Kamen Rider Heisei Generation Forever – Review: Akhir Sebuah Era

User Rating: 7.5

Fans Kamen Rider di Indonesia benar-benar lagi beruntung dalam lima bulan terakhir. Setelah pada akhir tahun 2018 lalu Kamen Rider x Super Sentai: Cho Super Hero Taisen ditayangkan di Pekan Sinema Jepang, kini giliran Kamen Rider: Heisei Generation Forever yang mampir ke Indonesia!

Film ini merupakan film Kamen Rider terakhir yang dirilis pada era Heisei. Pasalnya, Kaisar Jepang yang menjabat saat ini, Akihito, sudah dipastikan turun takhta pada 30 April 2019 mendatang. Otomatis, era Heisei pun akan berakhir.

Meski era Heisei di Jepang dimulai sejak tahun 1989, dalam sejarah Kamen Rider, era  ini dimulai pada 30 Januari 2000 alias hari di mana Kamen Rider Kuuga pertama kali tayang. Sejak hari itu, Toei secara rutin terus memproduksi serial Kamen Rider tiap tahun hingga detik ini bersama Kamen Rider Zi-O, yang juga menjadi serial Kamen Rider terakhir di era Heisei.

Kamen Rider: Heisei Generation Forever sendiri mengusung Tokiwa Sougo/Kamen Rider Zi-O dan Kiryuu Sentou/Kamen Rider Build sebagai tokoh utama. Mereka berdua dibantu Geiz, Tsukuyomi, Banjou, Kazumin, dan Gentoku berusaha menolong seorang bocah misterius bernama Shingo yang tengah dikejar oleh Time Jacker bernama Tid serta dua Another Rider, Den-O dan Double.

Keadaan ini diperumit dengan kemunculan anak SMA bernama Ataru fans Kamen Rider garis keras yang mengaku memiliki kekuatan untuk memanggil Kamen Rider. Nggak cuma itu, dia pun berkata pada Sentou dan Sougo bahwa Kamen Rider hanyalah karakter fiksi!

Baca juga: Kamen Rider Showa dan Kamen Rider Heisei, Apa Bedanya?

Ajang Nostalgia

Sebagai film Kamen Rider terakhir di era Heisei sekaligus untuk merayakan 20 tahun Heisei Rider, Kamen Rider: Heisei Generation Forever jelas berhasil memenuhi tujuannya sebagai ajang nostalgia para fans serial legendaris ini.

Film ini dipenuhi dengan easter egg serial-serial Kamen Rider di era Heisei. Beberapa di antaranya bahkan sukses membuat para penonton tertawa, misalnya aja waktu Ataru menyebut Kazumin sebagai “Otoya dari Kamen Rider Kiva.” FYI, Kazumi Sawatari/Kamen Rider Grease dan Kurenai Otoya/Kamen Rider Dark Kiva emang diperankan oleh aktor yang sama, Kouhei Takeda. Sayang banget karakter Kurenai Otoya sendiri nggak dimunculkan dalam film ini.

Namun, kejutan terbesar (dan mungkin terbaik) dalam Heisei Generation Forever tentu aja adalah kembalinya Takeru Sato sebagai Nogami Ryotaro sang Kamen Rider Den-O! Emang sih adegan yang ada Ryotaro-nya sendiri nggak sampai 10 menit, itu pun dia dalam kondisi dirasuki Urataros, tapi udah lebih dari cukup buat ngobatin kangen penonton.

Secara alur cerita, Heisei Generation Forever terbilang mempunyai alur yang rapi dan cukup padat. Kamu nggak bakal bosan nontonnya, karena tiap nggak ada adegan berantem, pasti ada aja adegan komedi yang lucu atau easter egg yang bikin kamu senyum-senyum. Meski dihiasi sedikit time paradox yang umumnya cenderung bikin bingung, saya pribadi ngerasa hal tersebut nggak terlalu mengganggu dan bisa dimengerti. Asal usul Shingo dan Ataru pun dijelaskan dengan gamblang menjelang akhir film.

Sayangnya, asal usul Tid dan apa motivasinya ingin menghancurkan sejarah Heisei Rider justru nggak dikisahkan dengan jelas. Entah alasan apa yang membuatnya dendam kesumat dengan Heisei Rider.

Hal lain yang patut disayangkan adalah tidak maksimalnya para karakter pembantu yang hadir dalam film ini. Geiz dan Banjou meskipun berstatus sebagai second rider dari serial masing-masing, tidak mendapat porsi screen time yang signifikan. Mereka cenderung dijadikan objek komedi alih-alih berperan penting dalam pembangunan cerita. Begitu pula Kazumin dan Gentoku. Praktis, semua perhatian ditujukan pada Ataru dan Shingo.

Baca juga: Inilah 10 Serial Kamen Rider Heisei Terbaik Berdasar Pilihan Fans

Masalah Teknis

Heisei Generation Forever juga terganggu dengan masalah teknis di luar filmnya sendiri, yaitu kualitas subtitle. Film ini menggunakan dua subtitle sekaligus, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tidak ada masalah dengan subtitle Bahasa Inggris, namun untuk bahasa Indonesia saya berani bilang kualitasnya sedikit menyedihkan.

Banyak sekali mistranslation maupun penggunaan padanan kata yang nggak tepat. Misalnya aja, sufiks -san dalam Bahasa Jepang diterjemahkan mentah-mentah menjadi “Bapak”. Padahal, sufiks tersebut bisa diabaikan sepenuhnya.

Keputusan menerjemahkan istilah Kamen Rider menjadi “Ksatria Baja” juga patut dipertanyakan. Memang dulu salah satu stasiun televisi yang membawa franchise ini ke Indonesia menggunakan istilah “Ksatria Baja”, tentu supaya bisa dimengerti anak-anak pada zaman itu. Namun, langkah tersebut rasanya tidak perlu diikuti di zaman sekarang ini.

“Kamen Rider” adalah proper name, tidak perlu lagi diterjemahkan atau dicari padanan katanya. Sama halnya dengan “Superman”, “Batman”, “Iron Man”, dan sederetan nama superhero lainnya. Kan lucu kalau semua nama superhero diterjemahkan atau dipadankan ke Bahasa Indonesia.

Selain itu, Bahasa Indonesia rata-rata menggunakan jumlah huruf yang lebih banyak dari Bahasa Inggris. Hal tersebut membuat di beberapa kesempatan subtitle-nya menjadi tiga baris! Dua baris untuk Bahasa Indonesia, satu baris untuk Bahasa Inggris. Nggak bisa dipungkiri, kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan penonton. Bagaimanapun, jumlah baris dalam subtitle harusnya tidak sebanyak itu. Tiga baris berarti hampir memakan 1/3 layar bagian bawah, otomatis keberadaan subtitle tersebut malah jadi menghalangi adegan yang tampil.

Summary
Sesuai dengan tagline-nya, Kamen Rider Heisei Generation Forever adalah film untuk "kamu yang mencintai Kamen Rider." Jika kamu ngaku fans berat Kamen Rider, wajib banget nonton film yang satu ini. Dijamin kamu bakal puas dengan berbagai easter egg yang ada, plus kamu juga bisa melihat Kamen Rider favoritmu beraksi setelah sekian lama. Kamen RIder Heisei Generation Forever akan tayang reguler di Indonesia pada bulan April ini.
Good
  • Ajang nostalgia yang asik buat fans Kamen Rider
  • Alur cerita yang rapi dan padat
  • Humor yang nggak maksa, thanks to Geng Build
  • Takeru Sato!
Bad
  • Karakter pendukung kurang dimaksimalkan
  • Latar belakang karakter antagonis juga tidak dijelaskan
  • Kualitas subtitle yang buruk
7.5
Good
Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

1 1

1 Comment

  1. harusnya tambahin SPOILER ALERT lah.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>