No One is Going to Know the Difference, Single Perdana Iconic Tourist yang Solid! – Single Review

User Rating: 8
Iconic Tourist

Skena independen terus kedatangan beragam musisi-musisi keren dari berbagai jenis musik, nggak ketinggalan dari aliran musik rock alternatif. Kini, ada satu band yang belum lama ngerilis single pertamanya, sebagai bukti keseriusannya di kancah dunia permusikan. Perkenalkan, sebuah band asal Cibubur yang bernama Iconic Tourist dengan single perdananya, No One is Going to Know the Difference, yang siap menggebrak skena rock alternatif di Indonesia.

Band yang lahir pada tahun 2019 ini digawangi oleh Jova Quincy (vokal, gitar), Gatha Bobby (gitar), Tyo Bosang (bass), dan Reno Rendragraha (drum). Kali ini, JoyPixel nggak hanya memberitakan rilisnya salah satu lagu yang menurut JoyPixel wajib kamu dengerin, tapi sekaligus nge-review! Biar kali aja kamu penasaran sama lagunya dan langsung masuk ke playlist, kan?

“Ada rencana pembuatan video untuk No One Is Going to Know the Difference, mungkin di akhir tahun ini,” ujar sang bassist, Tyo Bosang.

Baca Juga:

DEBUT YANG SOLID!

Iconic Tourist
(doc. Iconic Tourist)

Pertama kali saya dengerin, musiknya seperti ter-influence perpaduan Arctic Monkeys dan Cage the Elephant. Hal ini terasa dari vokal dan efek vokal echo yang digunakan; rasanya seperti efek vokal klasik dan kental dengan pengaruh Alex Turner.

Satu hal yang paling saya suka dari lagu ini: groove antara drum dan bass nya asik banget! Saya juga suka unison antara vokal, gitar, dan bassnya di tengah lagu. Bassline-nya juga bisa dibilang jadi poin plus di lagu ini. Selain asik dan groovy, tone bassnya juara. Belum lagi di akhir lagu bassline-nya main di nada tinggi tanpa bikin lagu ini terdengar sepi. Sayang transisi dari pelan di awal ke mulai kencang, tone bass-nya terasa terlalu bulat dan hambar. Tapi setelah itu, tone bass-nya terasa lebih matang. Overdrive-nya asik banget.

Dua tone gitarnya saya sendiri nggak ada masalah, dapat dengan mudah dikenali dan dibedakan, karena keduanya memiliki karakter dan ciri khas yang begitu berbeda; namun dalam maksud baik ya, JoyFriends. Fuzz gitar pada solonya tetep dapat dinikmati dan nggak terdengar kasar.

Saya termasuk orang yang tidak terlalu suka lagu dengan porsi solo gitar berlebihan seakan ingin stand-out sendiri. Tapi, solo gitar di lagu ini terasa pas, dan benar-benar menjadi ‘bagian’ dari lagu yang langsung disambut dengan reff akhir dengan nadanya yang mulai naik, serasa membawa klimaks. Saya sih kebayang asiknya kalo lagu ini dibawain live.

Secara komposisi lagu, sebenarnya single perdananya ini terasa matang. Looks promising. Terasa singel ini seakan Iconic Tourist ingin menancapkan taring pertamanya. Lagu ini solid! Menurut saya, pasarnya ada. Secara artwork single-nya pun cukup menjual. Ekspektasi pendengar pun menanti-nantikan lagu-lagu selanjutnya bisa sesolid lagu ini.

Saya juga begitu menyukai artwork yang digunakan dalam single ini. Menimbulkan kesan estetika yang baik dan aura misterius. Jarang-jarang saya juga mengomentari tentang artwork-nya. Buat saya, artwork dan single-nya merupakan bagian dari satu kesatuan.

Sayangnya, mungkin pendengar akan langsung mengasosiasikan No One is Going to Know the Difference ini kepada lagu-lagu dari Arctic Monkeys ataupun Cage the Elephant. Memang nggak bisa dipungkiri, pemilihan tone gitar, efek vokalnya benar-benar merepresentasikan Alex Turner. Ini juga yang jadi tugas berat Iconic Tourist kedepannya; gimana caranya dapat membedakan musiknya dengan band yang mungkin menjadi idolanya. 

Muse saja, album Showbiz dikatakan oleh kritikus begitu mirip dengan lagu-lagu Radiohead. Tapi kedepannya, Muse bisa keluar dari bayang-bayang itu, namun tetap terasa campuran dari influence Muse lainnya seperti Nirvana, Rage Against the Machine, Queen yang dicampur dengan influence musik klasik dan sentuhan sendiri dari Muse yang akhirnya mendefinisikan apa itu musik ‘Muse’. 

Contohnya lagi, Angels & Airwaves. Pada awal karirnya, lagu-lagu Angels & Airwaves dikatakan sangat mirip dengan lagu U2; tapi apa yang membuatnya kemudian berbeda adalah percampuran beberapa influence Angels & Airwaves lainnya seperti Radiohead, The Cure, Depeche Mode, dipadukan dengan taste-nya Tom Delonge, sehingga dapat membentuk apa itu musik Angels & Airwaves.

Sama juga dengan kasusnya Iconic Tourist ini. Iconic Tourist nggak harus keluar banget dari pakemnya sekarang, hanya perlu memadukan apa yang mereka idolakan dengan sentuhan mereka sendiri yang sebenarnya sudah cukup terbentuk dari single pertamanya ini.

Baca Juga:

FINAL VERDICT

Sebagai lagu perdana yang dirilis untuk menunjukan eksistensinya, lagu ini terbilang solid secara komposisi. Groove bass dan drum-nya asik banget! Iconic Tourist bisa menyajikan musik yang begitu segar di tahun yang nggak segar ini. Salah satu band yang wajib kamu dengerin buat pecinta musik rock! Sekaligus membuktikan bahwa musik rock itu tidak mati.

Sayangnya, orang sulit untuk tidak menyamakan Iconic Tourist dengan band-band seperti Arctic Monkeys atau Cage the Elephant, meski saya sendiri kurang tau band ini terinspirasi siapa, namun ketika mendengarkan lagunya, saya hampir yakin kalau memang terinspirasi oleh salah satu dari kedua band ini.

Kelebihan dan kekurangan dari single pertamanya ini ngebuat pendengarnya seakan bertanya-tanya apa lagi kejutan yang akan dihadirkan oleh Iconic Tourist kedepannya.

Melalui rilis pers-nya, Iconic Tourist mengatakan akan segera merilis dua lagu lainnya di akhir tahun ini. Saya berharapnya dua single terbarunya nanti dapat menjadi penutup yang indah di tahun 2020 yang semrawut ini. Lagu No One is Going to Know the Difference ini sendiri langsung jadi salah satu lagu favorit saya dan masuk ke dalam playlist.

Kalau kamu pengen dengerin musik rock alternatif yang fresh di skena musik independen Indonesia, Iconic Tourist bisa jadi band yang cocok untuk masuk playlist-mu! Nah, kamu bisa langsung dengerin lagu dari Iconic Tourist ini di Spotify, Deezer, Apple Music, Joox, dan banyak lainnya!

Cek lebih banyak asupan informasi bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Muhammad Iman Ramadhan. Jangan lupa juga kunjungi FacebookTwitterInstagram, dan YouTube JoyPixel!

Summary
Sebuah single debut yang solid dan matang, dipadu dengan tone gitar dan bass yang asik! Belum lagi groove antara drum dan bass-nya. Iconic Tourist memiliki tantangan berat ke depannya dengan lagu-lagu yang akan dirilis, serta keluar dari bayang-bayang musisi yang mungkin diidolakannya.
Good
  • Single yang solid
  • Groove drum dan bass yang asik!
  • Unison antara vokal, gitar, dan bass yang pas
  • Komposisi dan mixing yang matang
  • Tone gitar dan bass yang matang
  • Artwork single yang estetik
  • Bassline-nya yang apik
Bad
  • Tidak terhindarnya untuk dibandingkan dengan band idolanya
  • Tone bass yang terdengar sember di awal
8
Great
Pemain bass di sonicwaves | Gemar memotret | Menulis di JoyPixel dan blog pribadi | Demen musik, film, series, game, komik, gadget dan banyak hal lainnya, makannya cocok kan di JoyPixel.

Is the Story Interesting?

1 0