oricon. Lalu, seperti apa sih sejarah anisong hingga bisa berkembang seperti sekarang? Dilansir Timeout.com, perkembangan anisong dibagi ke dalam 5 tahap. Berikut ulasannya.

Tahun 1960an: Lahirnya Budaya Anisong

Awal mula anime song dikenalkan ke publik pada serial Tetsuwan Atom. Serial yang lebih dikenal dengan Astro Boy ini menjadi serial anime yang pertama yang tayang hingga tamat di TV Jepang. Lirik lagu opening yang berjudul Atom March ditulis oleh Shuntaro Tanikawa.

Tahun 1970an: Munculnya Artis Anisong

Tahun 1970an bisa dibilang industri anime semakin berkembang. Beberapa judul serial anime legendaris pun mulai tayang di TV Jepang, seperti Space Battleship Yamato, Galaxy Express 999, dan Mazinger Z. Dari anime legendaris inilah kemudian muncul artis anisong yang dikenal pada zaman itu.

Lagu yang dinyanyikan oleh Isao Sasaki dan Ichiro Mizuki pun digemari oleh banyak kalangan. Kedua penyanyi ini pun menjadi pelopor munculnya artis anisong di tahun 70an. Selain itu, promosi yang gencar baik di radio dan mini konser membuat anisong dan penyayinya pun makin digemari.

Tahun 1980an-’90an: Anime Menjadi Fenomenal

Istilah otaku pun mucul di awal tahun 1980. Hobi mengoleksi pernak-pernik berunsur anime dan manga pun dimulai. Sejak awal ’80an hingga ’90an, anime dan manga pun menjadi hal yang umum. Karya Hayao Miyazaki di Studio Ghibli pun dianggap sebagai seni oleh banyak pihak, sementara franchise seperti Evangelion, Pokémon, dan One Piece pun menguasai pop culture Jepang saat itu.

Anime song pun mengikuti kepopuleran anime. Nggak butuh waktu lama bagi para artis anisong dikenal publik karena promosi dari bermacam platform saat itu. Hasilnya, lagu Odoru Pompokorin dari serial Chibi Maruko-chan mencatat rekor penjualan 1.6 juta copy. Rekor penjualan tertinggi pada saat itu.

Tahun 2000an: Era Internet Dimulai dan Kepopuleran Seiyuu

Dengan masuknya milenium baru, serial anime dan anisong pun mulai bervariasi. Jam tayang tengah malam pun diterapkan untuk serial anime yang memiliki cerita yang lebih dark dan menimbulkan kontroversi. Hal ini membuktikan kalau serial anime nggak cuma tontonan untuk anak-anak. Kepopuleran serial ini juga diikuti perkembangan internet. Dengan hadirnya internet, penulis lagu dan penyanyi anisong meng-upload karya mereka agar bisa dinikmati publik.

Kesuksesan Hare Hare Yukai, lagu ending musim pertama Suzumiya Haruhi no Yuutsu, membuktikan gaya baru anime song. Lagu ini dinyanyikan oleh karakter dari serial anime tersebut yang membuktikan kalau seiyuu (pengisi suara) bisa bernyanyi dan menari. Fenomena ini juga berdampak pada kepopuleran Nana Mizuki sebagai seiyuu karena mampu menyanyi dan mengisi suara karakter sama bagusnya.

Tahun 2010an: Kepopuleran Serial Anime Tengah Malam dan Anime Bertema Idol

Dengan hadirnya serial Puella Magi Madoka Magica dan Shingeki no Kyojin makin menambah populernya anime tengah malam. Selain itu, anisong yang disajikan pun makin beragam. Publik di Jepang pun mendapat banyak pilihan anisong favorit mereka.

Tren lain yang muncul adalah munculnya serial anime bertema idol group. The [email protected] dan Love Live! adalah salah satu tren terbaru yang semakin membuat anisong dari serial tersebut makin dikenal publik. Bahkan, Love Live! hingga saat ini rutin mengadakan konser besar yang dihadiri oleh penggemar berat mereka.

Yang terbaru adalah fenomena Kemono Friends yang memiliki lagu opening yang catchy. Hal ini akibat istilah yang disebut moe karena menggabungkan hewan, benda, dan obyek abstrak digabung dengan karakter yang imut. Bahkan, karakter ini bisa menyanyi lho!

Saat ini, anisong bisa dinikmati dengan berbagai cara. Nggak cuma konser oleh artis anisong, tapi juga festival musik di mana para artis juga perform di sana. Anisong sudah jauh berkembang dibanding zaman pertama kali muncul.

Written by
Just an ordinary boy who trapped in a man's body.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>