Flatliners – Review : Berbahayanya Eksperimen Melintasi Garis Kematian

User Rating: 6
Seperti apa ya Ellen Page di film ini? (doc. Flatliners)

Percayakah kamu akan kehidupan setelah mati? Atau apakah orang yang udah dikatakan meninggal secara medis benar-benar lenyap dari muka bumi? Apakah sesudah garis datar (flatline) di Elektrocardiogram kita masih ada cerita lain?

Percobaan untuk melihat aktifitas otak setelah denyut jantung menghilang ini ternyata berbuah petaka.

Courtney (Ellen Page) adalah seorang mahasiswa kedokteran yang penasaran akan pertanyaan-pertanyaan tersebut dan merancang sebuah eksperimen sinting. Mengajak dua orang temen belajarnya, Courtney menghentikan jantungnya sendiri agar bisa melacak bagian otak manakah yang berfungsi setelah seluruh organ tubuh dikatakan mati. Setelah itu rekannya diminta untuk menghidupkannya kembali.

Alih-alih takut, mereka malah mendapat euforia sampai ada lima orang yang terlibat dalam proyek flatliners ini. Tapi apakah benar semua pencapaian medis yang mereka terima nggak diiringi oleh resiko dari hal buruk yang luar biasa menakutkannya?

Ketika thriller ketemu science, semua lebih mudah dicerna

Berani nyoba mati terus dihidupkan lagi?

Satu yang bikin saya asik mantengin film remake tahun 1990 berjudul sama ini adalah tema cerita yang ditawarkan. Nggak sekedar menjelaskan sebuah misteri tanpa penjelasan, Flatliners memaparkannya dalam fakta-fakta ilmiah yang lugas dan cerdas.

Bagian para karakter “bunuh diri” dan “hidup kembali” digambarkan secara sangat medis layaknya nonton serial televisi ER. Sisi fiksi ilmiah inilah yang menjadi poin kuat. Nggak heran kalau sutradara Niels Arden Oplev berusaha keras untuk menyesuaikan semua yang ditampilkan dengan unsur medis jaman sekarang.

“Ketika mereka sedang melakukan flatline pertama kalinya, saya ingin kalian semua percaya itu bisa benar-benar terjadi 100%,” jelas Oplev dalam keterangan pers yang kami terima.

Cerita yang cuma kuat di awal film

Film yang cukup kuat di awal, sayangnya ke belakang cukup membosankan.

Satu hal yang disayangkan dari film ini adalah unsur thriller-nya yang dirasa masing kurang. Emang jumpscare-nya ada tapi kurang mengigit. Apalagi visualisasi setannya yang masih bergaya Eropa banget. Alhasil film ini cuma kuat di depan dengan penjelasan ilmiahnya, tapi merembet membosankan ke belakang.

Untungnya hal tersebut masih terbantu dengan akting Ellen Page, Diego Luna dan Nina Dobrey yang cukup menghayati peran meski sebenernya usia mereka udah bukan usia mahasiwa lagi.

Butthis movie also entertaining apalagi buat kamu yang emang penasaran banget sama jalan ceritanya. Apalagi kalau kamu udah lama banget nunggu Ellen Page main film yang cukup oke. Ya ini filmnya!

Summary
Flatiners 2017 harusnya bisa menjadi semenarik film aslinya di 1990. Sayangnya kekuatan itu hanya muncul di bagian depan film dan nggak sampai di belakang. Tapi tetap menjadi film rekomendasi untuk ditonton buat yang penasaran hidup setelah mati itu kayak gimana.
Good
  • Unsur ilmiah yang kuat
  • Akting Ellen Page dan Diego Luna cukup ngangkat, karena mendalami banget perannya
Bad
  • Thrillernya kurang menggigit
  • Bagian belakang film yang buruk, cenderung membosankan
6
Fair
Written by

“Witness me!” – Mad Max : Fury Foad (2015) is his inspiration for life. A kid that grow with Japanese pop culture and getting older with the influence from DC Comics and MCU. Follow his magnificent (odd) visual track on his instagram.

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>