Deemo Review: Guitar Hero Versi Piano

User Rating: 7
Deemo

Jadi, setelah kita mereview Cytus 1 enaknya kita lanjut ke game Rayark selanjutnya yaitu Deemo. Game ini keluar pada 13 November 2013 yang artinya satu tahun setelah Cytus. Udah lama juga sih nggak main gamenya jadi kita akan bawa game ini ke arah retrospektif deh.

Ceritanya kita ngikutin kisah Alice dan figur tinggi misterius bernama Deemo. Di ceritanya juga ada piano yang bisa tumbuh pohon. Semakin sering Deemo main pianonya, semakin tinggi pohon yang akan tumbuh.

Gameplay

Biar gampangnya buat dijelasin, game ini Guitar Hero tapi piano. Tinggal kita tap aja not yang datang ke garis tap-nya. Not-nya sendiri punya ukuran yang bervariasi. Tap saja di daerah yang kena not-nya dan dapet skor. Bisa saya katakan gamenya simple dan straightforward. Meskipun belum pernah main sekali tapi bakal reflek ngetap not-nya pas datang ke garis. Not-nya juga memainkan suara piano yang mengiringi lagunya dan juga bikin immersive.

Setiap lagu juga ada 3 level: easy, normal, hard. Lebih baik lihat level angkanya aja sih karena paling tinggi level 11. Dan makin tinggi angka makin banyak not yang akan datang. Selain itu sebelum main kita bisa juga setting kecepatan not datang dari 0.5 sampai 9.5. Buat pemula sih biasanya di range 2.0 sampai 3.5 speednya tapi kalau udah mahir bisa naik ke 4 atau 5. Kalau saya sendiri sih di kecepatan 7.0 karena di level tinggi notnya kalo banyak suka berdempetan dan susah bacanya.

Kalau main di tablet seperti saya, untungnya nggak bakal punya masalah kayak di Cytus. Jari-jari kita posisinya akan hanya di bagian bawah layar dan not yang datang muncul dari atas. Artinya kita nggak akan kelewatan not karena ketutupan tangan.

Sambil main bagian rhythm gamenya, ada saatnya dimana kita harus berhenti dan explore dunia mereka. Disini kita bisa tap objek apapun yang ada dan bisa mendapatkan lagu baru untuk dimainkan. Dan kita juga bisa dapat info baru terkait dengan cerita dan latar belakang mereka. Saya secara pribadi sih hanya ingin memainkan bagian rhythm gamenya saja, tapi biar dapat lagu baru, mau nggak mau harus ngikutin.

Membandingkan dengan Cytus 1

Dan membandingkan dengan Cytus 1, Rayark disini emang ngedorong banget pemainnya buat ngikutin cerita. Soalnya di Cytus 1 pas pertama kali main nggak nyadar bisa tahu lebih dalam ceritanya. Memang lagu-lagunya dibagi per chapter tapi semua lagu udah kebuka jadinya tinggal main aja.

Di Deemo, lagunya nggak langsung kebuka semua. Kita harus main lagu yang ada dulu, numbuhin pohon, baru bisa dapet lagu baru. Dan kalau kamu cuma beli base gamenya, lagu yang kamu bisa mainin terasa sedikit. Karena progresi story, lagunya banyak yang dilock dan harus explore. Buat numbuhin pohonnya juga perlu main terus-terusan. Untungnya sih bisa tumbuh cepat dengan bantuan cahaya-cahaya yang bisa ditap.

Buat cerita yang ditawarkan Deemo saya suka sih. Ceritanya disampaikan melalui animasi cutscene yang simple dan artstyle mereka. Setelah setiap cutscene jadinya penasaran apa yang bakal terjadi selanjutnya dan karena itu harus main terus. Kalau kamu mau ngikutin storynya, kamu bakal terkejut dengan endingnya.

Songs and Visuals

Lagu-lagu yang ditawarkan sih bervariasi. Lagu piano yang slow dan tenang banyak, enak buat didengerin sehari-hari. Juga bisa sambil ngebayangin cerita yang ada dengan lagunya. Kalau suasananya berkonflik lagunya bisa cepet dan mainnya susah.

Menurut saya agak kasihan sih yang mau main lagunya doang. Dari awal dikasih lagu dikit dan numbuhin pohonnya kurang cepet. Kalo mau nambah lagu juga bisa, tapi harus bayar buat pack lagu juga. Satu pack isi 5 lagu dan harganya 59 ribu. Di versi terbarunya bisa beli pack barengan dengan diskon 49-55%. Misalkan ada koleksi berisi 9 pack, kamu cuma perlu bayar sekitar 250 ribu. Biar hemat memang harus bayar sekaligus. Jadi biar nggak bosen dengan mainin lagu-lagu base game bisa beli lagu lagi.

Jujur saya bingung kalo mau ngomongin soal visual di game ini. Tapi yang bisa saya bilang visualnya menarik sih. Art style yang dipake unik dan warna-warnanya juga soft. Flow UInya juga enak kalau mau main tinggal play dan pilih pack. Di latarnya juga bisa ngelihat Deemo dan Alice interaksi sama dunia mereka. Masih enak dilihat lah ya. BGMnya juga tenang mengiringi dunia mereka.

Untuk UI pas main sangat minimalis. Cuma ada judul lagu yang dimainin ditengah layar, garis tap, garis progress lagu, dan pause. I don’t really have any complaints here. Paling nggak para pemain bisa fokus di gamenya.

Does it still look good up to this day? I can confidently say yes.

Conclusion

Gameplaynya yang simple dan cerita yang menarik akan membuat para pemain kembali main terus. Tapi karena progresi cerita akan membuat para pemain punya lagu yang sedikit ada kemungkinan bosan dan repetitif dengan jumlah lagu yang ada. Kalo butuh lagu baru bisa beli song pack tapi lebih baik beli banyak sekalian.

Cek lebih banyak informasi tentang rhythm game dan tulisan menarik lainnya dari Bagus Surya.

Editor: Amos Anugrah

Summary
Rhythm game yang gampang dan seru namun sedikit repetitif karena progresi story.
Good
  • Engaging story
  • Lovely art style
  • Simple gameplay
Bad
  • Can feel repetitive due to story progression
  • Depending on each person, song packs can be expensive
7
Good
Written by
I love rhythm games and any music that sounds great. Apple juice is life.

Is the Story Interesting?

0 0