Selamat Jalan Steve Ditko, The Real Father of Spider-Man

Beberapa hari yang lalu, dunia komik Amerika dikejutkan dengan kabar kematian Steve Ditko, artist legendaris yang menjadi pencipta banyak karakter komik ternama. Dua di antaranya adalah Spider-Man dan Doctor Strange. Ditko, 90 tahun, ditemukan meninggal di apartemennya di New York, Amerika Serikat, pada 29 Juni lalu.

Dilansir dari TMZ, penyebab kematian Steve Ditko adalah gagal jantung yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah. Lebih lanjut lagi, Ditko diperkirakan udah meninggal selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan oleh pekerja sosial yang bermaksud untuk mengunjunginya.

“Hari ini, keluarga Marvel berduka atas meninggalnya Steve Ditko. Steve membentuk industri ini dan Marvel Universe, warisannya takkan pernah terlupakan. Kami turut berduka bersama keluarga dan fans di masa yang menyedihkan ini,” ujar Presiden Marvel Entertainment Dan Buckley dalam pernyataan resmi Marvel yang dirilis pada Jumat (6/7) lalu.

Mengenal Dunia Komik Lewat Komik Strip

Stephen J. Ditko alias Steve Ditko lahir di Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2 November 1927. Dia merupakan putra dari pasangan Stephen Ditko dan Anna. Ditko udah mengenal komik sejak kecil berkat ayahnya yang suka banget sama komik strip di koran harian. Ketertarikan Ditko terhadap komik superhero pun makin besar ketika Batman terbit pada 1940.

Sebelum menjadi seniman komik, Steve Ditko sempat bergabung dengan U.S. Army alias Angkatan Darat Amerika Serikat pada 1945. Tugasnya selama di militer – tentu aja – menggambar komik untuk koran Angkatan Darat.

Setelah menyelesaikan masa baktinya, pada 1950 Ditko berguru ke ilustrator Batman, Jerry Robinson, yang emang mengajar di The Cartoonists and Illustrator School (kini School of Visual Arts) di New York. Robinson dengan cepat menyadari kalau Ditko – kala itu berusia 23 tahun – memiliki bakat yang nggak biasa.

Dia pun berusaha memperkenalkan Ditko ke berbagai artist dan editor yang dikenalnya, termasuk di antaranya adalah Stan Lee yang kala itu menjabat sebagai editor di Atlas Comics, “leluhur” Marvel Comics.

Karir Ditko sebagai ilustrator pun dimulai pada 1953, di mana dia direkrut untuk menggambar komik karya Bruce Hamilton yang berjudul Stretching Things. Kemudian, dia sempat menggambar komik berjudul Paper Romance yang dimuat dalam Daring Love #1 (Oktober 1953), sebelum akhirnya bergabung ke studio milik Joe Simon dan Jack Kirby.

Sempat Hiatus Sebelum Gabung Atlas Comics

Ditko sempat hiatus dari dunia komik selama setahun gara-gara terjangkit penyakit tuberkulosis alias TBC. Dia pun memutuskan untuk beristirahat di rumahnya yang berada di Johnstown, Pennsylvania.

Pada 1955, Ditko yang udah sembuh dari TBC memutuskan untuk pindah ke New York dan bekerja di Atlas Comics. Beberapa proyek klasik yang pernah dikerjakan oleh Ditko untuk Atlas Comics antara lain: Strange Tales, Amazing Adventures, Strange World, Tales of Suspense dan Tales to Astonish.

Sekitar tujuh tahun kemudian, Atlas Comics udah berubah menjadi Marvel Comics dan Stan Lee dipercaya untuk menjadi editor-in-chief. Kala itu, Stan Lee mendapatkan izin untuk membuat karakter superhero remaja bernama Spider-Man. Untuk proyek Manusia Laba-Laba ini, awalnya Stan Lee meminta Jack Kirby untuk membuat ilustrasi awalnya.

Namun, begitu ilustrasi dari Kirby selesai, Stan Lee merasa nggak puas dan akhirnya beralih ke Ditko. Bisa dibilang, Ditko-lah yang menciptakan Peter Parker/Spider-Man yang kita kenal saat ini. Mulai dari kostum, desain jaring, warna merah-biru, hingga web-shooters, semua hasil pemikiran Steve Ditko.

Spider-Man pun akhirnya melakukan debut dalam Amazing Fantasy #15 (Agustus 1962). Komik tersebut ternyata laris manis, Spider-Man pun akhirnya mendapatkan serialnya sendiri, The Amazing Spider-Man. Duet Lee-Ditko pun berlanjut dalam serial ini, berdua mereka mulai membangun dunia Spider-Man, termasuk villain si Manusia Laba-Laba yang tetap terkenal hingga saat ini, mulai dari Doctor Octopus, Sandman, Lizard, Electro, dan tentu aja Green Goblin.

Melahirkan Doctor Strange

Sekitar satu tahun kemudian, Ditko menciptakan Doctor Strange sang superhero supernatural. Penyihir ini pertama kali muncul dalam Strange Tales #110 yang terbit pada Juli 1963. Sama seperti si Manusia Laba-Laba, Doctor Strange pun sukses mendapatkan respon positif dari penggemar Marvel.

Gaya gambar Ditko dalam komik Doctor Strange yang bergaya surealisme dan pewarnaan yang psychedelic membuat komik ini jadi favorit di kalangan mahasiswa. FYI, psychedelic adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesadaran seseorang saat sedang menggunakan obat-obatan terlarang.

Kalau JoyFriends udah nonton film Doctor Strange yang dibintangi Benedict Cumberbatch, pasti inget dong banyak banget adegan-adegan yang bikin pusing saat Strange atau Ancient One “melipat-lipat” ruang. Nah itu dia yang namanya psychedelic.

Gara-gara hal tersebut, sempat muncul rumor yang menyebutkan kalau orang-orang di Marvel pasti banyak yang menggunakan obat-obatan terlarang.

“Karena mereka merasa high layaknya sedang menggunakan mushroom (saat membaca Doctor Strange). Tapi, saya nggak pernah menggunakan halusinogen, dan saya rasa nggak ada satu artist pun yang menggunakannya,” ujar mantan editor Marvel dan penulis Doctor Strange, Roy Thomas, di tahun 1971.

Cabut dari Marvel Setelah Konflik dengan Stan Lee

Sayangnya, meski terbilang sukses besar selama berada di Marvel, Ditko memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut setelah berkonflik dengan Stan Lee di tahun 1966. Ditko nggak pernah mengatakan dengan jelas ada masalah apa antara dirinya dan Stan Lee, tapi ada rumor yang bilang salah satu alasannya adalah identitas Green Goblin.

Kala itu, Stan Lee ingin sosok dibalik topeng Green Goblin adalah ayah dari sahabat Peter Parker, sementara Ditko lebih berminat menjadikan sosok asli Green Goblin hanyalah random character, bukan siapa-siapa dan nggak terkait dengan Spider-Man. Seperti yang kita tahu, Stan Lee-lah yang “memenangi” perang ide ini dengan menjadikan Norman Osborn, ayah dari Harry Osborn, sebagai identitas asli Green Goblin.

Setelah lepas dari Marvel, Steve Ditko bergabung dengan perusahaan komik bernama Charlton. Di sana, dia membangkitkan karakter superhero lawas, Blue Beetle. Dia juga menciptakan Captain Atom dan The Question. Karakter-karakter tersebut kini menjadi milik DC Comics setelah mereka membeli hak ciptanya di tahun 1983.

Ditko juga sempat menciptakan karakter yang “dia banget”, yaitu Mr. A, pada 1967. Karakter yang bernama asli Rex Graine ini bisa dibilang perwujudan ajaran filosofi Objectivism yang sangat diyakini oleh Ditko. Berbeda dengan karakter superhero pada umumnya, Mr. A percaya hanya ada “baik” dan “jahat”, hitam dan putih, nggak ada daerah abu-abu. Karakter Mr. A ini kemudian yang menjadi inspirasi Alan Moore dalam menciptakan karakter Rorschach dalam komik Watchmen.

Di tahun 1968, Ditko bergabung dengan DC Comics dan kembali membuat karakter-karakter baru yang terbilang nyentrik. Dia membuat duo Hawk dan Dove, superhero kakak beradik dengan “filosofi” yang bertolak belakang. Duo ini kemudian sering muncul dalam kisah-kisah Teen Titans.

Lalu dia juga membuat The Creeper, superhero nyentrik yang penampilannya lebih mirip setan ketimbang superhero. Sayangnya, Creeper kemudian lebih banyak diplot sebagai karakter sampingan. Di era DC Rebirth, Creeper akan bergabung dengan Red Hood dalam komik Red Hood and the Outlaws yang akan datang.

Ditko hanya bertahan di DC Comics selama satu tahun. Setelah itu, selama 20 tahun berikutnya bisa dibilang dia mulai bekerja secara freelance di berbagai perusahaan komik yang ada di Amerika Serikat, termasuk kembali bekerja dengan DC dan Marvel. Salah satu karakter terakhir yang diciptakan adalah Squirell Girl di tahun 1992 untuk Marvel Comics.

Nggak Ingin Muncul di Depan Publik

Selama masa hidupnya, Ditko dikenal sebagai orang yang nggak terlalu berminat untuk muncul di muka publik. Dia bahkan hampir selalu menolak tawaran wawancara yang diajukan kepadanya.

“Saat saya melakukan sebuah pekerjaan, bukan pribadi saya yang saya tawarkan ke pembaca, melainkan karya yang saya buat. Bukan saya yang penting, tapi apa yang saya buat dan seberapa bagus karya tersebut dihasilkan,” jelas Ditko dalam sebuah wawancara yang dilakukan di tahun 1968.

Well, terbukti, tanpa banyak bicara Ditko menjadi bagian penting dalam sejarah komik Amerika. Seperti yang udah kamu baca di atas, artist ini bisa dibilang meninggalkan “jejak” di mana pun dia bekerja. Dari Spider-Man di Marvel hingga The Creeper di DC, semua karakter tersebut lahir dari tangan dan ide brilian seorang Steve Ditko.

Beberapa di antaranya bahkan masih bertahan dan menjadi karakter legendaris yang digemari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Semoga para kreator-kreator yang ada saat ini dan di masa depan nanti bisa terus menghidupkan karakter-karakter ciptaan Ditko di masa lalu.

Terima kasih atas semua karya yang sudah Anda ciptakan, Tn. Ditko. Requiescat in pace.

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>