Penciller Marvel, Ario Anindito: Menggambarlah Karena Memang Kita Suka

Ario Anindito punya wejangan nih buat komikus lokal yang lagi meniti karir! (photo by Satria Perdana)

Kamu semua pasti sadar kalau dalam 5 tahun terakhir dunia pop culture di Indonesia berkembang pesat. Makin banyak anak muda Indonesia yang mencoba berkarir di bidang ini, entah sebagai musisi, ilustrator, sampai komikus. Situasi yang mungkin nggak akan terbayang 10 tahun yang lalu, bahkan mungkin sama seorang Ario Anindito.

Acara-acara untuk mewadahi para anak muda itu semacem Anime Festival Asia atauu kini bernama C3 AFA Jakarta, Popcon Asia, sampai Indonesia Comic Con udah bukan barang aneh lagi di sini. Nah, di Indonesia Comic Con 2017 Sabtu (28/10) kemarin, kami ngobrol-ngobrol dengan komikus yang kami sebut di awal, Ario Anindito, salah satu artist Indonesia yang saat ini bekerja di Marvel sebagai penciller.

Dalam obrolan santai tersebut, Ario berbagi tips-tips buat kamu yang sekarang ini lagi berusaha menjadi seorang profesional di dunia pop culture dan bermimpi bisa sesukses dirinya. Menurut Ario, yang terpenting itu punya mindset agar nggak bekerja untuk mencari ketenaran atau uang, bekerja itu karena passion.

“Menggambarlah karena memang kita suka. Karena kalau dari awal goal-nya adalah pengen terkenal, pengen kaya, berarti menggambar bukanlah passion lo. Itu semua akan nyusul ketika kita passionate,” sarannya tegas.

“Gue passionate gambar terus-terusan sampai gue keterima di Marvel, fame and fortune akhirnya mendatangi. Itu yang gue harapkan di generasi zaman sekarang, terutama generasi millenial karena mereka terbiasa dengan instan, proses itu banyak yang dilewatin,” jelas Ario berapi-api.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk memanfaatkan teknologi internet semaksimal mungkin. Karena internet memungkinkan karya kamu dilihat oleh puluhan, ratusan, bahkan jutaan orang. Dari jutaan orang itu, bisa aja terselip orang DC atau Marvel, atau perusahaan-perusahaan besar lainnya yang tertarik dengan karya kamu.

Marvel lebih terbuka dengan gaya gambar “baru”

Ario Anindito juga memberikan komentarnya terkait banyaknya artist Indonesia yang berkarir di Marvel ketimbang kompetitornya, DC. Saat ini memang kebanyakan artist Indonesia yang berhasil berkarir di luar negeri, bekerja untuk Marvel Comics. Bahkan yang hadir di Indonesia Comic Con 2017 pun didominasi oleh Marvel. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh style gambar Marvel yang lebih “baru” dibanding DC.

“Marvel itu lebih terbuka dengan gaya-gaya gambar yang lebih baru, lebih unik. Kalau DC itu lebih mempertahankan garis-garis yang klasik. Tapi bukan berarti yang satu lebih jelek dari yang lain, beda karakter aja,” ungkap pria asal Bandung ini.

Sementara gaya gambar artist Indonesia yang dinilai unik oleh Marvel tersebut menurut Ario nggak lepas dari sentuhan budaya Jepang, terutama manga-nya.

“Karena kita dulu waktu kecil jarang banget terekspos sama komik US, pasti komik Jepang; Dragon Ball, Kungfu Boy. Itu mungkin yang bikin gaya gambar Indonesia itu fresh,” pungkas Ario.

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0