Cerita Sedih Travis Kalanick dan Mimpinya Jadi Steve Jobs Kedua

Kalau orang lain nggak bisa biar gue balik lagi aja. Gambar: cnbc.com

Kalau ngomongin Travis Kalanick pasti nggak semua orang paham. Tapi kalau ngomongin perusahaan ride-sharing yang ia dirikan, which is Uber, kamu semua pasti ngeh.

Ya, kisah pebisnis Amerika ini sedikit-sedikit mirip sama kisah Steve Jobs, salah satu pendiri Apple paling diingat dan krusial, meskipun sekarang cuma mirip di bagian sedihnya (kalau kamu nonton film Jobs yang dibintangi Ashton Kutcher pasti tahu ceritanya).

Pada Juni 2017 lalu dunia dihebohkan dengan berita kalau Travis mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Uber. Ia dipaksa untuk resign oleh kelompok dominan dari kubu investor. Alasannya banyak sih, mulai dari hal pribadinya yang nggak baik. Seperti pernah ketahuan memaki-maki driver dan jadi tim sukses Trump, sampai ke kultur perusahaannya yang dinilai nggak sehat dan cenderung seksis.

“Saya mencintai Uber lebih dari apa pun di dunia. Dalam momen sulit di kehidupan personal saya, saya menerima permintaan para investor untuk mundur agar Uber dapat kembali berkembang daripada terdistraksi dengan perselisihan lain,” begitu dalam pernyataan resmi Kalanick.

Setelah pernyataan tersebut, ia pun pada akhirnya rela mundur demi Uber tersayang, yang udah besar dan udah digunakan di mana-mana. Termasuk di Indonesia tentunya.

Meskipun mundur, Kalanick masih tetap berada di Dewan Direksi dan operasional. Sayangnya sampai tulisan ini turun, posisi CEO Uber masih kosong. Kandidat terkuat, Meg Whitman, mantan CEO Hewlett Packard nggak jadi masuk karena satu dan lain hal. Sementara itu Dewan Direksi masih keukeuh buat mencari kandidat dari luar. Setidaknya, menurut MarketWatch, masih ada empat kandidat tersisa dan semuanya pria.

Inilah mungkin yang bikin Kalanick rada pongah. Dilansir Recode , Kalanick dengan pede kepada satu dari kandidat di atas kalau ia lagi “Steve Jobs-ing it.

Kalau kamu nggak terbiasa sama istilah itu, yuk mundur sebentar ke jaman Steve Jobs masih hidup.

Jobs juga pernah dipecat dari perusahaan buatanya sendiri sampai ia kembali lagi di 1996 saat NeXT diakuisisi Apple. Saat itulah Jobs diminta untuk kembali memimpin Apple dan membuat perusahaan teknologi tersebut mejadi sebuah raksasa sampai seperti sekarang.

Ya setidaknya Jobs sewaktu ke luar udah sukses bikin NeXT dan Pixar, plus kembali dengan kemenangan penuh. Semangat dari Jobs dan Kalanick patut banget dicontoh nih, guys!

Written by
Mulai mengenal pop culture dari manga Dragon Ball dan Doraemon, hingga dihancurkan secara mental dengan Evangelion. Sekarang mencoba bermain dengan visual melalui media foto dan video.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.