Black Mirror Bandersnatch – Review : Choose Your Ending!

User Rating: 9
Gila, ini film yang jenius. Kamu harus segera nonton Black Mirror Bandersnatch! Kamu akan bener-bener terlibat dalam sebuah film! (doc. Netflix)

Franchise yang lagi happening belakangan ini, Black Mirror kembali lagi ke streaming service paling hits masa kini, Netflix. Lewat Black Mirror Bandersnatch, yang tampil dalam bentuk film panjang, sang kreator Charlie Brooker dan Annabel Jones menghadirkan cerita yang jenius. Kali ini jalan cerita dan ending-nya kita yang tentukan!

Serius deh, jadi selama film ini berlangsung, kamu dihadapkan oleh dua pilihan yang muncul lewat pop up di mana dua pilihan tersebut harus kamu pilih dalam hitungan detik. Pilihan kamu akan menentukan gimana jalan cerita selanjutnya.

Jadi tuh di Black Mirror Bandersnatch, kita akan mengikuti kisah seorang programmer game muda bernama Stefan Butler yang diperankan Fionn Whitehead, bintang dari film Dunkirk, di mana dia pengen mewujudkan cita-citanya untuk merilis game bernama Bandersnatch. Game ini dibuat Stefan berdasarkan buku berjudul sama yang dibuat Jerome F. Davies, di mana dalam buku tersebut jalan ceritanya bisa dipilih sang pembaca.

Kurang lebih awal ceritanya sih udah pasti lah kayak di atas, tapi untuk selanjutnya jalan ceritanya kamu yang tentukan. Ah ya, di film ini juga si Stefan ngefans sama programmer game bernama Colin Ritman yang diperankan Will Poulter, yang sebelumnya dikenal lewat film We’re the Miller dan The Maze Runner Trilogy. Jadi singkatnya si Colin ini jadi semacam inspirator Stefan agar gamenya bisa sesukses Colin. Soalnya si Colin ini udah bikin banyak game dan sukses banget.

Namun, ceritanya memang benar-benar beragam dan alurnya beda-beda. Bahkan kita akan dibikin mengikuti alur yang maju-mundur. Soalnya memang ketika kita udah berada di ending, nggak ada ending yang bener-bener real by the way, ada aja pilihan-pilihan lainnya yang menentukan jalannya cerita baru. Bahkan ada beberapa jalan cerita yang ending-nya ke masa depan, hahaha… serius lho!

Karakter Stefan dan Colin kuat banget

Di luar jalan ceritanya yang memang cuma masing-masing dari kita atau setiap penonton yang tahu dan memutuskan, menurut saya sih film ini juga kuat dari dua karakter yang sangat berpengaruh. Tentu aja si Stefan dan si Colin. Dua-duanya punya pengaruh kuat banget untuk film ini, karena berhasil membangun emosi kita para penonton dan juga dua aktornya terlihat totalitas banget buat jadi sosok seorang programmer.

Stefan yang diperankan Fionn Whitehead menurut saya sukses mengajak kita masuk ke dalam kehidupannya yang penuh pikiran, bahkan sampai stres. Seakan-akan kita masuk menjadi dirinya, meskipun sepanjang film ini semua keputusannya adalah pilihan kita lewat jawaban-jawaban yang kita klik.

Satu lagi yang menurut saya keren ya si Will Poulter ini, yang memerankan Colin Ritman. Menurut saya dia berhasil menjadi sosok aktor yang luar biasa. Dia pernah jadi karakter yang konyol dan bodoh di We’re the Miller, tapi dia juga pernah jadi sosok antagonis di film Detroit dan The Maze Runner. Nah di sini, dia jadi sosok programmer game yang bijak, inspiratif, dan cool. Buat saya sih dapet banget dan film Black Mirror Bandersnatch ini bakal jadi langkah selanjutnya buat Poulter.

Keduanya bener-bener memberikan sentuhan yang kuat banget buat film ini. Fionn dengan jejak rekamnya di film Dunkirk dan Poulter yang udah pernah memainkan beragam peran mulai dari yang konyol sampai kejam, menurut saya sih film ini bener-bener hidup, disamping melibatkan kita sebagai penonton untuk menentukan pilihan ceritanya kayak gimana.

Singgung isu konspirasi

Sebenernya kalau kamu perhatiin film ini, meskipun setiap pilihan cerita yang kamu pilih itu beda-beda, pembawaannya alus banget. Bahkan mungkin kamu nggak akan ngeh kalau film Black Mirror Bandersnatch ini menyinggung beragam isu konspirasi dunia. Salah satunya sih kalau pemerintahan itu mengawasi kita dan mencatat semua gerak-gerik yang kita lakukan di balik “black mirror” alias TV dan lain-lainnya.

Isu soal konspirasi ini dibahas lewat pesan-pesan yang disampaikan Colin Ritman. Dia bilang dalam film ini dan berulang-ulang kalau semua yang Stefan pilih atau tentukan udah dikendalikan oleh seseorang atau “sesuatu” di mana sebenernya dalam film ini adalah kita. Bahkan saat Colin bilang ada yang mengendalikan gerak-gerik mereka, saya jadi mikir gini, “wah ini film ngomongin gue ya?” dan juga “gila ini film beneran interaktif banget, sampe berasa ini gue yang emang ngawasin gerak-gerik mereka”, padahal ini kan film.

Stefan sampai harus konsultasi kejiwaan karena stres. (doc. Netflix)

Kita hanyut dalam film ini

Ya, kayak yang udah saya bilang di awal dan pertengahan review ini, kita emang diajak untuk memilih jalan cerita dan nasib dari Stefan di film ini. Mau dia ngebunuh orang kek, mau dia mati bunuh diri, bahkan sampai dia sukses ngerilis game Bandersnatch-nya dia kek, itu kita yang tentuin satu-satu. Plus kita makin hanyut dalam cerita karena dialog-dialognya seolah tuh ngomongin kita banget.

Salah satunya saat si Colin bilang ada yang mengawasi gerak-gerik mereka dan juga keterlibatan pemerintahan terhadap situasi hidup manusia di film ini, itu seakan-akan lagi ngomongin kita. Dan ada sejumlah scene di mana Stefan “bertanya” kepada kita untuk melakukan apa yang selanjutnya dia lakukan.

Film Black Mirror Bandersnatch ini juga sukses seolah-olah membuat kita hidup dalam film ini. Bukan sekedar memilih jalan cerita dan dialog-dialog yang seakan “berbicara” sama kita. Tapi kita juga diminta untuk mengingat beberapa “kunci” penting yang akan sangat berpengaruh terhadap nasib Stefan di setiap jalan cerita yang kita pilih. Jadi memang kita akan dibawa dan diminta untuk terus memerhatikan film ini dengan saksama.

Pengalaman baru nonton film streaming

Sebenernya sih sebelum Black Mirror Bandersnatch, ada film layar lebar saya lupa apa judulnya yang juga cukup interaktif juga. Bedanya saat penonton menonton film tersebut, penonton di bioskop diminta menelpon atau malah ditelpon karakter dalam film untuk diminta apa yang selanjutnya dilakukan. Tapi itu dulu cukup interaktif, kalau nggak salah filmnya dirilis di medio 2004-2006.

Lagi nyobain game Bandersnatch nih. (doc. Netflix)

Nah, tapi meski demikian, pengalaman interaktif yang diberikan film ini bener-bener pengalaman baru dan buat saya sih memang Charlie Brooker dan Annabel Jones dua orang yang jenius banget. Mereka berhasil bikin sesuatu yang terbilang unik dan seru, bahkan bener-bener bikin penonton puas banget nonton filmnya. Yang namanya hanyut dalam film bener-bener berasa hanyut deh, seolah-olah terlibat beneran. Puas!

Ah ya, untuk menikmati film ini, tentu kamu harus menontonnya lewat Netflix beneran ya, bukan lewat layanan streaming film bajakan. Dan perlu dicatat kalau nontonnya lewat laptop atau komputer desktop, karena film interaktif ini hanya akan berfungsi di laptop dan komputer desktop ya JoyFriends!

Summary
Meskipun ada kendala kala menonton film Black Mirror Bandersnatch ini di mobile, secara keseluruhan film ini terbilang sempurna karena memberikan pengalaman menarik dan unik. Jalan cerita yang menentukan kita, jadi kita bisa tahu ending film ini dengan beragam versi. Seru dan bikin kita puas.
Good
  • Kita dibuat hanyut dalam film ini lewat karakter yang kuat dan cerita yang bisa dipilih sendiri
  • Pengalaman baru menonton film streaming, ada pop up pilihan jalan cerita
  • Karakter Stefan dan Colin kuat banget dan bikin film ini lebih hidup
  • Isu konspirasi yang diangkat di film ini menarik diikuti
Bad
  • Belum bisa ditonton dengan baik di smartphone, pilihannya nggak muncul
9
Amazing
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

3 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>