10 Konsol Game Retro yang Nggak Diketahui Banyak Orang!

Game Retro

Konsol game retro sudah merubah kebiasaan entertainment banyak orang. Sebelumnya, arcade menjadi tempat utama dimana orang-orang pergi untuk bermain video game. Namun seiring berkembangnya teknologi, konsol hadir dengan berbagai judul permainan arkade yang bisa dimainkan di rumah.

Perlahan tapi pasti, tren bermain game di rumah sendiri menjadi semakin relevan. Konsol sendiri semakin memperbagus kemampuan proses grafis mereka, hingga kita bisa menikmati kualitas AAA seperti hari ini.

Playstation, Xbox, dan Nintendo, adalah tiga besar raksasa penguasa pasar konsol saat ini. Tapi percaya nggak kalau di generasi sebelum hari ini, berbagai perusahaan terjun ke pasar gaming dengan konsol mereka sendiri?

Joypixel bakal kasih kamu lihat 10 konsol retro yang nggak banyak orang ketahui!

1. Coleco Telstar Arcade

Bila mendengar kata ‘konsol’, yang pertama kali terlintas di pikiran kita adalah sebuah mesin berbentuk kotak yang disertai dengan controller khusus. Nah, Coleco, merilis produk mereka pada tahun 1977 dengan bentuk yang unik.

Dalam mesin berbentuk segitiga, akan ada controller untuk memainkan game berbeda. Tembak-tembakan, balapan, serta pong. Daripada konsol, mesin ini lebih cocok untuk disebut mini-arcade.

2. Philips CD-i

Perusahaan elektronik seperti Philips, juga pernah mencoba terjun pada industri video game. Konsol mereka, CD-i, justru adalah konsol pertama yang menggunakan media disc untuk memainkan game. Selain bermain game, mesin ini juga dapat memutar CD dan Video CD.

Sayangnya, pemasaran konsol besutan Philips ini tidak begitu baik. CD-i dianggap sebagai mesin entertainment rumah dibanding sebuah konsol video game.

3. Pioneer LaserActive

LaserDisc adalah media penyimpanan video dalam bentuk piringan CD dengan ukuran raksasa. Pioneer, perusahaan yang bergerak dalam pemutar LaserDisc ini juga pernah memproduksi konsol dengan nama LaserActive.

Konsol ini dapat memainkan game-game Sega Genesis dan TurboGrafx-16. Sayangnya, ukuran jumbo harganya yang terlampau mahal. (1000 USD pada masanya) Membuat penjualan konsol ini sepi peminat.

4. 3DO

Yang unik dari konsol satu ini, adalah tidak ada pihak tertentu yang memanufaktur mesin. Selama perusahaan tersebut membayar lisensi desain untuk perusahaan 3DO, mereka dapat memproduksi mesin mereka sendiri.

Artinya, 3DO lebih mirip seperti CD atau DVD Player, dimana berbagai perusahaan dapat membuat sendiri mesin mereka.

Hal ini menjadikan konsol 3DO memiliki perbedaan tergantung perusahaan yang membuatnya. Sayangnya konsep unik ini tidak berhasil karena harga konsol yang terlampau mahal.

5. Super Lady Cassete Vision

Cassete Vision adalah konsol video game buatan Epoch yang hanya rilis di Jepang pada tahun 80-an. Uniknya, konsol ini punya caa khusus untuk menggaet anak perempuan untuk bermain gim. Caranya: Bikin konsol versi cewek yang serba pink dan bikin mabok!

6. Gizmondo

Gizmondo merupakan konsol handheld pertama yang menerapkan fitur GPS dalam permainannya. Salah satu game Gizmondo dengan judul Colors menggunakan GPS dalam permainan, dimana pemain dapat mempertahankan lokasi asli dalam permainan dari pemain lain. Konsep serupa seperti yang dilakukan Niantic dalam Pokemon GO dan Ingress.

Lucunya, salah satu alasan kejatuhan Gizmondo, terdapat pada eksekutif perusahaannya yang terbukti memiliki jaringan dengan mafia Swedia. Dengan berbagai konflik internal perusahaan lainnya, Gizmondo gulung tikar dengan angka penjualan produknya yang buruk.

7. RDI Halcyon

Menggunakan fitur yang tidak biasa untuk konsol pada jaman tersebut. RDI Halcyon memiliki sistem input suara dalam mesinnya, dan dilengkapi dengan headset dalam paket pembelian.

Selain itu, bentuk controller nya juga lebih mirip seperti keyboard komputer. Sayangnya harganya yang mahal membuat penjualan konsol ini kurang diminati.

8. Vectrex

Sebelum ada konsol handheld, Vectrex mencoba menciptakan konsol yang sudah memiliki layar sendiri. Lahirlah konsol ‘mobile’ dengan ukuran seperti kotak power supply komputer. Sayangnya, ukuran besar dari konsol ini tidak dibarengi dengan grafis yang lebih baik, karena Vectrex hanya menggunakan satu warna.

9. Viewmaster Interactive Vision

Mungkin merupakan konsol dengan bentuk paling aneh dan controller paling nggak ergonomis dalam daftar. Konsol ini sebenarnya lebih ditunjukan untuk entertainment anak-anak kecil, dari game-game mereka dengan karakter dari The Muppet atau Disney.

10. Magnavox Odyssey

Posisi terakhir, ditempati oleh konsol yang memulai segalanya. Magnavox adalah perusahaan yang pertama kali menciptakan konsep ‘home video game’. Dimulai dari hasil otak-atik para insinyur komputer di waktu senja, mereka kemudian mematenkan Odyssey pertama dengan game Pong sebagai permainan signature mereka.

Dengan kompetisi yang semakin ketat, Magnavox meluncurkan Odyssey terbaru mereka, Odyssey 300. Sayangnya, ini merupakan konsol terakhir yang mereka buat. Magnavox bangkrut karena kalah bersaing.

Begitulah guys! Banyak usaha inovasi serta eksperimental yang dilakukan oleh manufaktur konsol pada waktu itu! Tapi berkat mereka juga, kita bisa menikmati dunia video game yang kita kenal sekarang. Kedepannya, pasti akan lebih banyak inovasi lagi, seperti grafis, virtual reality, maupun cloud gaming.

Cek lebih banyak lagi artikel bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Leo Agung. Follow juga Facebook dan Instagram Joypixel!

sumber: PC magazine, Business Insider

Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

0 0