Late Night Feelings by Mark Ronson – Review: Welcome to the Sadboi Club!

User Rating: 7.5

Dalam rangka menemani physical distancing karena pandemik COVID-19, akhir-akhir ini saya kembali muterin playlist-playlist lama di Spotify pribadi (Untuk Spotify Playlist JoyPixel bisa dicek di sini). Salah satunya adalah album terbaru Mark Ronson, Late Night Feelings.

Saya ingat ketika album ini pertama kali rilis pada tanggal 21 Juni tahun lalu. Animo saya terhadap album ini sangatlah tinggi. Gimana nggak? Album ini seolah menjadi penyeimbang dari album Mark Ronson sebelumnya, Uptown Special dengan single andalannya, Uptown Funk. Album ini dikemas 180 derajat berbeda dibandingkan dengan Uptown Special. Karena itu sayang kalau impresi saya terhadap album ini nggak saya share ke JoyFriends sekalian. Tanpa ba be bo lagi, langsung aja kita bahas album Late Night Feelings oleh Mark Ronson!

Berbanding Terbalik dengan Uptown Special

Mark Ronson & Miley Cyrus Team Up On New Song: Listen - Stereogum

Cuplikan video klip Nothing Breaks Like a Heart, menampilkan Miley Cyrus.

Jika di Indonesia kita punya Didi Kempot sebagai The Godfather of the Broken Heart, Mark Ronson melalui Late Night Feelings mengusung tema serupa, di mana setiap lagunya mengandung nuansa sendu dan hampir semua lagu di album ini bercerita tentang patah hati.

Jelas berbeda dengan album Mark sebelumnya, Uptown Special yang mengusung nuansa yang lebih ceria.

Perbedaan mood antara kedua album dari pria yang pernah memproduseri lagu-lagu penyanyi ternama seperti Lady Gaga, Amy Winehouse, Lily Allen, dan Bruno Mars ini jelas jadi daya tarik tersendiri. Seakan-akan Mark Ronson ingin nunjukkin dua sisi yang ada dalam konsep musikalitasnya dalam rentang waktu 5 tahun terakhir.

(Masih) Bertabur Bintang

Lykke Li Seduces Mark Ronson in Seventies-Inspired 'Late Night ...

Bukan Mark Ronson namanya kalau kolaborasinya nggak bertabur bintang. Di album ini pria yang pernah bikin duo dengan Diplo di bawah bendera Silk City ini ngajak beberapa penyanyi ternama; Lykke Li, Camila Cabello, Miley Cyrus, King Princess, Yebba Smith, sampai Alicia Keys.

Diantara kolaborasi tersebut, ada beberapa lagu yang nyantol di kuping saya. Don’t Leave Me lonely, Find U Again, Late Night Feelings, dan Pieces of Us. Uniknya, ada lirik yang jadi silver lining dari track pertama sampai track akhir di album ini, yaitu di hook-nya Late Night Feelings: On and on and on; Feeling on and on; On and on, on and on. Hook ini sukses terpatri di kepala saya selama album ini dimainin.

Hit or Miss

Saya nemuin ada beberapa kekurangan dari album ini. Ada beberapa lagu yang ngena seusai dengan konsepnya, ada juga yang saya rasa agak miss sama konsep keseluruhannya. Contohnya di lagu Truth yang agak ngebawa vibe album Mark Ronson sebelumnya. Jadinya build up sendu yang udah dibangun oleh beberapa track sebelumnya jadi seakan-akan keputus oleh track ini.

Cek juga review lainnya tentang MUSIK atau tulisan-tulisan menarik dari Satria Pamungkas, JoyFriends.

Editor: Amos Anugrah

Summary
Late Night Feelings dari Mark Ronson ini sukses mengubah mood dari album sebelumnya dengan apik. Ditambah dengan kolaborasi yang apik dari beberapa artis ternama, album ini cocok buat menemani kegalauan kamu dikala physical distancing ini. Namun, apabila seluruh mood dari tiap track-nya dapat nyampein kesenduan seperti konsep awalnya, album ini bisa jadi bakalan nggak kalah sukses dari Uptown Special.
Good
  • Suasana album yang berbanding terbalik dari album Mark Ronson sebelumnya.
  • Kolaborasi yang masih nggak kaleng-kaleng
  • Konsep album secara keseluruhan tersampaikan dengan baik
Bad
  • Ada track yang 'mutusin' mood dari album ini
7.5
Good
Written by
An electronic music enthusiast. An avid pro-wrestling observer. An amateur photographer. You can check his photo journal on his Instagram. Oh, he's also a host/moderator for JoyPodcast.

Is the Story Interesting?

0 0