Cytus II Review: Enhanced Gameplay and Monetizations

User Rating: 8
Cytus II

Sebelum memulai Cytus II review, saya mau berterima kasih kepada Head of Content JoyPixel karena saya ditugaskan untuk mereview game ini dan sekarang malah ketagihan. Sebenarnya saya sudah memiliki game ini cukup lama tapi belum pernah dimainkan sama sekali. Saya jadi keseringan main game ini saat break menulis review saya sebelumnya yaitu Deemo.

Yang belum baca review Deemo monggo dibaca ya di sini, hehe.

Karena rhythm game rilisan Rayark yang sebelum-sebelumnya sudah diulas, sekarang kita membahas Cytus II. Game ini dilepas pada 18 Januari 2018 dan kalau dipikir-pikir sih cukup lama selang waktunya dengan Cytus pertama. Untungnya jeda waktu ini membuat game ketiga Rayark kelihatan modern banget dari sisi desain dan presentasinya.

Settingan ceritanya terjadi setelah Cytus. Semua orang di masa depan bisa mengakses virtual internet dimana pikiran mereka masuk ke dalam dunia digital. Di awal cerita ada festival musik yang dibuat oleh musisi bernama AESir. Semua guest star sudah selesai tampil namun AESir sendiri tidak muncul. Anehnya semua orang yang nonton festival itu hilang ingatan tentang AESir muncul atau tidak.

Baca juga: Cytus Review: Doesn’t Age Well

Kita akan mengikuti perjalanan cerita 3 protagonis: PAFF, Neko, dan ROBO_Head. Kalian perlu memainkan lagu-lagu dari masing-masing karakter untuk melanjutkan ceritanya. Ceritanya disampaikan melalui media sosial iM. Semua penggunanya akan membuat post tentang keadaan dan perasaan mereka saat itu.

Like Cytus 1 But More

Cytus II Review

Cytus II Review kita buka dari segi visual. Secara presentasi, warna dan UI sangat modern. Warnanya flat, design karakter anime, cyber stuff, it all mixes well. Pilihan font juga baik dan enak dibaca dalam cerita. Backround tidak terlalu terang saat main, and I really like that.

Dari segi gameplay, enggak ada yang berkurang tapi bertambah. Design note lebih enak dibaca dibandingkan Cytus 1. Nah untuk mekanisme, diberikan tipe hold note yang baru dan juga flick note. Mungkin agak susah dijelaskan lewat kata-kata, tapi bisa saya simpulkan kalau hold note baru yang berwarna kuning ini masih bisa ditahan meskipun garis yang naik turun itu mentok. Jadi targetnya adalah harus ditahan sampai hilang. Untuk flick note harus ditap dan diseret ke kiri atau kanan, enggak bisa seret vertikal.

Menurut saya kurang nyaman untuk long note baru ini. Tidak seperti tap note yang berbeda warna saat garis ke bawah atau ke atas, dia hanya satu warna aja. Mau dari atas atau bawah pun warnanya kuning. Inginnya sih bisa beda warna misalkan garisnya dari atas warna orange kalau garis dari bawah warna kuning supaya bisa paham kapan harus menekan tombol.

Untuk flick note juga agak mengalami kesulitan sih. Nyeretnya harus agak cepet dan karena sering ketutupan tangan pas main kadang jarinya suka enggak pas di notnya dan jadi miss.

Cytus II Review

Untuk pilihan level, sekarang ada 3 macam level: Easy, Hard, dan yang baru Chaos. Karena level tambahan ini pun range level jadi dari 1 sampai 15. I guess that is a good thing. Pasalnya masalah di game sebelumnya adalah level 9 itu tingkat kesulitannya udah ruwetnya kemana-mana. Paling enggak kalau range dilebarkan sampai 15 ada karakteristik untuk setiap level.

Ada juga BPM change disini. Saat garisnya akan mantul, ada peringatan apakah geraknya jadi lebih cepat atau lambat. Karena itu juga level-level yang pernah dimainkan harus agak dihafal agar bisa meraih skor yang tinggi.

About story progression, lagu-lagu yang dulunya dibagi menjadi chapter, sekarang dibagi per karakter. Setiap karakternya punya ciri-ciri musik yang ada di dalamnya. Ketika kamu mainkan salah satu lagu yang ada di salah satu karakter, karakter itu dapat exp points untuk naik level. Setiap kali naik level, bakal ada post iM yang baru dan terkadang ada lagu dan level yang baru.

New Features, New Problems

Cytus II Review

Disini masalahnya sama seperti yang ditemukan di Deemo. Karena progresi cerita, lagu-lagu yang ada terasa sedikit. Lagu yang udah terbuka jadi sering dimainkan untuk menaikan level. Pemain jadi cepat bosan.

Kemudian ada sistem level lock. At some point of the story, level karakter yang dimainin bakal kena lock biar progesi ceritanya disamain untuk semuanya. Kalau PAFF lock di level 10, maka akan muncul peringatan untuk menaikan level karakter lain ke level yang spesifik demi pemahaman cerita.

Untungnya di Cytus II versi 3.0, kalau salah satu karakter kena lock, exp pointsnya bakal bocor ke karakter lainnya. Sayangnya hanya berlaku untuk PAFF, Neko, dan ROBO_Head.

Ada tiga karakter lain sebenarnya yang kamu bakal dapat kalau main sekarang. Ivy, Crystal PuNK, dan Vanessa. Mereka nggak akan dapet exp points bocor dari lagu di karakter lain. Dan nanti ada saatnya pemain akan diminta memainkan lagu-lagu dari mereka.

Saya ada sedikit keluhan saat masuk ke perspektif karakter Crystal PuNK. Saat ceritanya masuk ke karakter ini, diberikan 3 lagu dan 1 lagu yang belum ada level Chaos. Penambahan lagu baru terjadi setelah level karakter mencapai 13. Setelahnya tidak ada lagu baru lagi sampai level 25. Kedengarannya biasa aja tapi enggak lho. Saya bosen banget mainin 6 lagu yang sama supaya bisa lanjutin cerita. Cuma demi cerita saya masih bisa bertahan mainin game ini terus.

Songs and Lots of Monetization

Sebelumnya udah saya sebut karakter-karakter yang bakal kita dapat: PAFF, Neko, ROBO_Head, Ivy, Crystal PuNK, dan Vanessa. Hanya dari base game, total lagu yang kamu bakal dapat ada sekitar 90 lagu. Itupun kalau kamu mau main sampai tamat. Dan juga sempat dibilang kalau lagu-lagu tiap karakter punya style lagu yang beda.

Lagu-lagu PAFF isinya lagu yang ada vokal perempuannya, Neko dengan lagu-lagu yang… rhythm game banget, dan ROBO_Head dengan lagu-lagu elektronik seperti dubstep dan drum and bass. Crystal PuNK seperti namanya, lagu-lagu rock dan punk.

Untuk Ivy dan Vanessa, mereka enggak ada genre-genre lagu yang mewakilkan. Lagu-lagu Ivy memiliki genre beragam ditambah lagu-lagu dari Cytus pertama. Sedangkan Vanessa lagu-lagunya tentang… setiap karakter utama yang muncul. Saya sendiri sih paling suka lagu-lagu dari Ivy karena lagu-lagu Cytus pertama muncul di situ jadi bisa nostalgia.

Sekarang system DLC sudah berubah. Bukan terdiri dari song pack tapi karakter. Ada 9 karakter yang bisa kamu beli dengan harga Rp150.000. Dompet saya jadi ngilu begitu paham harganya. Untuk satu karakter at least dapet 10 lagu tapi enggak langsung dapat semua. Harus mengikuti progress dengan menaikkan level.

Oh ya, bedanya kalau beli karakter ada background cerita yang lebih dalam dibandingkan main story. Ada juga beli lagu eceran lewat black market di dalam game. Harganya RP 75.000 untuk 5 lagu.

Finally is gacha dalam bentuk CAPSO system. Setiap selesai main, kalian akan dapat huruf-huruf CAPSO. Kalau CAPSO sudah terkumpul, kalian bisa melakukan gacha. Gachanya bisa dapat macam-macam seperti lagu baru, skin karakter, suara tap baru, dan lainnya. Ada kemungkinan akan ditambah rewardnya dengan update. Dan untuk menggunakan CAPSO kamu harus bayar RP 150.000 lagi, wow..

Saya beli semua karakternya saat mereka sedang ada sale. Kadang Rayark suka memberikan limited-time sale dan kalau nggak salah saya bayar sekitar RP 500.000 untuk mendapatkan 9 karakter. Jadi saran saya kalau mau beli karakter lebih baik tunggu sale yang Rayark umumkan di Twitter atau Facebook. Dari semua karakter DLC saya juga baru menyelesaikan ConneR. Ada level lock, surprisingly.

The Story Made Me Keep Playing

Saya enggak tahu kenapa tapi saya ketagihan main hanya demi cerita. Sebenarnya saat awal main saya agak malas karena pilihan lagu di awal sangat sedikit. Saat ceritanya mulai menarik, saya dapat lagu baru, akhirnya lanjut main terus. Enggak sadar udah main sampai tamat, hehe.

Di pertengahan bermain, saat ceritanya mulai menarik dan lagu-lagu baru belum muncul, saya beli lagu di black market. Kebetulan timing pas saat sale, turun dari RP 75.000 ke RP 30.000. Di situ pikiran saya langsung sikat aja. Saya enggak ngerti kenapa bisa kayak begini, apakah ini yang namanya khilaf?!

Sebagian besar cerita sebenarnya hanya disampaikan dalam bentuk dialog saja. Bentuk ceritanya disajikan dalam iM seperti kita baca postingan Facebook dengan komen-komennya. Ada lagi dalam bentuk personal OS yang bisa diakses di setiap karakter, disampaikan melalui dialog di transkrip audio dan video. Terkadang kita akan dapat animasi cutscene.

Sepertinya karena animasi cutscene, saya jadi ingin terus main mengharapkan akan ada cutscene baru.

Verdict

Cytus II memiliki presentasi yang modern, different song styles, gameplay simple yang bertambah fiturnya, dan cerita yang engaging. Sayang, grinding di Crystal PuNK akan membuat pemain bosan dengan 6 lagu yang sama terus-menerus. Kalau masih mau ngikutin cerita, kalian harus kuat bertahan atau beli lagu di black market.

Dengan banyaknya jumlah DLC dan harganya yang relatif mahal, lebih baik tunggu sale ya. Oh iya, dalam event-event tertentu, game seharga Rp 28.000 ini juga diberikan cuma-cuma so just stay tune.

Saya sebenarnya ingin sekali memberikan skor yang lebih tinggi untuk Cytus II review ini, tapi karena sistem DLC dan grinding dengan lagu sedikit terpaksa harus saya turunkan.

Cek lebih banyak informasi tentang rhythm game dan tulisan menarik lainnya dari Bagus Surya.

Editor: Amos Anugrah

Summary
Engaging story with enhanced gameplay and a modern presentation. Filled with a lot of DLC. Just wait until sale to get them all.
Good
  • Engaging story
  • Enhanced simple gameplay
  • Modern overall presentation
Bad
  • Lots of DLC
  • Crystal PuNK
8
Great
Written by
I love rhythm games and any music that sounds great. Apple juice is life.

Is the Story Interesting?

2 0