Death Wish – Review : Pencarian Keadilan Seorang Ayah

User Rating: 7.3
Meski udah berumur, Bruce Willis masih bisa menunjukkan aksinya meski nggak begitu banyak. Bahkan ia mampu menghanyutkan emosi kita. (doc. Paramount Pictures)

Bruce willis memang nggak ada matinya. Hal ini dibuktikan dari aksi teranyarnya di awal tahun dalam film Death Wish. Siapa sangka kalau film satu ini ternyata merupakan remake dari film berjudul sama yang dirilis 1974 silam. Kisah versi 2018 ini mengambil latar belakang penokohan yang berbeda dari kisah pendahulunya.

Kalau dulu film ini mengisahkan seorang tokoh bernama Paul Kersey yang memiliki profesi seorang arsitek, maka di film terbaru kali ini sosok Paul Kersey digambarkan dengan sosok seorang dokter bedah yang tersohor di Chicago. Sosok ayah yang memiliki istri dan anak kesayangannya ini harus mengalami sebuah tragedi yang menyedihkan, sehingga Paul Kersey harus memperjuangkan keadilannya sendiri.

Chicago dan kejahatannya

Keluarga Kersey harusnya bisa jadi keluarga yang bahagia hingga akhir, kalau tidak… | Foto : MGM Pictures

Kisah Death Wish dibuka dengan penggambaran Chicago era modern yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi. Dokter bedah ternama Chicago, Paul Kersey (Bruce Willis) adalah seorang paruh baya yang tinggal bahagia bersama anak dan istrinya , Lucy Kersey (Elisabeth Shue) dan Jordan Kersey (Camila Morrone). Di kota dengan kasus penembakan yang tak berkurang setiap harinya, Paul Kersey harus menelan kenyatan pahit pada hari ulang tahunnya.

Kesibukannya sebagai dokter bedah membuat Kersey harus membatalkan acara perayaan ulang tahunnya dengan istri dan anak perempuan kesayangannya. Ayah penyayang ini harus rela kembali ke rumah sakit untuk melakukan operasi pada pasien dan
meninggalkan dua harta hidupnya di rumah. Nggak disangka, rumah megah Kersey ternyata telah diincar oleh sekawanan penjahat yang hendak mencuri hartanya. Kekacauan pun terjadi dan harus mengorbankan istri cantik Kersey dan membuat
anak perempuannya terluka dan koma.

Tragedi ini pun akhirnya mengubah jalan hidup Kersey. Kegelisahan dan keputusasaan akan keadilan yang tak kunjung datang membuat Kersey harus berbelok arah. Ia menjawab semua rasa bersalahnya dengan menjadi seorang pahlawan jalanan. Dokter yang selalu menolong orang-orang untuk bertahan hidup kini menjadi seorang malaikat maut yang mengambil nyawa orang-orang berbahaya di Chicago.

Kersey bukan orang yang pandai berkelahi dan memainkan pistol. Namun, kecerdasan Kersey membuatnya dapat menguasai bagaimana cara menggunakan senjata api hanya dari video tutorial yang ia tonton. Dengan menggunakan hoodie dan berbekal satu pistol. Kersey memulai aksinya di jalanan Chicago. Ayah yang terluka hatinya ini mengadili para penjahat jalanan yang menuntunnya ke arah pelaku pencurian rumahnya.

Bruce Willis masih berbahaya

Didasari rasa kehilangan yang besar, Kersey mencari keadilannya di jalanan | Foto : MGM Pictures

Bruce Wilis memang nggak bisa diragukan dalam dunia perfilman. Sosok Paul Kersey diperankan dengan sangat baik. Dengan cermat aktor kawakan yang akrab dengan peran detektif atau polisi ini dapat menginterpretasikan peran seorang kepala rumah tangga yang gelisah dan kesal dengan kejadian pahit yang menimpanya. Namun, nggak seperti film aksinya yang biasa, dalam film ini Bruce justru nggak banyak melakukan aksi seperti pada film sebelumnya.

Apalagi mengingat usianya yang udah nggak muda lagi, Bruce di dalam film ini nggak terlalu banyak bergerak melakukan aksi-aksi seperti halnya di film-film yang diperankan sebelumnya. Namun Bruce berhasil membangun emosi yang baik dalam memerankan karakter Paul Kersey dalam film ini.

Verdict

Death Wish sejatinya bukan film yang buruk tapi | foto : MGM Pictures

Untuk keseluruhan film, saya hanya bisa memberikan nilai 7.3 guys. Karena hingga selesai menonton film, saya masih bingung dengan pesan yang hendak disampaikan oleh sang sutradara melalui film ini. Saya hanya menangkap kisah seorang kepala keluarga yang hendak membalaskan dendam kepada pelaku pencurian yang telah membunuh istirinya. Hal itu disampaikan hampir di keseluruhan filmnya. Nampaknya nggak ada pesan spesifik selain aksi balas dendam Bruce yang ingin ditonjolkan dalam film ini.

Tapi bukan berarti film ini nggak layak buat ditonton. Penggambaran kriminalitas dan lemahnya keamanan di Chicago tergambarkan dengan sangat baik. Banyak juga lelucon-lelucon sarkas yang disampaikan tokoh Paul di sini, sehingga masih bisa membuat penonton tertawa.

Buat kamu yang penasaran bagaimana Kersey bisa menjawab kegelisahannya dan menemukan pelaku pencurian rumahnya, kamu udah bisa lansung menyaksikannya di bioskop-bioskop terdekat ya!

Ulasan ini dibuat oleh Aulia Rizal, a story teller who grow up with Harry Potter series. RPG and magic story lovers. 

Summary
Film ini melakukan tugasnya dengan baik sebagai film remake, tetapi terlalu baik sehingga tidak ada yang berbeda dari yang sebelumnya. Bahkan tidak bisa jadi lebih baik.
Good
  • Bruce Willis masih tetap mengigit
  • Chicago is so real here
  • The sarcasm jokes got me on point!
Bad
  • Ceritanya terlalu flat seperti film sebelumnya, totally remake!
7.3
Good
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>