Batman Ninja – Review : Nggak Ninja Banget

User Rating: 7
Pertempuran yang epic nih antara Batman dan Joker, yang hanya tersaji di Batman Ninja... yang nggak ninja banget juga. (doc. DC)

Saat melihat trailer dari film animasi Batman Ninja beberapa waktu lalu, saya pikir ini bakal jadi filmnya DC yang setidaknya lebih baik daripada DC Extended Universe. Nyatanya memang bener lebih baik, meskipun buat saya pribadi ada beberapa bagian yang menurut saya mengecewakan and under my expectation.

Batman Ninja sendiri merupakan film animasi DC yang berlatar waktu di jaman Edo dan berlokasi di Jepang. Di sini, Batman/Bruce Wayne harus mencari Joker, serta melawannya bersama dengan musuh-musuh lainnya yang sebelumnya berada di Arkham Asylum. Beberapa di antaranya ada Two Face, Poison Ivy, Penguin, Deathstroke, dan Gorilla Grodd. Batman nggak sendirian, ada Catwoman, Robin, Red Robin, Nightwing, dan Red Hood yang membantunya dalam mengalahkan Joker.

Dari segi cerita sih cukup menarik. Dalam masa perburuannya mencari Joker, kita akan melihat gimana jadinya Batman menjadi seorang ninja, meskipun dalam film animasi ini baru bener-bener jadi ninja di penghujung film. Cukup mengecewakan mengingat judulnya Batman Ninja, di mana ekspektasi saya sih semestinya dari awal emang udah berkostum atau punya skill ninja.

Ada beberapa konspirasi yang terjadi juga di antara para penjahat Arkham ini, termasuk pengkhianatan dan pengendalian pikiran. Kita juga dapat melihat Grodd menjadi sosok yang superior di film animasi ini, plus Joker yang bener-bener “sinting” dan mampu mengacak-acak Batman, bahkan sampai babak belur dan mampu menipunya habis-habisan. Cukup mengesankan lah.

Battle yang cukup epic

Kalau kamu mengharapkan pertempuran maupun battle yang asik dilihat dan cukup epic, ya film ini menyajikannya dengan baik. Film animasi Batman Ninja ini menghadirkan pertarungan yang epic antara Batman dan Joker. Gimana dengan yang pertempuran melawan musuh yang lain? Biasa aja.

Fokus battle di film animasi ini ya cuma di antara Batman dan Joker. Ya mungkin duel antara Catwoman dan Harley Quinn juga cukup asik dilihat. Namun yang jelas di awal dan di akhir film animasi ini kita akan melihat bagaimana Batman melawan Joker dengan senjata-senjata andalannya, sampai akhirnya memperlihatkan jurus ninjanya yang cuma keluar di akhir cerita. Pun demikian dengan Joker yang tiba-tiba aja jadi ahli pedang dan mampu bikin Batman terpojok.

Sidekicks yang hampir nggak berguna

Seperti yang kamu tahu Batman punya beberapa sidekick andalan, seperti Nightwing, Red Hood, Red Robin, dan Robin. Namun di antara keempatnya bisa dibilang cuma Robin yang paling berguna sepanjang film. Sisanya bener-bener cuma jadi figuran. Robin lebih banyak berguna karena memiliki partner seekor monyet yang mampu memanggil kawanannya untuk melawan musuh. Plus sebagai informan, Robin di sini bener-bener berguna banget.

Pertarungan robot yang bikin mood turun

Oke… Sepanjang saya menyaksikan film animasi ini, awalnya saya cukup berekspekatasi sepanjang film saya akan terkesima dengan intrik-intrik ala DC animated series or movies, tapi ternyata… Ada satu momen di mana saya pikir merusak mood dan ekspektasi saya. Di tengah-tengah justru kamu akan melihat pertarungan antar robot, yang seharusnya sih nggak perlu ada. Apalagi ini di era Edo, masih jadul banget lho dari teknologi kekinian.

Tapi bener deh, ketika ada robot keluar mood saya langsung down dan dalam pikiran saya terlintas “WTF DC!!!???“, sampai akhirnya saya kesel sendiri. Padahal pertarungan seperti biasa aja, dalam hal ini antara manusia melawan manusia, alias Batman melawan musuh-musuhnya yang memiliki banyak pasukan udah seru juga.

Battle with big robot and they can “gattai”??? Seriously it’s unnecessary. Bikin mood turun banget sih.

Perpaduan 2D dan 3D yang cukup baik

Kalau kamu menyaksikan film ini dengan baik, tentu kamu akan merasa nyaman dengan perpaduan visual 2D dan 3D yang berjalan dengan baik. Film animasi ini terasa lebih hidup dan lebih seru. Apalagi di pertengahan sebelum Batman menjadi seorang ninja atau mengklaim dirinya ninja, kita akan melihat visual 2D yang bernarasi soal interaksi antara Batman dan para sidekick-nya, plus dengan Alfred juga. Pengalaman saya menontonnya sih jadi cukup enjoy juga.

Ninja yang nggak ninja banget

Judulnya Batman Ninja, ekspektasi kamu mungkin sama dengan saya. Ya, ingin melihat aksi Batman sebagai ninja sepanjang film, tapi ternyata yang kamu dapat hanya melihatnya di akhir film! Wah ini sih memang ngeselin. Tapi ya… mungkin tim DC mempertimbangkannya sendiri. Tapi setidaknya ada beberapa bagian cerita yang memang menghadirkan pertarungan antara para ninja atau sidekick Batman seperti Nightwing, Red Hood, Red Robin, dan Robin yang bener-bener berguna dan memperlihatkan skill ninja mereka.

Karena seharusnya sih dari judul film aja udah bisa merepresentasikan keseluruhan filmnya dengan baik. Bukan sekedar merepresentasikan latar waktunya yang berada di era Edo. Sebagai penonton yang mungkin cukup awam dengan keseluruhan cerita Batman di komik sih, saya merasa tertipu dengan judulnya. Meskipun secara cerita saya menikmatinya dan enjoy. Belum lagi kostumnya, mungkin kalau udah rilis mainannya saya akan langsung beli, hehehe…

Tapi bener deh, film animasi ini nggak ninja banget juga lho. Karena memang si Ninja Batman keluarnya terakhir gitu dan jujur aja, saya yang nungguin dia keluar bener-bener agak kecewa sih. Apalagi ketika ia menggunakan armor ala samurai, jadi saya berpikir apakah ini jadinya Batman Samurai??? Menurut saya sih ini ganggu banget dan jadi kekurangan yang cukup berpengaruh terhadap menikmati film ini, nggak tahu kalau kamu, mungkin kamu akan fine aja. But overall, this animated movie is worth to watch, soalnya memang memberikan pengalaman baru dalam menonton cerita Batman.

Summary
Film Batman Ninja ini sebenernya biasa aja, hanya memberikan pengalaman baru dalam menikmati cerita Batman dan juga pertarungan yang cukup apik antara The Dark Knight melawan Joker. Meskipun ada beberapa kekurangan dalam film ini yang cukup berpengaruh, film ini tetap jadi hiburan yang oke ketimbang harus nonton Justice League maupun Batman V Superman.
Good
  • Pengalaman baru menikmati cerita Batman. Ada di era Edo, Jepang!
  • Pertarungan antara Batman dan Joker cukup epic
Bad
  • Ada pertarungan robot yang mestinya nggak diperlukan muncul
  • Para sidekick Batman hampir nggak berguna. Cuma Robin yang paling tampil
  • Batman Ninja cuma keluar di akhir cerita dan tidak judulnya mungkin harus diubah
7
Good
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>