Dua Game Lokal Mendunia Semarakkan Game Prime 2018

(credit: Lentera Nusantara)

Bekraf Game Prime (BGP) kembali hadir, Joyfriends! Tahun ini, Game Prime diadakan di Balai Kartini, Jakarta, 14-15 Juli 2018. Sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, event ini menjadi ajang bagi para developer game lokal untuk memamerkan karya-karya mereka!

Di antara banyaknya peserta Game Prime 2018, ternyata udah ada dua game lokal yang sukses mendunia! Dua game tersebut adalah Ghost Parade karya studio Lentera Nusantara Bandung dan Ultra Space Battle Brawl karya Mojiken Studio.

Ghost Parade merupakan game berformat 2D side-scrolling dengan genre action-adventure. Game yang berkisah mengenai petualangan bocah bernama Suri dengan teman-teman hantunya udah dipastikan bakal hadir di PC, Playstation 4, dan Nintendo Switch di tahun 2019 mendatang!

“Saya senang atas perilisan Ghost Parade di seluruh dunia dalam berbagai macam platform, ini seperti menjadi mimpi yang menjadi nyata apalagi bekerjasama dengan Aksys Game yang sudah mengeluarkan judul-judul populer seperti Blazblue,” tutur CEO Lentera Nusantara Azizah Assatari.

Sementara itu Ultra Space Battle Brawl bisa dibilang merupakan fusion antara game fighting dengan game klasik Pong – game yang mantul-mantuin bola itu lho. Game ini memiliki story mode dan versus mode 1v1 dan 2v2, jadi kamu bisa maenin rame-rame bareng temenmu, Joyfriends! Ultra Space Battle Brawl udah dirilis untuk Nintendo Switch dan bisa kamu beli dengan harga $14.99 (sekitar Rp215.000).

Selain kedua game tersebut, ada juga game besutan studio Digital Happiness asal Bandung, DreadOut, yang udah lebih dahulu berprestasi. Game produksi tahun 2014 cukup fenomenal karena berhasil diunduh hingga mencapai 1 juta kali dan menginspirasi sebuah produser film untuk diangkat ke layar lebar. Dreadout menjadi game lokal pertama yang diangkat ke layar lebar lho!

Terakhir, satu game lagi dari Bandung besutan Agate Studio Valthirian Arc: Hero School Story,akan dirilis pada kuartal empat tahun 2018 di PlayStation 4 dan Nintendo Switch. Perilisan di game konsol tersebut akan menjadi batu loncatan bagi CEO Arief Widhiyasa untuk membawa Agate Studio sebagai pemain game global.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf berharap pameran game ini bisa melahirkan lebih banyak lagi game lokal yang menembus persaingan global.

“Saya berharap melalui kegiatan ini (Bekraf Game Prime 2018,red) lahir produk-produk game nasional melalui talenta lokal yang mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri sekaligus dapat bersaing dengan produk-produk negara lain di tataran global,” tutur Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>