Kristian Nairn Bawa Kehangatan Hodor di Indonesia Comic Con 2018

“Hodor! Hodor! Hodor!” Begitu teriakan penggemar Game of Thrones memenuhi Hall B Jakarta Convention Center, Jakarta Sabtu (27/10) yang lalu. Mereka semua menantikan Kristian Nairn untuk mengisi panggung. Antusiasme para fans yang akhirnya membayar 20 jam penerbangan Kristian Nairn untuk ke Indonesia. Selama kurang lebih satu jam, Kristian Nairn banyak bercerita soal perannya antara menjadi aktor dan musisi.

“Untuk secara karir, baik jadi musisi ataupun jadi aktor sama baiknya. Tapi sejujurnya, aku lebih suka jadi musisi. I mean, saat syuting nggak ada yang bilang ‘good job’, tapi kalo musik – if they like it, they dance,” terang Nairn.

Waktu ngomongin soal perannya jadi aktor, pembahasannya masih nggak jauh-jauh dari perannya sebagai Hodor. Walaupun sudah tiga tahun berlalu, faktanya masih banyak penggemar yang merasa kehilangan Hodor. I have to admit, the day when Hodor died was one of the saddest moment during all of the season.

It was really nice. Tapi aku nggak tau harus respon apa. Apa aku harus bilang ‘makasih’?” terang Nairn yang langsung diikuti tawa oleh para pengunjung. Serunya, Nairn pun ikut menonton video reaction soal kematian Hodor di musim 6 episode 5. Nairn sendiri cerita, rasanya cukup aneh kalo harus liat dirinya sendiri mati. Dan rasanya jadi semakin aneh waktu lihat orang-orang nonton dan berkomentar soal kematiannya.

Sang pemeran Hodor ngobrol panjang lebar dengan para fans terkait aksinya dalam serial Game of Thrones di panggung utama Indonesia Comic Con 2018, Minggu (28/10)

Selain itu, Nairn juga cerita selama lima musim, nggak ada kru yang bercerita apa arti dibalik nama Hodor. George R. R. Martin, produser, sutradara, nggak ada yang mau menjelaskan. Nairn baru tau bahwa karakter yang ia perankan akan mati – termasuk arti dibalik nama Hodor beneran baru beberapa waktu sebelum dia syuting. “Mereka suka cara aku mati. I think I did pretty well,” lagi, Nairn menjelaskan sambil tertawa.

Seandainya Nairn bisa memilih cara Hodor untuk mati, he says that he would choose not to die. Menurutnya, Hodor adalah salah satu karakter yang baik. Tapi ketika akhirnya ia harus memilih cara Hodor untuk mati, mungkin dia akan memilih Hodor akan mati di sebuah pertempuran, because it seems fun.

Nairn juga bercerita soal kesulitannya memerankan Hodor selama syuting Game of Thrones. Mulai dari harus menggendong Isaac Hempstead yang semakin besar, sementara dirinya makin tua. Belum lagi kostum yang ia kenakan juga cukup berat, ditambah properti-properti lainnya.

“Selama syuting kita nggak pakai CGI, semuanya real. Aku harus bawa Isaac dalam jangka waktu yang lama, ditambah bajuku yang beneran terbuat dari 200 kelinci. Itu kelinci beneran. Tahu nggak? Selama syuting, kostum yang aku kenakan nggak pernah dicuci karena masalah continuity. Jadi, selama 6 tahun itu baju aku nggak dicuci. Bau banget,” tambah Nairn sambil tertawa.

Untuk memerankan karakter dengan line satu kata tentu ada tantangannya sendiri. Mungkin kelihatan gampang ya, karena selama 6 tahun Nairn cukup mengucap “Hodor” continuesly, tapi justru kesulitannya adalah bagaimana dia harus mengekspresikan emosinya dari hanya mengucap “Hodor” tadi. Bahkan nggak jarang sutradara ikut mengarahkan Nairn.

“Mereka suka bilang, ‘coba bilang Hodor! Kayak kamu ngerasa lapar’, atau ‘katakan Hodor! Seolah kamu merasa sedih,” jelasnya.

Setelah melalui masa-masa produksi, Nairn mengakui bahwa Brianne of Tarth adalah salah satu karakter yang paling ia sukai. Selain karena Gwendoline Christie bisa membawakan karakter tersebut dengan sangat baik, Brianne adalah salah satu karakter yang baik dan kuat di seantero Wasteros. Selain itu, diantara semua karakter yang terlibat di Game of Thrones, Nairn juga menyukai Tyrion Lannister. “The way we film the show, there’s a lot of actor. But he will be the number one,” terang Nairn.

Terimakasih banyak, Nairn! We do, have a lot of fun with you!

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>