Keseruan Bersama Pendekar Padepokan Ragasukma yang Turun Gunung

Dihadiri oleh beberapa pendekar, seperti apa keseruan dan tujuan dari Padepokan Ragasukma yang turun gunung? (Image source: Padepokan Ragasukma)

Penggemar komik Indonesia mestinya nggak asing dengan nama Padepokan Ragasukma. Bukan, mereka bukan padepokan silat. Ragasukma adalah sekelompok komikus yang berfokus di kisah atau tema pendekar. Nah, pada Sabtu (20/10) lalu, mereka memutuskan untuk ‘turun gunung’ dan bertemu dengan para pembacanya di Menara by Kibar, Jakarta, dalam talkshow bertajuk Ragasukma Turun Gunung.

Ragasukma sendiri diawaki oleh Sweta Kartika (Pusaka Dewa, Guardians of Majapahit, Serat Wiramurti), Doni Cahyono (Ambar Rudra), Alex Irzaqi (Guardians of Majapahit, Serat Wiramurti, Tiger of Cilengkrang, Madasasta), Dedy Koerniawan (Nagasari, Guardians of Majapahit), Eryono (Asasta, Murka Api), Akhmad Fadly (Banaspati), Eka Lesmana (Blood Fist), Fauzy Zulvikar (Astra Jingga), Bayu Harditama (Gerbang Surga), Novian Kurnia (Kabut Kelam Rimba Semolowarul), Indra Adijaya Dipura (Shura).

Adalah Sweta dan Alex Irzaqi yang mengawali perjalanan Padepokan Ragasukma. Mereka ini bertemu secara nggak sengaja dan akhirnya saling sapa karena mereka menggemari tema komik yang sama: pendekar. Mereka kemudian berkolaborasi untuk membuat sebuah komik berjudul Tri Catra Manunggal untuk diikutkan dalam Kontes Komik Indonesia. Memang saat itu kedua komikus ini gagal menjadi juara, tapi dari situlah awal Ragasuka terbentuk.

“Awalnya sih dulu Ibu sering ngasih dongeng ke saya setiap saya mau tidur. Ceritanya pun waktu itu tentang pendekar.” ungkap Sweta terkait asal-usul kecintaannya terhadap kisah pendekar.

Misi Turun Gunung Ragasukma

(Image source: Padepokan Ragasukma)

Ragasukma ‘turun gunung’ bukan tanpa tujuan, Joyfriends. Mereka punya misi untuk menyampaikan pesan dan pembelajaran kepada para audiens yang hadir. Tujuan Ragasukma sendiri yaitu menyampaikan pesan atau konten lewat media tanpa harus menggurui dan pesannya berjalan secara perlahan.

Sebelum memberikan kuliah satu hari, Sweta menjelaskan makna Pendekar dari Ragasukma. Pendekar sendiri diartikan menjadi 3 bagian yaitu Petarung (Fighting Phase), Tata Nilai (Character Value), dan Pertapaan (Meditation Phase). Pada bagian Petarung, lebih mencolok kepada bela diri pencak silat yang di dalam pencak silat sendiri memiliki banyak aliran, gaya bertarung, penamaan jurus, senjata dan juga pastinya kostum.

Pasalnya, karakter pendekar sendiri biasanya terkenal bukan dari rupanya, melainkan lebih kepada jurus andalan yang mereka kuasai. Dalam jurus biasanya ada jurus tingkatan yang ditiap jurus sama secara dasar nama tapi ada tingkatan jurusnya dan juga ada jurus tunggal, khusus jurus tunggal biasanya penggambarannya lebih kepada banyaknya cara bagaimana si jurus ini bisa dikeluarkan atau step by step-nya. Jurus mempunyai tujuan kemenarikan sedangkan senjata lebih sebagai gimmick.

Lanjut ke Tata Nilai, dalam fase ini pendekar mempunyai suatu pemikiran dari apa yang dilihat dan akan membentuk karakter si pendekar ini sendiri. Tahap terakhir yaitu phase Pertapaan, bagaimana pendekar merespon alam semesta yang membuka jalan pendekarnya.

Saya berkesempatan bertanya kepada Sweta dan menanyakan bagaimana ia mendapatkan inspirasi sedangkan judul cerita yang ia sendiri pegang ada banyak. Sweta menjawab kalau ide itu terbesit bisa darimana saja, kadang ia membentuk cangkang cerita terlebih dahulu dan bahkan ia membentuk karakter atau tokoh terlebih dahulu.

Coaching Clinic Ala Ragasukma

(Image source: Padepokan Ragasukma)

Dedy Koerniawan, komikus Nagasari, kemudian membuka sesi kuliah satu hari terkait pembuatan komik. Dedy menjelaskan bahwa pembuatan komik itu berawal dari menyusun dialog kunci atau punchline, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat adegan kunci alias big scene. Kedua hal ini kemudian ditarik benang merahnya, bagaimana bisa mencapainya dengan mengutatamakan garis besar punchline tersebut.

Sementara itu Alex Irzaqi menyebutkan bahwa tahapan penting dalam membuat komik adalah menentukan cerita awal (intro) dan cerita akhir dalam komik. Jika kedua hal itu udah ada, dilanjutkanlah dengan tahap development cerita. Biasanya bagian development ini yang paling banyak lembarnya sebut Alex. Di tahap akhir cerita sendiri, menurut Alex pada umumnya komikus bisa sedikit lebih ‘bebas’ mengembangkan bagian ini. Karena di sinilah unsur seru sebuah komik sangat ditonjolkan.

Alex juga menambahkan kalau awal komik harus mengandung unsur yang bisa memikat para pembaca supaya mereka mau membuka halaman berikutnya. Alex Irzaqi pun menilai komikus itu sma sepert seorang dalang, dituntut untuk bisa seseorang yang bisa ‘memerankan’ banyak karakter.

Selebrasi Peluncuran Aplikasi Ragasukma

(Image Source: Padepokan Ragasukma)

Acara di Menara by Kibar ini juga menjadi ajang selebrasi peluncuran aplikasi Ragasukma Comic. Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk membeli dan membaca komik-komik hasil karya para komikus Ragasukma secara online. Ragasukma Comic udah bisa kamu unduh secara gratis di sini.

Selain itu, Sweta juga menyebutkan kalau Ragasukma akan membuka semacam audisi bagi kamu yang ingin bergabung dengan ‘padepokan’ komikus ini.Tentu aja karya-karya yang dikumpulkan nanti haruslah bertema pendekar. Namun, rencananya audisi ini baru akan dilakukan pada bulan Mei tahun depan, Joyfriends. Jadi buat kamu yang pengen ikutan, bisa latihan dulu nih dari sekarang.

Oh iya, para ‘pendekar’ dari Padepokan Ragasukma ini bakal berkeliling Indonesia lho, Joyfriends. Setelah Jakarta, mereka akan mengunjungi Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali. Untuk jadwalnya sendiri kamu bisa langsung cek di akun Instagram masing-masing pendekar.

Written by
Comic makes you alive.

Is the Story Interesting?

2 0