Budaya, Biang Kerok Perdebatan Super Sentai dan Power Rangers

Perdebatan Super Sentai dan Power Rangers di kalangan fans tentang perkara mana serial yang lebih baik, tampaknya emang nggak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Kayak yang udah disebut sama Yoshi Sudarso, kedua serial superhero ini dibuat untuk dua kultur masyarakat yang berbeda.

Jadi sangat wajar kalau Power Rangers yang ditayangkan untuk masyarakat Barat menyajikan cerita yang jauh berbeda dengan sumber aslinya, Super Sentai. Sayangnya, poin inilah yang sering dilupakan oleh banyak orang. Belum lagi bagi beberapa orang yang, meminjam istilah Chris Cantada, “purist Super Sentai”, merasa Rangers hanyalah sebuah serial bootleg alias abal-abal.

Cerita yang nyaris berbeda seluruhnya

Dari segi pengemasan cerita, secara umum Sentai lebih luwes dalam menentukan tema serial antara drama (serius) dan komedi. Sementara Power Rangers cenderung memilih tema drama serius untuk cerita utamanya. Hal ini bisa kita lihat dari track record kedua serial, terutama sejak Power Rangers dimulai. Sejak 1993 sampai sekarang, Super Sentai seenggaknya punya dua serial yang bertema komedi, Carranger dan Go-Onger; sementara Power Rangers bisa dibilang nggak ada sama sekali serial yang tema utamanya komedi (tapi bukan berarti di Power Rangers gak ada unsur komedi).

Kedua serial tersebut malah dibuat jadi jauh lebih serius dalam versi Power Rangers-nya, Power Rangers Turbo dan Power Rangers RPM. Power Rangers Turbo menceritakan kelanjutan petualangan Tommy dan kawan-kawan dari Power Rangers Zeo (juga serial yang serius). Sementara Power Rangers RPM bisa dibilang membuang semua unsur cerita dari Go-Onger dan membuat kisah baru sama sekali dengan tema post-apocalypse di alternate universe.

Perubahan tema yang signifikan ini biasanya terganjal dengan footage adegan berantem. Hal ini bisa kita lihat jelas terutama dalam Power Rangers Turbo. Seperti yang kita tahu, Rangers itu menggunakan footage dari Super Sentai untuk adegan-adegan berantemnya. Karena Carranger itu serial yang komedi banget, jadi wajar kalau dalam scene berantem pun dipenuhi sama adegan-adegan konyol, bahkan cenderung bodoh. Nah adegan-adegan konyol itu jadi keliatan aneh ketika digunain sama Power Rangers Turbo yang secara keseluruhan lebih serius daripada Carranger kayak video di bawah ini.

Komedi yang berbeda 180 derajat

Nah, perkara unsur komedi juga jadi salah satu bagian dari adaptasi yang sering diributin. Dalam Power Rangers biasanya ada karakter pembantu yang emang jadi “badut” dalam serial tersebut, misalnya Bulk dan Skull dalam MMPR. Sementara dalam Super Sentai, si “badut” itu nggak jarang salah satu atau mungkin salah dua dari Ranger yang ada. Sebut aja Genta di Shinkenger atau yang paling baru Naga dan Balance di Kyuranger.

Cara penyajian unsur komedi dalam kedua serial itu pun jauh berbeda. Power Rangers mengandalkan slapstick humor dan kebodohan yang berulang-ulang dalam menyajikan komedi. Sementara komedi dalam Super Sentai biasanya disajikan lebih “halus” dengan menampilkan kesalahan-kesalahan kecil yang nggak disengaja tapi konyol atau memalukan.

Perdebatan pun dimulai tentu aja karena ada orang yang ngerasa jokes yang ditampilkan nggak lucu sama sekali. Khusus poin ini menurut kami emang sulit, karena “lucu” emang sesuatu yang subjektif, lebih subjektif dari perkara kualitas cerita.

Ada yang ngerasa Bulk dan Skull itu karakter yang nggak guna sama sekali, selain nampilin lawakan yang berulang-ulang. Tapi ada juga yang ngerasa komedi-komedi yang disajikan sama Super Sentai itu cenderung lebay dan aneh. Contohnya dalam salah satu episode Ninninger ada monster yang berusaha nipu Fuuka (ShiroNinger) lewat telepon (macem SMS mama minta pulsa itu lho), apa banget kan emang???

Perubahan jenis kelamin Ranger

Efek perbedaan budaya lainnya yang sering diributin adalah perubahan jenis kelamin Ranger. Dalam Mighty Morphin Power Rangers, Saban memutuskan buat ngubah jenis kelamin Ranger Kuning dari cowok (Boi) jadi cewek (Trini). Perubahan ini dilakukan karena di Barat warna kuning umumnya identik sama cewek ketimbang cowok.

Perubahan jenis kelamin ini pun berlanjut di Lost Galaxy, Lightspeed Rescue, Time Force, dan Wild Force. Ranger Kuning yang nggak diganti kelaminnya di Power Rangers itu cuma Alien Ranger di MMPR Season 3(Kakuranger), Ninja Storm (Hurricanger), dan Mystic Force (Magiranger).

Hikaru dari Gingaman dan Maya dari Lost Galaxy

Perubahan jenis kelamin ini nggak jarang jadi bahan tertawaan di kalangan fans Super Sentai, karena jadi nggak sinkron antara si tokoh sebelum dan sesudah henshin. Sentai biasanya menambahkan rok untuk para Ranger cewek. Jadi ketika Boi di Zyuranger diubah jadi Trini dalam MMPR, Trini jadi nggak pakai rok setelah henshin, tapi Kimberly tetep pakai rok karena karakter Ranger Pink emang cewek dari sananya.

Belum lagi tingkah lakunya juga bakal berubah antara sebelum dan sesudah henshin. Hal yang sama pun terjadi di setiap serial yang ada perubahan jenis kelamin Ranger-nya.

Kira-kira itulah beberapa perbedaan budaya yang jadi biang keributan antara dua fanbase serial superhero warna-warni ini. Kalau kamu sebenarnya lebih dukung yang mana? Dua-duanya aja lah ya biar nggak ribut, hehehe…

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>