Guardians of the Tomb – Review : Perburuan Keabadian Berujung Maut

User Rating: 6
Pencarian Jia akan adiknya membuahkan penemuan arkeologi terbesar abad ini | Gambar : Nest Holdings

Keinginan manusia untuk hidup abadi sudah dimulai sejak manusia mengenal apa itu kematian. Nggak heran udah dari jaman dulu banyak manusia berusaha untuk nggak mati. Termasuk juga kaisar-kaisar dari China yang mengerahkan segala upaya agar dapat hidup abadi. Tema besar inilah yang diambil untuk film produksi Australia-China berjudul Guardians of the Tomb yang dibintangi Li Bingbing dan Kellan Lutz.

Perjuangan menyelamatkan sang adik

Jia (Li Bingbing ) baru saja kedapatan berita buruk soal menghilangnya sang adik, Luke ( Wu Chun ) dalam sebuah ekspedisi di gurun yang berada di China. Ahli racun jebolan Australia ini pun langsung cabut bersama CEO perusahan biotek tempat Luke bekerja, Mason dengan satu tim penyelamat yang dipimpin seorang ahli SAR bernama Ridley (Kellan Lutz).

Tim penyelamat yang dipimpin Jia pun harus berusaha keras untuk menyelamatkan | Gambar : Nest Holdings

Dalam perjalanan mereka yang menegangkan, dengan sambutan oleh badai pasir elektrik, dan semburan gas berapi, tim penyelamat ini akhirnya terpojok ke sebuah bangunan yang terabaikan. Di situ mereka pertama kali bertemu dengan laba-laba pemakan daging yang Jia identifikasikan sebagai laba-laba funnel-web, di mana sejatinya hanya ditemukan di Australia.

Petualangan mereka pun berlanjut di bawah tanah hingga diketahui bahwa ternyata laba-laba tersebut menyimpan rahasia yang lekat dengan sang Kaisar China dalam mencari keabadian. Namun apakah pencarian itu sepadan dengan pengorbanan tim mereka yang harus menebusnya dengan nyawa?

Proyek terbesar, tapi “B aja”

Guardians of the Tomb adalah film terbesar produksi Australia – China yang pernah dibuat sampai saat ini. Oleh karena itu jangan heran kalau melihat budaya dari dua negara ini sangat kental tertuang di setiap adegannya. Sebut saja Li yang terus mendapat sorotan utama dan laba-laba yang merupakan spesies asli Australia. Sayangnya semua itu nggak dapat menyingkirkan saya dari rasa bosan sepanjang film yang disutradarai oleh Kimble Rendall ini.

Nuansa film “kelas B” sangat kental saya rasakan di film yang pertama kali diberi judul Nest ini. Pertama dari penampilan Ridley alias Kellan Lutz yang sangat gahar pada opening-nya. Seakan mencoba mendekati pesona penakluk alam liar ala Chris Pratt di Jurrasic World, Kellan malah berujung sangat lemah sepanjang film. Hal terbaik yang bisa saya ingat adalah menyalakan api dan setelahnya, nggak ada yang spesial. Untung saja penampilan Li cukup memesona dan salah satu tim yang bernama Gary ( Shane Jacobson ) dengan guyonan recehnya membawa kehidupan di film ini.

Baca Juga :

Oh ya, satu lagi yang bikin kental nuansa film “kelas B” adalah “money shot” yang saya rasa nggak ada dan digantikan dengan zoom in muka laba-laba dengan repetisi yang memuakkan. Aura thriller dan horror pun sangat sedikit terasa di sini. Padahal sebenernya Guardians of the Tomb cukup potensial kalau mau serius dijadikan film yang menegangkan. Setidaknya di China sana, dilansir dari Variety, film ini cukup diterima dengan torehan posisi nomer 4 di Box Office pada minggu pembukaannya melalui raupan 3.22 juta dollar AS.

Itu sih pendapat saya. Mungkin kamu punya pendapat yang berbeda dan boleh banget kamu sampaikan di kolom komentar.

Summary
Entah apa yang mereka lakukan dengan uang yang telah digulirkan tetapi saya rasa film ini belum mencapai titik puas bagi penonton yang penasaran dengan trailernya. Akting Li yang terlalu dominan menutup karakter Lutz sehingga aura Tomb Raider kental terasa. Ya, mungkin di film ini Li lebih baik sendirian bertualang daripada membuang uang untuk casting tokoh-tokoh yang tidak penting ada.
Good
  • Li Bingbing charming dan shane jacobson bikin ngakak
  • Unsur ilmiahnya dieksplor kuat
Bad
  • Unsur tegang yang biasa aja
  • Kebanyakan shot di muka laba-laba jadi kayak film murah
  • Karakter Kellan Lutz yang seakan-akan tidak berperan banyak di film ini
6
Fair
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>