Barangkali Belum Tahu, Ini Bedanya Gojek, Grab, dan Uber

Siapa tahu kamu belum tahu atau pengen tahu, begini nih bedanya Gojek, Grab, dan Uber (sumber-99.co)

Transportasi online saat ini mulai menjadi pilihan utama masyarakat dalam berkendara dan bertransportasi di kota dan juga daerah. Khususnya bagi orang-orang yang biasa menggunakan supir atau mobil pribadi. Nggak ketinggalan juga buat mereka yang pakai transportasi umum seperti angkot, tapi fasilitasnya belum aman dan nyaman.

Menjamurnya layanan transportasi online yang terjadi 2-3 tahun lalu tentu juga menjadi sorotan bagi publik yang ingin mencari sedikit uang tambahan atau menjadi pekerjaan tetap. Sebab dalam beberapa startup ini memang menyediakan peluang bagi mereka yang ingin mengemudi menggunakan layanan mereka.

Barangkali kamu belum tahu, dari ketiga layanan transportasi online yang ada di Indonesia saat ini, seperti Gojek, Grab, dan Uber memiliki perbedaan-perbedaan yang mungkin nggak kamu sadari secara langsung.

Harga nggak jauh beda

Pertama tentu mengenai harganya. Baik Gojek, Grab, maupun Uber tentu punya harga yang berbeda-beda tergantung jarak dan tujuan yang ditempuh. Kamu bisa cek sendiri kok di website ketiga penyedia transportasi online tersebut.

Bisa dibilang Grab menjadi startup “terbaik” untuk urusan kantong dan dompet. Soalnya layanan asal Negeri Jiran, Malaysia ini sering mengadakan promo-promo menarik yang dapat digunakan oleh penumpang jika mereka ingin berkendara dengan budget yang seminim mungkin. Namun Grab seringkali mengalami high-fare yang nggak terduga. Untuk harga minimum yang ditekankan oleh Grab sebesar 10.000, dengan tarif per kilometer 1.500.

Ngomong-ngomong, Gojek nggak kalah menyenangkan untuk urusan dompet. Menurut Acil, salah satu pengguna transportasi online pimpinan Nadiem Makarim ini harganya seringkali bisa lebih murah dari harga aslinya.

“Karena aku menggunakan Gojek dengan jarak tempuh 15 menit cukup Rp 4.000 menggunakan GO-PAY dari harga Rp 6.000,” ujarnya.

Sedikit berbeda dengan Uber, transportasi online yang lebih banyak menggunakan kendaraan mobil ini termasuk standar pelayanan taksi pada umumnya. Jarak tempuh kurang lebih satu jam seharga Rp 100.000, tapi harga itu bisa berubah sesuai dengan keadaan.

Grab Indonesia juga cepat berkembang dan nggak kalah dengan Gojek (sumber-Grab.com)

Layanan beragam, belum terpakai semua

“Layanan Gojek enak, banyak, tapi kayaknya belum semua bisa dimanfaatin deh. Soalnya ya kebanyakan juga kali ya,” curhat Jeje, salah satu pengguna layanan lokal tersebut.

“Grab sih kayaknya lebih enak ya, simple tapi belum pernah pakai Grab buat titip beli makanan, hahaha…” tambah Jeje yang juga pengguna Grab.

Well, kalau kita lihat di Gojek, sudah beragam layanan yang diberikan. Mulai dari Go-Ride, Go-Car, Go-Mart, Go-Massage, Go-Auto, Go-Clean, Go-Box, Go-Send dan masih banyak lagi. Startup lokal ini memang menyediakan layanan yang dapat memuaskan pelanggannya, terlebih dengan mereka yang sibuk dengan waktunya namun harus membeli sesuatu atau mengirimkan sesuatu secepat mungkin. Di lain itu, startup satu ini juga memiliki rewards bagi pengguna yang sering melakukan pesanan, poin tersebut bisa di-redeem dengan voucher belanja atau gratis berkendara.

Begitu pula dengan Grab yang kurang lebih memiliki fitur yang sama. Namun, startup asal Malaysia tersebut, meski saat ini sudah memiliki GrabTaxi, terkendala dengan masalah armadanya sendiri yang terbilang masih minim.

Berbeda dengan Uber, bahkan mungkin lebih unggul dari Grab, di mana saat ini masih fokus pada pelayanan antar jemput saja, dan armadanya pun juga banyak karena bekerja sama dengan sejumlah rental mobil.

Uber pun punya inovasi self-driving-uber nih. Kamu tertarik nyobain nggak kalau ada di Indonesia? (sumber- Uber.com)

Ratusan ribu driver

Hal lainnya yang perlu kamu tahu adalah mengenai jumlah pengemudi yang terdaftar. Saat ini seperti pada website Gojek sendiri terdapat sebanyak kurang lebih 200.000 driver yang tersebar di 25 kota dengan layanan yang berbeda-beda. Sedangkan Uber memiliki kurang lebih 6.000 pengemudi yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Mau pakai apapun dari ketiga aplikasi atau layanan transportasi tadi, semoga saja kamu dapat berpartisipasi dalam mengurai kemacetan. Ya, kalau bisa sih udahan aja deh pakai kendaraan pribadi.

Writer : Dian Aprilliana

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.