Kebanggaan SEACA Mampu Produksi Atlet Esports Kelas Dunia

Foto bersama CEO UniPin, Ashadi Ang, bersama dengan para pemenang game Mobile Legends pada turnamen SEACA 2018. ( doc. SEACA )

Berakhirnya Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) pada 21 Oktober 2018 lalu menjadi satu titik start perjalanan Unipin Esports di Indonesia. Anak dari UniPin ini resmi memulai perjalanannya dalam mewujudkan mimpi menjadikan indonesia pusat dari eSports di Asia Tenggara.

CEO sekaligus Co-Founder UniPin Ashadi Ang, menyebutkan bahwa pesatnya pertumbuhan eSports di Asia Tenggara ini menjadi alasan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industry eSports di kawasan ini. “ Melalui SEACA kami ingin menjadikan Indonesia sebagai penghubung sekaligus pusat eSports di kawasan SEA (Southeast Asia),” jelasnya.

Pemberian sambutan oleh CEO UniPin, Ashadi Ang pada closing ceremony SEACA 2018. ( Doc. SEACA )

Seiring dengan komitmen tersebut, Unipin eSports memiliki misi ingin mempromosikan serta mengedukasi eSports sebagai gaya hidup sehat. “SEACA adalah salah bentuk edukasi yang kami lakukan,” jelasnya. Melalui event ini mereka ingin para gamers memiliki gaya hidup sehat dan disiplin, serta memiliki jam istirahat yang lebih teratur. Bahkan, buat pemicunya ada hadiah menarik yang disediakan.

Tidak kurang total hadiah sebesar USD 5.500.000 disediakan sebagai pool prize World Electronic Sports Games (WESG) yang digelar di dalam SEACA. Pemenangnya akan dikirim untuk bertanding mewakili Indonesia di kancah Internasional yang grand final-nya akan diselenggarakan di China.

Selain WESG,SEACA sendiri mempertandingkan game – game populer antara lain; Mobile Legends, Arena of Valor (AOV), PlayerUnknown’s Battleground (PUBG), Point Blank dan DOTA 2. Beberapa atlet eSports dari kawasan ASEAN seperti Malaysia, Phililpines, Thailand dan Vietnam juga turut berpartisipasi dalam event ini. Kurang lebih 230 atlet eSports, baik dari dalam maupun luar negeri ini bertarung memperebutkan hadiah senilai 1.4 Miliar Rupiah.

Kepadatan pengunjung Mal Taman Anggrek Jakarta saat menyaksikan turnamen eSports South East Asia Cyber Arena(SEACA) yang diselrnggarakan UniPin eSports pada 21 Oktober 2018. ( Doc. SEACA )

“Kami menyadari masih banyak yang harus dibenahi, dan ini jadi pekerjaan rumah yang harus kami bereskan,” jelas Ashadi. Dirinya berharap agar dukungan pemerintah lebih besar lagi kedepannya agar eSports lebih berkembang di tanah air.

“Kami ingin SEACA bisa menjadi event tahunan dan menjangkau wilayah yang lebih luas, sehingga dapat menghasilkan atlet-atlet eSports berkualitas dunia dari seluruh penjuru tanah air. Bangga dong kalau atlet terbaik di SEACA bisa ikut Asian Games dan dapat medali emas,” tutup Ashadi.

Written by
Mulai mengenal pop culture dari manga Dragon Ball dan Doraemon, hingga dihancurkan secara mental dengan Evangelion. Head of Content at JoyPixel.id.

Is the Story Interesting?

0 0