Hereditary – Review : Satu Lagi Film Horor Berkualitas

User Rating: 9

Hereditary adalah salah satu kesegaran di tengah monotonnya film horor di layar lebar belakangan ini. Nggak cuma menyuguhkan perasaan mencekam, karya perdana Ari Aster untuk film berdurasi panjang ini memberikanmu sensasi berbeda yang nagih!

Sudah cukup lama Hollywood dipenuhi film horror yang mungkin masuknya B aja alias biasa aja. Selain tema-temanya sudah bisa ditebak, eksekusinya pun kadang monoton. Sebut saja beberapa franchise yang film pertamanya sangat berkesan namun film selanjutnya tidak mencapai ekspektasi. Maka saat A24 kembali merilis sebuah judul baru setelah The Witch di 2016, maka bisa dipastikan kalau kita bakal disuguhi sebuah pengalaman horor yang menyenangkan dan tidak biasa.

Debut pertama Ari Aster untuk film berdurasi panjang ini memang tampak menjanjikan semenjak trailernya dirilis. Tidak ingin menyia-yiakan momen berharga ini, sang sutradara muda Amerika ini mengolah naskah yang memang merupakan karyanya sendiri dengan eksekusi yang cukup matang. Nggak cuma kuat di segi cerita, sisi emosional film ini juga sungguh terasa.

Annie Graham yang diperankan Toni Collete adalah seorang ibu yang memiliki banyak masalah di dalam pikirannya. Perlakuan ibu kandungnya yang di luar kebiasaan membuatnya kaget melihat banyak orang yang datang melayat di hari kematian sang bunda. Pengalaman traumatik selama bertahun-tahun itu tidak bisa dia lepaskan di dalam keluarga hingga akhirnya harus berakhir di sebuah sharing group, dimana dia benar-benar bisa melampiaskan emosinya.

Masih untuk keluarga Graham, ada sang suami Steve ( Gabrielle Bryn) dan dua anaknya, Peter dan Charlie. Sementara Steve adalah seorang suami pada umumnya, Peter adalah anak remaja yang suka ngeganja sementara Charlie adalah seorang gadis kecil dengan pribadi tertutup, membuat anak perempuan ini sulit beradaptasi di lingkungan sekolahnya.

Kejadian aneh dimulai setelah sang nenek dimakamkan, mulai dari makamnya yang dirusak orang sampai kepada cahaya-cahaya aneh yang dilihat Charlie. Charlie yang merupakan cucu kesayangan neneknya merasa punya hubungan emosional lebih daripada yang lain hingga di satu saat menanyakan ke Annie siapa yang menjaga dirinya kalau sang ibu meninggal.

Satu persatu kewarasan keluarga tersebut dipertanyakan. Annie yang tambah merasa bimbang dengan segala keanehan yang terjadi perlahan menemukan kejelasan. Sementara Peter pun mengalami kejadian besar yang selamanya mengubah hidupnya. Plot cerita lebih baik dirahasiakan, namun kamu semua nggak bakal menemukan apa yang bisa ditemukan dalam pikiranmu, walau bisa menebak satu bagian di dalam ceritanya.

Total Emosional

Berbicara tentang hubungan emosional, Hereditary menyuguhkan hubungan per karakter yang nggak main-main. Semuanya diolah dengan total melalui akting yang mengagumkan. Akting Toni Colette yang superb sebagai ibu yang traumatik menjadi seorang ibu yang berduka, depresi dan hilang akal sangat patut diganjar penghargaan. Dengan bebasnya Toni berselancar di tengah gelombang misteri di film ini dengan tanpa tedeng aling-aling. Sangat natural bagaikan itu adalah perwujudan lain dirinya yang muram seram.

Sementara Alex Wolff pun melakukan hal yang sama. Seorang remaja yang rebel tiba-tiba bisa berakting histeris dan menangis seperti bayi. Semuanya selaras dengan atmosfir horror yang dibangun pasti sejak awal filmnya. Pelan tapi pasti, kamu nggak bakal langsung dikejutkan dengan jump scare meski memang ada. Kamu juga nggak bakal diberikan pemandangan serem dan menjijikan meski memang ada. Untuk ukuran film horror semua yang gorish dan nightmarish diberikan di sini dengan porsi yang pas, nggak berlebihan.

Verdict

Hereditary bisa memberikan semua yang kamu inginkan untuk ukuran film horor. Baik dari sisi psikologikal sampai ke supranatural. Dari sisi gore yang bikin kamu ngilu sampai ke perasaan takut karena teringat salah satu scene di film ini. Oh ya, belum lagi sisi emosionalnya yang bikin kamu merasa seperti melihat film drama namun juga dibuat geleng-geleng dengan semua yang terjadi di dalamnya.

Lebih dari The Witch, film ini bisa diumpamakan sebagai versi high-pace dengan eksplorasi yang lebih dalam lagi. Bagi para veteran, atmosfir ketakutan layaknya di era 70an seperti dalam Rosemary’s Baby dan The Exorcist bakal kamu temukan di sini. Sebuah penyempurnaan horor di masa modern.

 

 

Summary
Hereditary adalah sebuah masterpiece horror di era modern. Nggak cuma ngasih ketakutan psikologikal, unsur supranatural juga diberikan dengan bertahap. Sebuah kesempurnaan dari naskah, akting sampai ke detil yang benar-benar terjaga.
Good
  • Debut Ari Aster yang mengagumkan, naskah dan ekskusi yang digarap matang
  • Akting Toni Colette patut diganjar Oscar
  • Semua unsur yang ada di film horor mampu diberikan dengan nggak lebay
Bad
  • Sebuah debut yang terlalu sempurna, bisakah memberikan yang lebih baik setelahnya?
  • Beberapa adegan masih bisa tertebak, meski masih bisa digali untuk menjelaskan misteri
9
Amazing
Written by
Mulai mengenal pop culture dari manga Dragon Ball dan Doraemon, hingga dihancurkan secara mental dengan Evangelion. Head of Content at JoyPixel.id.

Is the Story Interesting?

4 0