Dibalik Konflik Epic Games Dengan Apple dan Google

Epic Games Apple Google
Sindiran Epic Games kepada iklan Apple tahun 1984 yang berdasarkan novel dan film George Orwell. (Doc. Epic Games)

Sejak kemarin, dunia maya ramai membicarakan penarikan game mobile Fortnite dari daftar App Store iOS, dan Play Store Android. Singkat cerita, hal ini disebabkan karena regulasi potongan 30 persen dari in-app purchases kedua sentral aplikasi tersebut dirasa memberatkan bagi developer game, akan tetapi kasus ini hanya salah satu dari rangkaian ketidakpuasan Epic Games selaku developer kepada Apple maupun Google.

Sebelum kita membicarakan drama yang menimpa Fortnite, akar dari permasalahan ini sudah dimulai sejak awal tahun 2020. Dikutip dari The Verge, pada 17 Januari 2020, dilaksanakan pembicaraan mengenai pengaruh perusahaan besar terhadap developer kecil yang mengorbit di ekosistem mereka. Dalam pembicaraan ini, developer yang memiliki masalah dengan Google dan Apple, datang untuk berbagi opini mengenai hal tersebut.

Pada bulan April, Apple dan Amazon diam-diam meluncurkan ‘kerjasama’. Berdasarkan laporan The Verge, bentuk kerjasama tersebut adalah akses bagi pengguna iPhone untuk membeli dan meminjam video Amazon Prime, tanpa melalui metode pembayaran Apple. Untuk Apple sendiri, kerjasama ini menghadirkan konten terhadap fitur Apple TV mereka.

Akhirnya, pada 29 Juni 2020, diadakan kembali pertemuan komite kehakiman, yang kali ini mengundang baik pihak Apple, Google, dan Amazon. Hasil dari pertemuan tersebut menyebutkan bahwa ada suatu bentuk monopoli yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar tersebut, sehingga diperlukan regulasi ulang, hingga pemberhentian praktek-praktek yang berkaitan.

Dari ketiganya, dapat disimpulkan bahwa ada sentimen tidak percaya, kepada raksasa-raksasa teknologi tersebut. 

Kemudian, pada 13 Agustus 2020, muncul berita mengejutkan terkait penarikan Fortnite Mobile dari Appstore maupun Playstore.

Kronologi kejadian bermula dari update Fortnite Mobile yang menawarkan opsi pembayaran langsung melalui Epic Games. Opsi pembayaran ini tidak hanya untuk mengakali potongan fee yang diinginkan Apple maupun Google, tetapi juga menawarkan diskon dibanding pembelian melalui perantara.

Tentu saja Apple nggak senang terhadap hal tersebut, dan menghapus Fortnite dari jajaran aplikasi mereka, hal yang sama seperti yang dilakukan Google setelahnya. Epic merespon dengan sebuah video yang memparodikan iklan Apple tahun 1984, namun di parodi ini, Apple menjadi ‘pihak pemonopoli’ yang harus dikalahkan. 

Nggak hanya sampai situ aja, surat tuntutan juga dikeluarkan oleh Epic terhadap Apple dan Google, mengkritisi sikap monopoli yang selama ini dilakukan oleh raksasa perusahaan teknologi tersebut. Untuk tuntutan terhadap Google, dimuat juga bahwa Epic mengklaim ada upaya dari Google membatalkan perjanjian OnePlus dengan Epic untuk menghadirkan Epic Launcher pada smartphone mereka.

Situasi ini diperpanas lagi oleh Epic Games, dengan membuat basis pemain gamenya sadar bahwa dengan dicabutnya Fortnite dari Apple App Store dan Google Play Store, mereka akan ketinggalan berbagai update yang akan datang.

Untuk saat ini, Fortnite hanya bisa di-install melalui situs resminya dan store pihak ketiga untuk perangkat android. Sementara sayangnya untuk pengguna iPhone tidak memiliki akses serupa, karena perangkat iPhone tidak mengijinkan penginstallan aplikasi dari pihak ketiga.

Cek lebih banyak lagi artikel bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Leo Agung.

Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

0 0