4 Karakter yang Pernah Menggunakan Titel The Flash

Siapa bilang The Flash yang terkenal cuma Barry? Masih ada yang lainnya yang juga berperan penting di DC Universe! (doc. DC Comics)

Siapa sih yang nggak kenal The Flash? Sang Scarlet Speedster bisa dibilang superhero DC paling terkenal di dunia setelah The Trinity (Batman, Wonder Woman, Superman). Ditambah dengan serial televisinya yang tengah memasuki season 4 plus kemunculannya dalam film Justice Leaguesuperhero berkostum merah ini benar-benar mencapai puncak ketenarannya saat ini.

Walaupun udah tenar seantero dunia, pasti beberapa di antara Joyfriends masih ada yang belum tahu soal sejarah dan asal usul si manusia super cepat ini, ya kan? Makanya, baca artikel ini sampai habis ya! Oh, spoiler alert: kisah origin The Flash di komik nggak sama dengan sinet… ehm, maksud kami dengan serial televisinya.

Jay Garrick, the first

Helm besi jadi ciri khas The Flash versi Jay Garrick hingga saat ini. (doc. DC Comics)

Kemunculan pertama sang scarlet speedster ada dalam Flash Comics #1 yang terbit pada 1940. Berkisah tentang Jay Garrick, seorang mahasiswa yang menjadi manusia super setelah tanpa sengaja menghirup uap air berat. Loh kok bukan Barry Allen? Karena Barry emang bukan orang pertama yang memakai titel The Flash. Actually, ada empat orang yang pernah memakai titel itu. Tenang aja, kami bahas semua di sini.

Ciri khas dari Flash versi Jay Garrick ini dia nggak pakai topeng saat beraksi, yang dia pakai adalah helm logam yang terinspirasi dari dewa dalam mitologi Yunani, Hermes. Jay sendiri tergabung dalam kelompok superhero Justice Society of America.

Barry Allen, The Flash we know and the most popular

Barry Allen as The Flash New 52 Version (doc. DC Comics)

16 tahun kemudian, DC Comics memutuskan untuk me-remake beberapa komik yang mereka terbitkan, dan The Flash menjadi komik pertama yang dibuat ulang. Flash versi baru ini pertama kali muncul dalam komik Showcase #4 di tahun 1956. Nah, Flash inilah yang kita kenal saat ini, Barry Allen sang ilmuan forensik yang mendapatkan kekuatannya setelah tersambar petir dan tersiram bahan kimia di kantornya. Di era ini DC Comics juga membentuk sebuah kelompok superhero baru, Justice League, di mana The Flash menjadi salah satu pendirinya.

Barry-lah yang menjadi sarana DC Comics untuk memperkenalkan Multiverse dalam DC Universe. Dalam Flash of Two World (1961), untuk pertama kalinya Barry Allen bertemu dengan Jay Garrick dan menyadari bahwa dunia mereka terdiri dari banyak dunia paralel. Petualangan Barry sebagai The Flash sempat terhenti saat ia tewas dalam Crisis on Infinite Earths (1985) setelah menghentikan Anti-Monitor yang berusaha menghancurkan Multiverse. Barry baru hidup kembali pada tahun 2009 dalam The Flash: Rebirth.

Wally West, the fastest man alive

 

The Flash versi Wally West dalam DC Rebirth. Kostum The Flash milik Wally terbuat dari Speed Force dan warnanya lebih gelap dibanding kostum mentornya. (doc. DC Comics)

Setelah kematian Barry, titel The Flash diambil alih oleh sidekick sekaligus keponakannya, Wally West alias Kid Flash pertama, (yang rambutnya merah, bukan yang kulit hitam). Pertama kali muncul dalam The Flash #110 (1959), Wally West mendapatkan kekuatannya setelah secara kebetulan mengalami kecelakaan yang sama persis dengan Barry. Sebagai Kid Flash, Wally menjadi pendiri Teen Titans bersama dengan Dick Grayson (Robin I), Donna Troy (Wonder Girl), dan Garth (Aqualad).

 

Wally pertama kali mengambil titel The Flash dalam Crisis on Infinite Earths #12 dan kemudian mendapatkan serialnya sendiri dalam The Flash #1 di tahun 1987. Dalam serial inilah muncul catchphrase terkenal, “My name is Wally West. I’m the fastest man alive.” Cathcphrase inilah yang menjadi sumber kalimat pembuka dalam serial TV The Flash. Sebagai The Flash, secara otomatis Wally juga menjadi anggota inti Justice League menggantikan posisi sang paman.

Bart Allen, the unlucky Flash

Penampilan Bart Allen sebagai Impulse dalam serial animasi Young Justice. Sebagai The Flash, dia menggunakan kostum yang sama dengan yang dipakai oleh kakeknya. (doc. DC Comics)

Dalam Infinite Crisis (2005-2006), sekali lagi titel The Flash berpindah tangan, kali ini dari Wally ke Bart Allen, cucu Barry Allen yang berasal dari abad 31. Setelah Wally dan keluarganya menghilang ke dalam speed force dalam event tersebut, Bart Allen mengambil alih titel sang mentor dan menjadi Flash keempat sepanjang sejarah.

Sama seperti Wally, Bart sebelumnya juga menyandang titel Kid Flash dan menjadi sidekick Wally. Ia pertama kali muncul dalam The Flash #91 (1994), dan kemudian mendapat serial sendiri dengan judul Impulse (1995). Impulse sendiri adalah alias yang ia gunakan sebelum memutuskan untuk melanjutkan warisan Wally sebagai Kid Flash. Sayangnya perjalanan Bart sebagai The Flash nggak berlangsung lama, dia tewas dalam serialnya, The Flash: The Fastest Man Alive #13 pada tahun 2007, membuatnya menjadi Flash dengan masa bakti tersingkat.

The Flash dalam Komunitas Superhero

Kayak yang udah disebut di atas, keempat The Flash tersebut selalu menjadi anggota inti kelompok superhero di eranya masing-masing, entah itu Teen Titans, Justice League, maupun Justice Society of America. Storywise, emang rasanya nggak lengkap kalau nggak ada satu tokoh dengan kecepatan super dalam sebuah kelompok superhero. Tapi apa sebenernya yang bikin The Flash selalu dibutuhkan oleh kompatriotnya selain kecepatan supernya?

Jawabannya adalah sifat optimistis dan kebaikan hatinya. Klise memang, tapi itulah daya tarik sang Scarlet Speedster, baik di dunia nyata maupun di dunia komik. Keempat Flash tersebut memang memiliki sifat yang beda-beda, misalnya Jay yang cenderung bijaksana atau Wally yang humoris, tapi semua pasti memiliki dua sifat utama tersebut.

Kalau Batman disebut sebagai otak Justice League, maka The Flash adalah “hati” kelompok superhero tersebut. Flash-lah yang menjaga Justice League tetap “waras” dengan sifat percaya diri dan humor-humornya. Keempat Scarlet Speedster itu selalu digambarkan mampu melihat hal positif dari hal-hal buruk yang ia hadapi setiap hari.

Seperti dikuti Business Insider, The Flash merupakan superhero terbaik yang pernah ada. Salah satu contoh besar mengenai kebaikan hati The Flash bisa kamu lihat dalam episode Flash and Substance, serial animasi Justice League Unlimited. The Flash (Wally) diceritakan bertugas untuk mencari informasi dari The Trickster. Uniknya, ketimbang memaksa Trickster untuk buka mulut dengan kekerasan, Wally memilih cara yang lebih simpel, ngobrol.

Dia sadar kalau Trickster mengidap penyakit mental dan ia berusaha menunjukkan bahwa ia bersimpati dengan keadaannya. Hasilnya, nggak cuma mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Wally juga berhasil membujuk Trickster untuk menyerahkan diri ke polisi dan mendapatkan pengobatan untuk penyakit mentalnya.

Sementara dalam satu kesempatan, Bruce Wayne bahkan jelas-jelas bilang, “Barry is the kind of man that I wouldve hoped to become if my parents had not been murdered.” – Justice #8.

Seorang Batman jarang banget muji orang setinggi itu, jadi kalau dia bisa sampai ngomong kayak begitu, Barry bener-bener memberi impresi besar buatnya. Background Barry sebagai CSI juga membuatnya jadi satu dari sedikit orang yang bisa “nyambung” dengan sang Detektif Terbaik di Dunia.

Kisah keempat manusia super cepat itu juga menjadi salah satu ciri khas utama kisah superhero DC Comics secara keseluruhan; legacy. Dalam DC Comics, pergantian tokoh superhero seperti yang terjadi dalam kisah The Flash adalah hal yang wajar, karena konsep yang mereka usung adalah “pahlawan adalah sebuah ide/konsep yang lebih besar dari satu orang” dan ide tersebut bisa diwariskan secara turun temurun.

Hal tersebutlah yang membuat semua Flash memiliki karakteristik yang sama, karena setiap karakter baru mengambil titel tersebut, ia berusaha untuk menjaga dan melanjutkan warisan Flash sebelumnya.

Is the Story Interesting?

2 0

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>