Empat Super Sentai yang Nggak Diadaptasi Jadi Power Rangers

Siapa aja sih Super Sentai yang nggak diubah menjadi Power Rangers?

Kamu pasti udah tahu kalau Power Rangers itu serial adaptasi dari Super Sentai, serial superhero “warna-warni” asal Jepang. Power Rangers pertama kali tayang pada 1993 dan masih terus berlanjut sampai sekarang dengan serial terbarunya berjudul Power Rangers Ninja Steel yang mengadaptasi Shuriken Sentai Ninninger.

Tapi tahu nggak sih, kalau nggak semua Super Sentai sejak Zyuranger diadaptasi jadi Power Rangers? Ini dia empat Super Sentai yang nggak diadaptasi oleh Saban, sebagai pemilik lisensi jagoan “warna-warni” kita versi barat!

Gosei Sentai Dairanger

Eh, kok Tommy ada di sini sih?

Dairanger merupakan serial ke-17 dalam franchise Super Sentai yang diproduksi Toei. Super Sentai satu ini sebenernya nggak sepenuhnya “ditinggalkan” oleh Saban, karena footage pertarungan, mecha, dan kostum Kiba Ranger (itu lho, Ranger Putih-nya si Tommy) digunakan untuk Mighty Morphin Power Rangers Season 2.

Gosei Sentai Dairanger berkisah tentang lima pemuda keturunan Suku Dai melawan para monster dari Suku Gorma yang berniat menguasai dunia. Suku Dai dan Suku Gorma sendiri aslinya adalah bagian dari sebuah peradaban di daerah China Selatan bernama Daos yang hancur 8.000 tahun lalu. Salah satu keunikan dari Sentai ini adalah gaya bertarungnya yang khas dan cukup “keras”. Kabarnya hal itulah yang bikin Dairanger nggak diadaptasi secara penuh jadi Power Rangers.

Ninja Sentai Kakuranger

Ada sih muncul, tapi kayaknya nggak tayang penuh deh.

Sama kayak Dairanger, Super Sentai ke-18 ini juga nggak dilepas begitu aja oleh Saban. Selain footage pertarungan, seluruh kostum Kakuranger digunakan dalam Mighty Morphin Power Rangers Season 3. Cuma ceritanya di sana mereka bukan ninja dari Jepang, melainkan sekumpulan alien dari Planet Aquitar. Yap, dari ninja jadi alien, aneh emang, tapi ya udahlah ya…

Kakuranger adalah Sentai pertama yang bertemakan ninja dan dipimpin oleh seorang cewek! Nggak kayak Sentai pada umumnya yang dipimpin sama seorang cowok dan Ranger Merah, Kakuranger dipimpin oleh Tsuruhime, sang Ninja White. Oh iya, Tsuruhime itu ranger termuda lho dalam Kakuranger, umurnya baru 15 tahun pas serial ini dimulai. Tuh cewek-cewek, nona muda ini jadi bukti kalau siapa aja bisa jadi pemimpin.

Tokumei Sentai Go-Busters

Padahal udah “It’s morphin time” banget nih.

Nah, Tokumei Sentai Go-Busters menjadi Sentai pertama yang sepenuhnya nggak diadaptasi menjadi Power Rangers dalam bentuk apa pun. Padahal serial ini dipenuhi referensi yang merujuk ke Power Rangers, mulai dari pemakaian istilah Megazords untuk robot raksasa sampai penyebutan “It’s Morphin Time!” pas mereka mau henshin.

Rumornya ada beberapa alasan kenapa Sentai bertema mata-mata nggak “dibaratkan”, antara lain; Saban menilai premis serial ini terlalu serius untuk anak-anak, gimmick yang terlalu sedikit, dan keberadaan Enter, si antagonis utama serial ini.

Loh kok Enter jadi masalah? Jadi gini, nggak kayak musuh-musuh Sentai pada umumnya yang berwujud monster, Enter ini berwujud manusia (walaupun belakangan ada wujud monsternya) dan sering banget terlibat pertarungan melawan Go-Busters. Jadi footage pertarungan itu didominasi oleh Enter versus Go-Busters, selain pertarungan melawan monster of the week.

Kalau Go-Busters diadaptasi jadi Rangers, berarti Saban harus mencari aktor lagi buat meranin “kembarannya” Enter, yang berarti nambah ongkos produksi. Sementara kalau Saban mau menghilangkan keberadaan Enter, berarti mereka mesti ngedit semua footage yang diterima dari Toei, malah makin ribet. Makanya berakhir dengan di-skip sekalian..

Reshaa Sentai ToQger

Salah satu Super Sentai terunik nih.

ToQger (baca: Tokyuger) jadi serial Super Sentai kedua yang di-skip oleh Saban. Sentai bermotif kereta ini nggak diadaptasi menjadi Power Rangers karena Saban menilai tema kereta nggak menjual di Amerika. Seperti yang kita tahu, Jepang terkenal dengan keretanya sebagai transportasi umum utama di sana. Sementara masyarakat Barat, terutama Amerika, nggak familiar dengan perkeretaan tersebut.

Alasan lainnya adalah Saban merasa kostum ToQger itu terlalu bocah (dalam hal ini kami setuju) dan zord-nya terlalu kaku dan nggak menarik.

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

3 Comments

  1. Gan request tentang biaya produksi super sentai atau kamen rider dong

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>