Cross Game Review: Komik Baseball Tapi Bikin Ambyar!

User Rating: 10
Cross Game
(Doc. JoyPixel/Iman Ramadhan)

Adachi Mitsuru memang identik dengan komik-komik bertema olahraga dan cinta masa remajanya. Tema ini berkali-kali dibawakan dengan humor dan gambarnya yang khas dan berkarakter, hingga ketika orang melihat gambarnya aja, udah akan tau kalau ini buatan Adachi Mitsuru. Tema olahraga-nya bervariasi, mulai dari tinju, hingga tema yang paling sering diangkat, yakni baseball.

Komik baseball besutan Adachi Mitsuru bisa dibilang hampir semuanya meledak. Mulai dari Touch, H2, hingga Mix yang terbaru.

Bulan Mei tahun 2005 silam, Adachi Mitsuru merilis komik Cross Game sebagai serial komik dari Shogakukan, yakni Weekly Shonen Sunday. Saat pertama rilis di Indonesia oleh Elex Media Komputindo, iklan komik ini langsung tersebar di banyak komik, salah satunya Shonen Star yang saya baca.

Iklannya begitu menggugah selera saya membaca, sehingga tak ragu saya langsung membeli volume pertama sebagai percobaan, karena selalu digadang-gadang sebagai episode terbaik dan menghipnotis. Kira-kira bener nggak sih klaim itu? Apa hanya sekadar klaim semata?

Seperti apa sih komik yang mendapatkan banyak pujian sejak dari episode pertamanya? JoyPixel usahakan agar ulasan ini nggak mengandung spoiler yah, jadi jika kamu tertarik baca komiknya bisa langsung baca saja! Tanpa berbasa-basi lagi, inilah ulasan dari manga Cross Game karya Adachi Mitsuru!

Cerita

Cross Game

Komik yang hangat kekeluargaan dan persahabatannya!

Komik ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni bagian satu yang bercerita tentang masa kecil Kou Kitamura dengan keluarga Tsukishima serta awal kecintaannya pada baseball. Bagian satu ini mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan, hingga memenangkan penghargaan di Perancis.

Bagian keduanya bercerita empat tahun setelah kejadian masa kecil Kou hingga sebelum memasuki pertandingan penyisihan musim panas di kelas tiga SMA, yang ditandai dengan volume kedua hingga keempat belas. Bagian ketiga, alias bagian akhirnya bercerita tentang pertandingan penyisihan menuju Koushien, ditandai dengan volume lima belas hingga tujuh belas.

Cross Game bercerita mengenai perjalanan seorang anak remaja Kou Kitamura yang memiliki toko olahraga, bersama tetangganya keluarga Tsukishima yang berisikan empat kakak-adik perempuan: Ichiyo, Wakaba, Aoba, dan Momiji, yang keluarganya memiliki usaha sebuah cafe dan batting centre. Pertemanan kedua keluarga itu semakin erat karena Wakaba sangat menyukai Kou, di mana Aoba malah membencinya dan meminta kakaknya ini menjauhi Kou.

Tujuannya bermain baseball? Tentu saja mimpi banyak orang lainnya di masa remaja: menuju Koshien! Kou yang tadinya sama sekali nggak minat dan nggak mau main baseball ini hidupnya berubah ketika semasa SD dikalahkan oleh Aoba, sang adik dari Wakaba, JoyFriends. Sepanjang perjalanannya, Kou berteman baik dengan Akaishi yang juga menyukai Wakaba, Nakanishi, Azuma yang dulu merupakan rival Kou, hingga Senda yang kocak.

Teknis penyampaian ceritanya nggak rumit, terbilang enteng bahkan saat sedang bertanding baseball. Penjelasannya nggak rumit, yang awam pun akan langsung mengerti ketika bagian pertandingannya. Persentase pertandingan, latihan, dan romansanya pun terasa pas. Pembaca nggak terus-terusan disajikan hal yang yang terkesan monoton. Bahkan, hampir tidak ada episode yang lemah di komik ini.

Humor khas Adachi Mitsuru pun melekat banget di komik Cross Game ini; entah kenapa ini jadi salah satu yang membuat komik ini kerasa ‘hangat’, bikin pengen terus dibaca berulang-ulang.

Secara cerita, mungkin premisnya terbilang simpel, tapi ada beberapa hal yang saat perjalanan ceritanya bikin perasaan saya diaduk-aduk. Kayak, kok bisa sih Adachi Mitsuru kepikiran ide cerita ini? Bukannya gimana-gimana, menurut saya justru nilai jual utama dari manga satu ini. Dari edisi ke edisi, ceritanya ini terbilang padat dan berisi. Hampir bisa dipastikan nggak ada episode yang hanya filler. 

Diterbitkan di Indonesia dengan jumlah total 17 edisi tankobon, saya begitu menyukai bagaimana pembangunan karakter serta relasinya terhadap karakter lainnya. Hal ini yang membuat Cross Game terasa ‘kehangatan’-nya dengan kekeluargaan serta persahabatan yang erat.

Gambar

(Source: Google)

Bisa dibilang, gambar dan desain khas Adachi Mitsuru nggak hilang dari komik ini, malah terasa lebih baik. Gambarnya memang bukan yang super detail, tapi dapat menjelaskan dengan baik bagaimana suasana lingkungannya, bagaimana karakternya beserta ekspresinya, hingga ‘hangat’-nya komik ini tuh bisa tergambar dengan baik.

Karakternya sendiri mirip-mirip dengan karakter di komik sebelumnya; seakan karakter dari tokoh komiknya yang lama kembali hidup dengan nama lain dengan karakter lain pula. Saya sih nggak protes kalau desain tokohnya sama persis, asal jiwa penokohannya berbeda dengan sebelumnya. Hal ini selalu Adachi Mitsuru berhasil lakukan. Tapi memang, mungkin sudah saatnya beliau mencoba desain karakter baru.

Meski secara penggambaran tokohnya mirip-mirip, tapi development karakternya kerasa beda banget. Lagi-lagi saya ngomongin penokohan, ya, ahaha. Tapi memang hal ini patut diacungi jempol.

Karena baseball membutuhkan cukup banyak orang dalam satu tim, Adachi Mitsuru mengakalinya dengan desain karakter dan penamaan yang terkesan seadanya, dan nggak highlight dari gambarnya kerasa beda. 

Presentasi

Aoba dan Wakaba? (Source: Google)

Bisa dibilang, desain cover komik adalah garda terdepan untuk kamu mendapat kesan pertama, dan hal yang membuat kamu mengambil keputusan tertarik akan membaca atau tidak komik tersebut. Di komik Cross Game ini, kamu nggak akan ditampilkan dengan desain yang belibet atau akan kebanyakan karakter.

Desain sampulnya selalu menggunakan dua warna, kuning dan oranye. Kuning pada edisi angka genap, oranye pada angka ganjil. 

Ciri khas lainnya adalah empat kelopak daun clover di huruf ‘O’ pada kata Cross Game. Sedikit spoiler, pada buku pertama, bunga clover-nya memiliki empat kelopak yang berwarna oranye; tetapi setelah salah satu kejadian menimpa, di episode berikutnya salah satu dari empat kelopaknya akan berwarna kuning, menandakan akibat dari kejadian itu, JoyFriends.

Final Verdict

(Source: Google)

Pendapat saya pribadi, komik ini adalah karya terbaik Adachi Mitsuru. Saya juga menikmati komik bisbol karya Adachi Mitsuru sensei seperti Touch, H2, hingga yang terbaru, Mix. Semuanya memang seru, tapi tidak ada yang langsung menghipnotis dan hangat seperti halnya Cross Game.

Secara gambar, memang tidak ada banyak perbedaan dari karakter-karakter komik beliau lainnya; kesannya hanya memindahkan gambarnya menjadi karakter lain di komik ini. Tapi, rasanya setelah membaca komik ini, karakter lain di komik Adachi Mitsuru lainnya jadi penamaannya sesuai sama karakter Cross Game.

Misal, di komik Mix ada dua karakter Tachibana bersaudara; saya manggilnya dalam hati tetap Kou Kitamura. Saya baca komik lama beliau, Katsu!, karakter Katsuki Satoyama saya sebut sebagai Kou Kitamura. Kenapa? Karena penokohan di komik ini tuh kuat dan dekat dengan realita. Kou Kitamura adalah kita semua yang pernah merasa kehilangan dan memiliki lingkungan terdekat yang mendukung.

Premis ceritanya pun nggak muluk-muluk kok, terbilang simpel bahkan. Tapi, karena itu pula kita sering nggak nyangka akan ketemu plot-twist yang nggak akan keduga di dalem komik ini. Cara penyampaian ceritanya pun bagus banget.

Manga ini juga telah diadaptasi ke format anime dengan total 50 episode yang dulu disiarkan di TV Network Tokyo. Kini anime-nya bisa kamu saksikan di Netflix lho!

Komik ini diterbitkan oleh Shogakukan di Jepang, sementara di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo yang telah memegang lisensi resmi. Manga ini juga memenangkan penghargaan ke-54 Shogakukan Manga Award dalam kategori shonen manga. Komik pertamanya juga memenangkan penghargaan Prix Tam-Tam Diire Manga di Perancis pada tahun 2007. Bahkan, komik ini juga dijadikan paper akademik yang dipresentasikan pada konferensi di tahun 2007 oleh International Research Society untuk kategori Literatur Anak, sebagai contoh bahwa menyampaikan pesan yang kuat tidak harus melalui sebuah dialog.

Hal itulah yang menurut saya mengapa komik ini patut menjadi masterpiece dari Adachi Mitsuru. Nggak percaya? Baca aja langsung, JoyFriends! Cross Game bisa kamu dapatkan di toko buku favoritmu, JoyFriends!

Cek lebih banyak informasi terbaru seputar pop culture atau tulisan-tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan.

Summary
Cross Game mampu menghadirkan premis cerita yang simpel, tetapi disisipi plot twist yang bisa dibilang gila. Penokohan yang matang, humor-nya membuat komik ini terasa hangat, packaging yang unik, membuat nggak bosen-bosen untuk baca Cross Game. Wajar kalau komik ini menang banyak penghargaan.
Good
  • Cerita yang mind-blowing!
  • Kehangatan dan kekocakan cerita, bikin pengen baca terus menerus,
  • Dapat dengan mudah dimengerti oleh awam ataupun yang memang mengerti baseball,
  • Penokohan yang keren,
  • Heart-warming,
  • Setiap edisinya selalu berisi, nggak ada edisi yang sekadar numpang lewat,
  • Presentasi packaging yang cukup unik,
  • Plot twist.
Bad
  • Desain tokoh yang kurang variatif
10
Perfect
Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

1 0