Menembus Dimensi Semesta Bersama Project Cyrios!

Artwork album kedua Project Cyrios, Confidential!
Artwork album kedua Project Cyrios, Confidential! (Doc. Project Cyrios)

Kamu bosen dengan musik yang gitu-gitu aja? Pengen sensasi musik rock yang bener-bener beda? JoyPixel mau ngenalin kamu nih sama unit Space Rock asal Jakarta, Project Cyrios!

Band yang digawangi oleh Hessa Bastian (vokal, gitar, keyboard), Archie Arrahman (bas, vokal latar), Lingga Ramadhan (keyboard, synthesizer, vokal latar), dan Gilang Prass (drum) ini ngebawain konsep yang bener-bener beda untuk band lokal, bahkan internasional. Kamu diajak berimajinasi melalui lagunya, menembus dimensi, dan melihat megahnya angkasa luar. Aransemennya bukan kaleng-kaleng.

Band yang lahir pada tahun 2011 ini telah mengeluarkan dua album. Yakni Unexplained Phenomenon pada tahun 2011 dan Confidential pada tahun 2017.

Pas banget kali ini, Minggu (15/03), JoyPixel berkesempatan langsung ngobrol bareng Hessa Bastian, sang vokalis, serta gitaris dan keyboardist dari Project Cyrios, JoyFriends. Langsung aja yuk simak obrolan kami JoyFriends!

Project Cyrios Photoshoot. Dari kiri: Gilang, Archie, Hessa, Lingga (Doc. Project Cyrios)

KETERANGAN:

JP: JoyPixel

HB: Hessa Bastian

JP: Halo, Sa! Apa kabar? Gue mau nanya nih untuk JoyFriends. Gimana sih awalnya bisa kepikiran ngebentuk Project Cyrios?

HB: Hmm.. Awalnya sih coba-coba. Haha (tertawa). Nggak sih, awalnya itu sebenernya band tribute Muse, dan kebentuknya juga gara-gara ada acara waktu itu di Bandung. Eh, terus akhirnya cocok, coba bikin lagu sendiri dan alhamdulillah jalan sampe sekarang.

JP: Kalau nama Project Cyrios itu maknanya apa? Kayaknya dalem aja, gitu. Soalnya kalau gua denger, orang suka nambahin kata ‘Project’ biar keliatan keren aja namanya. Tapi kalau Project Cyrios, gue emang ngerasa kayak genius aja gitu.

HB: Nah, Cyrios itu sebenernya nama dari novel lama punya gue, namanya “The Earth of Cyrios”, as itu digambarkan bahwa Cyrios adalah nama planet yang terdeskripsi sebagai planet yang utopian banget. Dan Project Cyrios itu sebenernya salah satu chapter yang membahas government project “memindahkan orang-orang bumi ke planet tersebut”.

Nah, dari situ kita punya ide buat dijadiin nama band.

JP: Wah, menarik. Kudu baca buku itu gue. Ahaha. Apa buku itu juga refleksi lo tentang masa depan dunia?

HB: Yes, tapi lebih ke fantasi gue kali ya. Bahwa far, far away in the future; mungkin ketika binari tahun udah lima atau enam digit, kita akan pindah-pindah juga. Tapi bener loh, setaun abis novel gue jadi, NASA nemuin livable planet called Gliese-581.

JP: Kenapa tertarik dengan dunia sains berbau luar angkasa ataupun Sci-Fi? Karena saat gue dengerin lagu-lagu Project Cyrios tuh berasa banget penggambaran dunia cyberpunk-nya gitu. Lagu-lagunya beneran ‘bercerita’, bener-bener beda.

HB: There are tons of reasons why sih sebenernya. Hmm.. Mainly, mungkin karena space is “space”. Sebuah lokasi yang belum tereksplorasi dan begitu misteriusnya sehingga semua saintis di dunia pada lomba tebak-tebakan apa sebenarnya space itu.

Kalo lagu-lagunya bercerita sih sebenernya mungkin karena tema “brighter future” masih banget nempel di kita, sebenernya untuk sharing what we thought about the world’s system.

I personally love Sci-Fi karena Sci-Fi itu ibarat open world yang lo bebas mau mengarang kemana aja. Haha.

JP: Kalau album Confidential itu juga bercerita tentang bab Project Cyrios di buku lo itu?

HB: Nah, sebenernya dari album pertama juga nggak dari sisi fantasinya sih, tapi dari sisi pesannya. Dan yes, dari album Confidential pun juga sama. Tapi temanya lebih mendorong untuk “do it” ketimbang album pertama yang (as) far (as) I can say “do you know that…?”.

JP: Kalau tadi kan tentang album seputar latar belakang cerita album-album Project Cyrios. Nah, kalau dari sisi aransemen, gimana sih caranya lo bisa ngeracik album ini jadi epik banget? Maksudnya, gue belum pernah denger musik scoring sukses dibawain dalam format band gitu, bahkan untuk Angels & Airwaves.

HB: Hmmm.. Yang jelas dari trial and error sih. Dan kita biasa bikinnya juga dari konsep dulu, fix band partnya gimana, baru setelahnya sessions buat sfx dan orchestra.

Dan bikin konsepnya itu biasanya yang cukup makan waktu. Karena mesti nentuin setiap chord dan “is it playable or not” nya. Gitu sih.

Hessa saat Project Cyrios manggung di Loop Station Blok M. (Doc. JoyPixel/Iman Ramadhan)

JP: Inspirasi lo dalam membuat lagu? Apakah lo ngebayangin skenario film gitu?

HB: Yes, betul. Inspirasi dari soundtrack film sih, mostly kalau sound (terinspirasi) Hans Zimmer, (kalau) komposisi (terinspirasi) Alan Silvestri, John Williams.

JP: Album ini kan banyak pergantian pemain drum ya, dari Edwin ke Satria Willis, terus ke Gilang. Apa itu ngehambat proses kreatif?

HB: Oh, iyalah pastinya. Tapi sebenernya ini malah justru memacu proses kreatif sih menurut gue. Karena lo juga jadi terpacu untuk bikin sesuatu yang karakter permainannya beda-beda, drummer juga begitu.

JP: Ada rahasia nggak sih gimana lo ngeracik sound-nya? Entah secara sound gitar atau sfx lainnya itu?

HB: Hmm… Sebenernya nggak ada sih ya, cuma menghayal aja. Misal, kalo gitar di luar angkasa gimana ya soundnya, kalo vokal di dalem air gimana ya.. Gitu sih sebenernya.

Nge-tweaking aja, nanti lo bakal ketemu sendiri racikannya.

JP: Apa sealbum ini recording di rumah lo?

HB: Oh, nggak. Confidential recording di ALS Studio. Ada beberapa tambahan sound yang kita take di rumah, tapi mix masternya di sana lagi.

JP: Terus, kalau ditanya aliran musik Project Cyrios ke audiens, lo akan ngejawab apa?

HB: Space Rock.

JP: Seinget gue, demo album ini tuh udah lumayan lama, ya. Terus, kenapa sih butuh waktu lama dari demo sampe rilis albumnya?

HB: Karena waktu itu sembari proses pergantian drummer, jadi mesti take ulang, dan rombak materi lagi.

JP: Lagu favorit personal di album Confidential?

HB: Hmm.. Semuaa (tertawa). I think “God Lives In Cyberpunk” kali ya.

JP: Mantappp! Ahaha. Makna di balik lagu itu apa sih? Terus kenapa paling suka lagu itu?

HB: Maknanya apa ya.. Haha. Lagu itu tentang bagaimana kita sudah mengasumsikan duit sebagai Tuhan sih..

Hessa saat manggung bareng Project Cyrios di JK7 Kemang (Doc. JoyPixel/Iman Ramadhan)

JP: Lagu apa yang paling susah dibawain di album Confidential ini?

HB: Paling susah? Hmm… Lets see… I think it’s The Signs, the last track from the album. Karena in that 12 minute run, there’s so many chords and parts.

JP: Oiya, kalau gue denger dari demo album ini, kenapa narasi dan suara naratornya diganti?

HB: Oh iya, karena emang (hanya) demo. Yang real-nya emang hire VO (voice over actress) beneran, biar makin tokcer.

JP: Pandangan lo tentang musik rock ke depan?

HB: Lebih berkarya lagi dong pastinya! Makin kreatif dan makin kreatif dan kreatif lagi.

JP: Pandangan lo tentang skena musik independen ke depan?

HB: Sebenernya sih sama ya. Makin kreatif, dan khususnya indie, yuklah kita aspirasikan ide-ide non-pasar ke dunia dengan cara tetep berkarya dan ciptain sesuatu yang baru dan nggak plagiat-plagiat.

Indonesia musiknya itu kaya banget, tinggal diolah dengan baik.

JP: Intermezzo dikit, nih. Apa menurut lo kehidupan di luar sana itu ada? Maksudnya, apa kita sebenernya bukan satu-satunya makhluk pinter di dunia ini?

HB: Gue yakin ada. Dan yes, intelligences exist in their own way.

JP: Menurut lo, apa suatu saat teknologi akan menggantikan manusia?

HB: This one of course. Gue yakin di masa depan nanti, most labour work udah pake teknologi, dan pekerjaan manusia cuma pekerjaan-pekerjaan ideologis like arts, dan decision maker, kayak hakim. Something yang masih membutuhkan “rasa” ketimbang “pasal”.

JP: Pertanyaan terakhir. Jawab cepet, ya. Muse, Radiohead, atau Nine Inch Nails?

HB: Both Muse and Radiohead. Nine Inch? Nah.

JP: Nah, biar JoyFriends bisa dapetin info terbaru dan dengerin lagu-lagu Project Cyrios bisa di mana sih? Bisa juga loh dikasih infonya kalau mau mesen albumnya Project Cyrios.

Nah, at the meantime kita belum jualan fisik nih. Kita masih via download Spotify dan Apple Music aja. Di-search aja di Spotify atau Apple Music, terus download deh.

JP: Okayyy, thank you Hessa sudah bersedia untuk di-intervieww! Sukses terus untuk Project Cyrios!

HB: Okeey, sama-sama, kaaak!

Nahh, itu dia sedikit bincang-bincang JoyPixel dengan Hessa Bastian, vokalis sekaligus keyboardist dan gitaris dari Project Cyrios, JoyFriends! Gimana, menarik, kan?

Kalau JoyFriends bosen dengan musik yang gitu-gitu aja dan pengen dengerin yang beda, coba dengerin Project Cyrios aja, JoyFriends! Kamu akan di bawa keliling semesta dengan musiknya. Langsung aja dengerin di Spotify, Apple Music, dan YouTube-nya, JoyFriends!

Cek lebih banyak asupan berigizi seputar budaya populer di JoyPixel atau tulisan-tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan.

 

Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

2 0