Along With The Gods 1 & 2 – Review : Perjalanan Afterlife Sarat Pesan Moral

User Rating: 8.5

Nggak pernah ada yang menduga kalau film adaptasi webtoon karya Joo Ho-min, Along With The Gods, bakal laris manis di pasaran. Dengan pengambilan gambar yang diperuntukan buat satu film namun dirilis menjadi dua bagian terpisah, film pertama yang dilepas tahun 2017 berjudul Along With the Gods: The Two Worlds pecah di sinema Korea. Bahkan masuk menjadi film kedua dalam sejarah yang paling banyak ditonton dengan 14,4 juta tiket terjual dibawah The Admiral : Rolling Currents yang merajai dengan 17 juta penonton.

Maka dari itu nggak heran saat film keduanya yang berjudul Along with the Gods: The Last 49 Days dirilis di 2018, garapan Kim Yon-hwa ini juga laris manis. Setidaknya sampai artikel ini ditulis film ini sudah berada di urutan 11 dari daftar film penjualan terbanyak.

Lantas apa yang menjadikan film ini begitu disukai? Banyak faktor tentunya yang bakal kita bahas sekalian di dalam ulasan, namun yang sudah jelas adalah temanya. Dua film ini secara bersambung menceritakan tentang apa yang terjadi setelah manusia meninggal dan ke mana jiwanya pergi. Reinkarnasi adalah jawabannya, sesuai dengan paham yang dipercayai sebagian besar penduduk Negeri Ginseng.

Along with the Gods: The Two Worlds

Film pertama ini menceritakan tentang Kim Ja-hong (Cha Tae-hyun) ketika ia meninggal dan memasuki dunia yang bisa disebut juga sebagai Afterlife. Di Afterlife ini semua manusia yang telah meninggal akan menghadapi persidangan untuk menentukan apakah jiwa tersebut layak untuk diberikan kesempatan reinkarnasi atau tidak. Nah, manusia-manusia yang baru meninggal ini pasti ditemani oleh tiga malaikat kematian. Di sini Kim Ja-hong ditemani oleh Gang-lim (Ha Jung-woo), Haewonmak (Ju Ji-hoon), dan Lee Deok-choon (Kim Hyang-gi) untuk membantu melewati tujuh neraka yang akan menimbang dan mengukur perbuatan Kim Ja Hong selama di dunia.

Nah, ketujuh neraka ini mirip-mirip tujuh dosa besar manusia yang ada di Divine Comedy karya Dante Alighieri yang mana detilnya adalah Neraka Pembunuhan, Neraka Kemalasan, Neraka Kebohongan, Neraka Ketidakadilan, Neraka Penghianat, Neraka Kekerasan dan Neraka Kekeluargaan. Selama melewati neraka-neraka tersebut, ketiga Malaikat Kematian akan membantu membuat pembelaan atas tuduhan-tuduhan perbuatan tidak baik Kim Ja-hong selama di Dunia. Makanya nggak heran kalau di film ini banyak adegan flashback yang menceritakan hidup Kim Ja-hong, adik laki-lakinya dan juga ibunya.

along-with-the-godsKemampuan akting yang menjiwai karakternya menjadi kekuatan di film ini. Kita bisa melihat kebingungan seorang manusia yang diadili menurut kehidupannya, dengan segala emosi yang ada. Lucunya, ketiga malaikat kematian ini pun tidaklah sempurna karena masing-masing mereka memiliki pribadi yang unik. Di sinilah taste drama khas Korea kental terasa dimana banyak adegan yang bisa bikin kamu ngakak namun juga bisa bikin nangis bombay (cewe-cewe pasti paham rasanya )

Kualitas CGI pun harus masuk dalam penilaian. Penggambaran afterlife di film ini bisa dibilang nggak murahan. Apalagi setiap persidangan direpresentasikan dengan dunia yang sama sekali berbeda. Kebayang kan gimana visual yang dipersiapkan untuk 7 dunia mulai dari gurun pasir sampai padang salju? Belum lagi monster-monster yang ada di dalamnya.

Ya, di sini banyak adegan perkelahian dengan para monster yang seru banget buat ditonton. Buat yang beranggapan ini film drama melankolis, anda salah besar. Porsi genre dalam film ini tidak terlalu besar, bahkan masih ada adegan komedi yang segar menghibur serta ada juga adegan laga yang tentunya
membuat kita deg-deg serr..

Baca juga: Okja – Review: Pesan Hangat dan Kesadaran dari Korea Selatan

Along With The Gods : The Last 49 Days

Di film kedua yang notabene lanjutan cerita dari yang pertama, sekarang gantian adik Kim Ja-hong yaitu Kim Su-hong ( Kim Dong-wook) yang menghadapi masa peradilan di tujuh neraka. Serunya adalah sang adik bakal ditemenin oleh 3 Malaikat Kematian yang sama seperti yang menemani kakaknya di film pertama. Nggak cuma itu, kisah masa lalu mereka pun bakal dibahas tuntas dimana buat yang penasaran, hal ini bakal jadi nilai plus. Selain itu ada juga kisah God Of House atau Dewa Penjaga Rumah yang menjaga sebuah keluarga kecil berisi kakek pemulung dan cucunya.

Lagi-lagi saya merasa terkesan dengan efek CGI yang ada di film ini, kenapa saya bisa bilang terkesan, karena walau saya menonton film ini di bioskop regular 2D, saya masih bisa menikmati Visual CGI yang layak dinikmati. Dan banyak plot twist yang ada di film ini yang bisa bikin penontonnya merasa kaget-kaget kecil.

NB: Ulasan ini dibuat oleh Icha Rizka Hijriyanti, a sci-fi movie fan who dreamed to join in X-Men’s Xavier School.

Summary
Saya suka sekali dengan AWTG series dimana film ini membuat saya banyak berfikir dan belajar walaupun paham reinkarnasi sangat berbeda keyakinan pribadi. Menurut saya AWTG adalah film yang menghibur dan mendidik untuk semua kalangan karena sarat sekali dengan pesan moral dan pentingnya keluarga.
Good
  • Lots of moral value
  • Casting cocok banget sama karakter yang diberikan
  • Plot twistnya menyenangkan, nggak nyangka
Bad
  • Masih ada plothole di cerita tentang alasan perbuatan beberapa karakter
  • CGI dinosaurusnya nggak banget
8.5
Great
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>