Menilik Makna Di Balik Lagu Wake Me Up When September Ends: Lagu Green Day Curhatan Billie Joe

Green Day

Setiap bulan September datang dan pergi, netizen selalu ramai mengunggah dirinya sedang memainkan lagu Wake Me Up When September Ends milik band rock alternatif asal Amerika, Green Day, di media sosial. Kini, lagu ini kembali ramai dan menjadi trending topic di Twitter.

Dirilis tahun 2004, American Idiot merupakan singel keempat dari album spektakuler Green Day, yang membuat namanya kembali melambung setelah album Dookie tahun 1994. Album ini penuh unsur politik, namun kamu tau nggak sih, sebenernya album American Idiot ini merupakan satu kesatuan cerita utuh layaknya novel dan film? Yap, Green Day sendiri menyebutnya sebagai ‘Punk Rock Opera’.

Plus, sebenarnya American Idiot adalah album yang memiliki dua makna. Album ini tidak bercerita mengenai politik, kalau dilihat dari jalan cerita utamanya.

Menurut band yang digawangi oleh Billie Joe Armstrong (gitar, vokal), Mike Dirnt (bass, vokal latar), dan Tre Cool (drum), album ini juga memiliki makna kedua di luar jalan cerita yang berhubungan dengan dunia politik Amerika yang tengah dipimpin oleh George W. Bush, dan perang Irak-nya yang kontroversial.

Lagu ini memang catchy, easy listening, menghentak, dan melankolis. Simpel, namun maknanya begitu dalam. Video klipnya juga dikemas dengan romantis, dengan bagian peperangan di akhir yang menghentak. Tapi kamu tau nggak sih, apa makna di balik lagu Green Day yang satu ini?

Kata-kata yang Diucapkan Billie Joe Saat Sang Ayah Meninggal di Bulan September

Ilustrasi makna lagu Wake Me Up When September Ends (Source: Genius)

Yap, inilah tema utama dari lagu Wake Me Up When September Ends ini: meninggalnya sang ayah. Seperti yang sudah saya jabarkan di atas, lagu ini adalah satu-satunya lagu yang tidak terlalu nyambung dengan jalan cerita album American Idiot.

Judul lagu ini sendiri terucap dari mulut Armstrong muda yang lari dari pemakaman sang ayah sambil menangis, kemudian mengunci diri di kamarnya. Saat Ibunya pulang karena khawatir dan mengetuk pintu kamarnya, Billie hanya menjawab, “Wake me up when September ends”. Ayah Billie Joe Armstrong meninggal pada 1 September 1982 karena kanker yang dideritanya. Saat itu, Billie masih berumur 10 tahun.

Bukan Tentang Perang Irak

Jadi, lagu ini bukan mengenai wajib militer atau tentang perang Irak seperti yang dimaksud oleh Tirto. Mungkin secara video klip memang begitu, namun itu adalah makna yang ditangkap oleh sang sutradara, Samuel Bayer, yang dikenal sering membuat video klip Nirvana dan Metallica. Bayer yang melakukan treatment pada video klip ini; karena bosan dengan video klip yang gitu-gitu aja, sang sineas menginginkan video klip yang berbeda dengan tipikal video klip lainnya, kemudian dihadirkanlah video klip yang seperti film pendek yang membawa tema perang di Irak. Meski jauh dari makna lagu aslinya, Billie Joe menyetujuinya karena memiliki tema yang sejalan: sebuah rasa kehilangan.

Di-shooting akhir Maret 2004, pembuatan video klipnya begitu niat karena harus memiliki kru yang lebih banyak, serta latihan-latihan adegan.

Bukan Kelanjutan Kisah Jesus of Suburbia dan St. Jimmy

Green Day
(doc. Green Day)

Wake Me Up When September Ends merupakan lagu ke-11 pada 13 lagu yang hadir di album ini. Plus, satu-satunya lagu di album American Idiot yang nggak nyambung dengan jalan cerita yang disajikan.

Di album American Idiot ini memiliki tokoh utama yang bernama Jesus of Suburbia, di mana album ini merupakan kisah hidupnya dalam mencari jati diri. Saat dia tengah terlena dengan kehidupan senang-senangnya, karakter Jesus of Suburbia ini berubah secara sifat, hingga karakternya kemudian berganti menjadi St. Jimmy.

Di antara lagu-lagu yang ada, Wake Me Up When September Ends bukan termasuk ke dalam inti cerita album ini.

Didedikasikan Pada Korban 911 dan Badai Katharina

Wake Me Up When September Ends begitu melekat dengan badai katharina yang melekat pada 29 Agustus 2005 silam, tiga hari sebelum berganti bulan September. Lagu ini menjadi simbolik yang didedikasikan untuk para korban yang berjatuhan. Green Day membawakan lagu ini untuk konser amal ReAct Now: Music & Relief yang disiarkan di MTV. Setelahnya, Green Day merilis versi live-nya lagu ini di Stadium Gillette, Foxborough, Massachusetts pada 3 September 2005 yang dikhususkan untuk para korban.

Lagu ini juga dikhususkan untuk memperingati korban kejadian nahas 11 September 2001 silam di Gedung Kembar WTC.

Lagu yang dirilis 31 Agustus 2005 ini sendiri udah dilihat sebanyak 165 juta kali di YouTube, serta memasuki chart tertinggi di beberapa negara, serta mendapatkan sertifikasi platinum di Kanada, Denmark, Amerika Serikat, Britania Raya, dan Italia.

Cek lebih banyak asupan informasi bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan. Jangan lupa juga kunjungi FacebookTwitterInstagram, dan YouTube JoyPixel!

Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

0 0