Preview Genshin Impact: Patokan Baru Kemampuan Gaming Ponsel Pintar

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya game kedua buatan developer Mihoyo rilis untuk platform PC, Playstation, Android, dan iOS. Menawarkan dunia open-world yang mendukung eksplorasi pemain, serta mekanisme hack-and-slash dan desain karakter ala anime. Genshin Impact menjadi salah satu judul yang ditunggu-tunggu tahun ini.

Terinspirasi dari formula yang diracik oleh The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Genshin Impact adalah alternatif bagi gamer yang tidak memiliki konsol Nintendo, tapi menginginkan pengalaman bermain yang serupa.

Kehadirannya di PC, konsol, maupun mobile, didukung dengan fitur crossplay co-op antar platform. Apalagi mengetahui bahwa game ini free-to-play, adalah pancingan sempurna untuk mengaet sebanyak mungkin orang kedalam game ini.

Joypixel juga mengikuti hype Genshin Impact selama beberapa minggu belakangan, dan mencoba sendiri menit-menit pertama gameplay-nya menggunakan Android dan PC. Berikut adalah kesan-kesan yang Joypixel rasakan setelah lama menunggu hadirnya game ini untuk publik.

Optimisasi Perangkat Mobile Patut Diacungi Jempol

Terdapat perbedaan ukuran yang besar antara Genshin Impact versi mobile dan PC. Ukuran client PC adalah sekitar 13 GB, sementara versi mobilenya hampir menyentuh 7 GB. Dengan ukuran sebesar ini, sepertinya kurang tepat menyebut Genshin adalah game mobile, alih-alih ia adalah game multi-platform dengan optimisasi khusus untuk perangkat seluler.

Untuk versi android, penulis menggunakan Samsung Galaxy M30, dengan processor Exynos 7904, disertai RAM 4 GB, dan penyimpanan 64 GB. Perangkat ini ada pada standar minimum device yang dapat menjalankan game ini, dan tentu saja, penulis menghadapi beberapa kendala selama proses permainan.

Pertama, adalah cutscene yang tersendat. Penulis tidak dapat menyaksikan secara lengkap sinematik pembuka yang menampilkan pertarungan antara karakter utama, dengan ‘The Unknown God’. Suara yang terdengar hanya noise patah-patah, dan game baru kembali lancar saat pemilihan karakter.

Tentunya ini bukan masalah besar kalau kalian memiliki ponsel yang jauh lebih baik dari punya penulis, ingat-ingat saja kalau ini bukan game untuk ponsel pintar kelas entry.

Mulai masuk ke permainan, tidak ada masalah berarti yang penulis hadapi. Walau harus bermain dengan setting grafis terendah, penulis dapat mengontrol dan bertarung dengan leluasa.

Dengan setting grafis terendah penulis mendapat fps sebesar 20 frame-per-second sambil direkam, dan peningkatan hingga 25 fps tanpa direkam. Standar paling minim untuk bisa bermain game aksi tiga dimensi.

Penulis kagum dengan optimisasi developer terhadap versi mobile dari Genshin Impact ini. Mungkin kalau cutscene nya menggunakan potongan video alih-alih render 3 dimensi, mungkin masalah cutscene yang penulis hadapi bisa teratasi.

Mobile vs Konsol?

Jawaban dari pertanyaan diatas sepertinya sangat jelas. Semakin mumpuni perangkat kalian, semakin bagus kualitas gambar dan performa Genshin Impact.

Genshin Impact versi mobile memang dapat dibawa kemana-mana, akan tetapi memiliki masalah yang sama terkait kontrol karakter. Seperti game 3d mobile lainnya Genshin Impact menggunakan virtual joystick untuk melakukan aksi.

Tidak adanya sensasi menekan tombol serta UI yang mengotori layar, sepertinya dapat jadi acuan terkait platform utama anda untuk bermain game ini.

Sayangnya, Genshin Impact juga belum menyediakan joystick support untuk versi mobile. Oleh karena itu penulis lebih merekomendasikan untuk bermain di PC atau konsol yang memiliki performa jauh leih baik.

Ponsel Pintar yang Semakin Mampu

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan perangkat mobile telah mempercepat laju industri dunia gaming. Jumlah pemain kasual yang bermain di ponsel pintar terus bertambah, apalagi perilisan game-game mobile baru yang semakin mengaburkan batas antara ‘gamer sejati’ dan ‘gamer ponsel’.

Pemanufaktur ponsel juga mulai melihat hal ini sebagai potensi pasar. Setiap tahun selalu ada perangkat yang lebih kuat daripada sebelumnya, mampu merender grafik lebih baik dibanding ponsel biasa, dapat digunakan untuk bermain selama berjam-jam, serta memiliki perangkat tambahan unik.

Mungkinkah di masa depan nanti akan ada lagi konsol portable yang menggabungkan fungsi penuh ponsel dengan gaming? Siapa tahu.

Cek lebih banyak lagi artikel bergizi seputar pop culture atau tulisan menarik lainnya dari Leo Agung. Follow juga Facebook dan Instagram Joypixel!

Written by
Pencari gem anime terbaik setiap season, cita-citanya yang paling besar adalah jadi karakter OP di seri isekai.

Is the Story Interesting?

0 0