Yusuke Murata: Dari Juara Kontes Desain Hingga Menjadi Mangaka Sukses

Yusuke Murata: Dari Juara Kontes Desain Hingga Menjadi Magaka Sukses
Sang mangaka One Punch Man ini juga membuat ilustrasi cover komik Spider-Man juga, lho! (Source: Japanesestation.com)

Mega Man dirilis pada tahun 1987 dan sejak saat itu kesuksesan game ini meningkat seiring waktu. Game ini mungkin standar game era itu di mana player ngalahin boss bernama Robot Master. Namun, seiring waktu Mega Man berevolusi.

Pada tahun 1991, Mega Man 4 mulai dikembangkan. Namun, Capcom memberikan kejutan buat fansnya. Bukan mendesain karakter oleh mereka, tapi memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mendesain Robot Master versi mereka. Kalau menang, desain mereka akan ditampilkan dalam game.

Di antara peserta yang ikut serta ada seorang siswa SMP bernama Yusuke dengan ciptaannya bernama Dust Man yang terinspirasi dari vacuum cleaner. Desain Yusuke memikat para juri dan dipilih menjadi salah satu boss dalam Mega Man 4.

Ketika Mega Man 4 dirilis, Yusuke tentu bangga. Dia ikutan kontes lagi untuk Mega Man 5. Dengan Crystal Man ciptaannya Yusuke kembali dipilih juri untuk ditampilkan.

Untuk anak usia 13 tahun, bisa dibilang Yusuke berbakat. Lalu, apa kabar Yusuke kini? Yusuke yang 2 kali karyanya tampil di game Mega Man itu kini menjadi mangaka serial populer Eyseshield 21 dan One Punch Man.

Nama Yusuke Murata memang ditampilkan di Mega Man 4 dan 5. Namun, siapa sangka desainer Dust Man dan Crystal Man itu menjadi mangaka sukses seperti sekarang. Akun twitter @fRi0Kn5TM7rzxfE seolah mengingatkan kita semua.

“Aku dengar anak yang juara kontes desain Mega Man menjadi manga artist ketika dewasa. Jadi aku memeriksanya sendiri. Nggak nyangka kalau anak itu ternyata udah terkenal.”

Akun tersebut juga memberikan gambar pengumuman para pemenang desain untuk Mega Man 4, yang mendeskripsikan karya Yusuke:

“Karakter ini digambar dengan sentuhan unik. ‘Dust’, nama sangat keren.”

Sebelumnya, Yusuke ikutan kontes gambar untuk Mega Man 3. Dilansir Sora News 24, dalam manga autobiografi, Yusuke mengatakan kalau desainnya untuk Mega Man 3 tidak menang. Namun, desainnya terpilih sebagai honorable mention.

Semakin dewasa, tentu skill Yusuke makin membaik. Yusuke sempat menggambar Mega Man dan Robot Master dan membagikan di akun twitter-nya. Hasil gambar Yusuke sukses membuat terpana.

Like father, like daughter. Bakat Yusuke seolah menurun ke putrinya. Di usia 10 tahun, putrinya menggambar karakter Jibaku Shonen Hanako-kun yang karyanya terlalu bagus untuk anak seusianya. Bahkan, putranya yang berusia 7 tahun juga mengikuti jejak ayahnya dengan menggambar desain Jaeger dalam film Pacific Rim.

Mungkinkah setelah pensiun, Yusuke Murata bisa melihat karya kedua anaknya menjadi serial manga populer?

Cek lebih banyak asupan informasi mengenai pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Roisul Umam.

 

Written by
playing Football Manager during off time.

Is the Story Interesting?

0 0