Deretan Lagu Anime Tahun 1990-an yang Populer Sampai Sekarang

Bisa dibilang masa kejayaan anime itu dimulai pada tahun 1990-an. Entah itu berkat ceritanya maupun karena lagu anime tersebut. Ada juga yang bilang yang di antara tahun 1980-an dan 1990-an yang menjadi masa emas anime di dunia.

Pada tahun-tahun tersebut anime berjalan sampai puluhan bahkan ratusan episode, sehingga cerita yang ditampilkan pun menjadi asik dan kompleks di mata penonton. Dengan banyaknya episode, sering juga mendengar lagu opening-nya sebagai moodsetter dari satu episode bahkan satu anime itu.

Lagu ini juga menjadi kenangan tersendiri bagi kita semua yang dulu mengikuti sejumlah anime populer kala itu. Bahkan sampai sekarang pun lagu-lagu anime dari sejumlah serial populer masih dinyanyikan dan diputar banyak orang. Termasuk kamu mungkin?

1.Neon Genesis Evangelion – Cruel Angel’s Thesis

Cruel Angel’s Thesis salah satu lagu anime paling klasik dari semua anime yang pernah tayang. Anime ini berpusat pada Shinji Ikari yang mengambil tempat dan waktu 15 tahun setelah bencana besar melanda Tokyo. Shinji direkrut oleh ayahnya di organisasi NERV untuk melawan makhluk-makhluk besar yang disebut Angels, menggunakan mecha-robot bernama Evangelion. Shinji juga dibantu dengan Rei Ayanami, Asuka Langley, Toji Suzuhara, dan Kaworu Nagisa.

Apa yang bikin lagunya diinget sama para penggemar anime-nya dimulai dari vokalnya. Awal lagunya dimulai dari vokal yang agak soft dan saat beat-nya masuk, vokal menjadi powerful dan membuat setting anime-nya menjadi epik! Visualnya juga nggak kalah epik kok. Animasi yang mengiringi lagunya juga berbaur dengan flash image di mana-mana dan teks yang menjadi ciri khas animenya.

2. Digimon Adventure – Butter-Fly

Tujuh anak menerima sebuah alat kecil seperti Tamagotchi yang disebut Digivice, kemudian mereka berpindah ke dunia digital. Mereka yang berpindah ke dunia digital disebut sebagai Digidestined, orang-orang yang terpilih untuk menyelamatkan dunia digital dari kejahatan yang akan menghancurkan dunia tersebut. Masing-masing anak pun diberikan Digimon sebagai partner mereka untuk berteman dan berlatih.

Orang-orang yang lahir di tahun 1980-an akhir dan 1990-an, termasuk kamu mungkin, tumbuh dengan lagu yang dinyanyikan oleh mendiang Wada Kouji ini. Semuanya juga merasakan semangatnya lagunya. Sayangnya, Wada-san meninggal dunia pada 3 April 2016 akibat kanker yang dideritanya sejak 2011. Meskipun dengan penyakitnya, dia tetap bersenyum ketika menyanyikan lagunya. Lagu ini terakhir dinyanyikannya untuk seri film Digimon Adventure tri. yang akan berlanjut sampai part 6.

3. Dragon Ball Z – Cha-La Head Cha-La

Dragon Ball Z mengambil cerita Goku ketika dewasa, Gohan yang masih kecil, juga teman-temannya melawan makhluk-makhluk asing yang ingin menguasai bumi. Awalnya Goku bertemu dengan Raditz yang bilang dia adalah kakak yang udah lama nggak bertemu. Goku dan Raditz merupakan ras Saiyan yang hampir punah. Goku dikirim ke bumi saat masih kecil dan mengalami trauma kepala, sehingga melupakan misi aslinya yaitu menguasai bumi untuk para Saiyan.

Lagunya dinyanyikan oleh Hironobu Kageyama. Hironobu sendiri juga merasa lagu ini merupakan lagu terbaiknya. Ketika ia menyanyikan lagu ini, orang-orang selalu merasa senang mendengarkannya. Dalam interviewnya bersama J-Patrol, lagu ini yang mengubah karirnya sampai sekarang. Lagu ini juga menjadi lagu tema untuk film Dragon Ball Z: Battle of Gods yang dicover oleh salah satu band Jepang kenamaan, Flow.

4. Sailor Moon – Moonlight Densetsu

Sailor Moon mengikuti kisah Tsukino Usagi, gadis berumur 14 tahun, yang bertemu dengan kucing hitam yang bisa berbicara, Luna. Kucing hitam rewel ini dapat mengubah Usagi menjadi Sailor Moon untuk melawan Dark Kingdom yang mencari Silver Crystal, mutiara yang memberikan kekuatan tak terbatas. Nggak cuma Usagi yang melawan mereka, tapi dibantu teman-temannya, Mizuno Ami, Hino Rei, Kino Makoto, dan Aino Minako.

Season satu dan dua dinyanyikan oleh DALI dan season 3 sampai 5 dinyanyikan oleh Moon Lips. Lagu ini juga seringkali di-cover oleh beberapa penyanyi di Jepang seperti Kitade Nana dan Tsuji Nozomi, dan Megumi Ogata, pengisi suara yang terkenal, juga pernah mengcover lagu tersebut. Lagu ini juga dipakai oleh Evgenia Medvedeva, figure skater dari Rusia, di rutinnya untuk ISU World Team Trophy 2017 di Jepang.

5. Initial D – Deja Vu

Ceritanya adalah Fujiwara Takumi yang membantu ayahnya menjalankan toko tahunya. Tugas Takumi adalah mengantarkan tahu setiap pagi dengan mobil ayahnya ke hotel yang berada di daerah Akina. Perjalanan Takumi memasuki dunia street racing dimulai saat team Speed Stars mencari pengganti ketika leadernya mengalami kecelakaan saat pratice run untuk melawan Red Suns.

Ayah Takumi sendiri ternyata merupakan mantan street racer yang kemudian diminta Speed Stars untuk mengambil posisinya. Melainkan ayahnya, Takumi yang datang untuk melawan Red Suns dan menang. Dari situ Takumi semakin berminat menggeluti street racing.

Ketika orang-orang mendengarkan lagu ini, pasti akan teringat dengan Initial D. Saat diputar di mobil, kadang-kadang ada perasaan kita lagi nge-drift di Akina. Sebenernya nggak lagu ini juga sih, tapi lagu eurobeat secara umum. Namun, Deja Vu-lah yang paling diinget sama para penggemar Initial D. Lagu ini juga biasanya dijadikan meme, kadang-kadang untuk adegan apapun yang berhubungan dengan drifting atau yang mendekati.

Written by
I love rhythm games and any music that sounds great. Apple juice is life.

Is the Story Interesting?

1 0

Deretan Lagu Anime Tahun 1990-an yang Populer Sampai Sekarang

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0