Loving Pablo – Review: Narcos dalam Versi One Shot

User Rating: 8
Loving Pablo diperankan oleh Javier Bardem dan Penelope Cruz (cr : youtube)

Kalau kamu penggemar serial Netflix pasti sudah familiar dengan original seriesnya yang berjudul Narcos. Kisah asli tentang penyelundupan narkoba dan bisnis terlarang oleh Pablo Escobar, the drug lord. Masih dengan cerita yang sama, Virginia Vallejo salah satu reporter tv yang sempat menjadi simpanan Pablo menguak cerita lengkapnya melalui buku yang digarapnya berjudul Loving Pablo, Hating Escobar.

Buku yang ditulis oleh Virginia Vallejo, jurnalis Kolombia yang sempat menjalani hubungan terlarang dengan Pablo (pic : walmart)

Tahun 2017 buku yang berisi kisah Pablo yang tak tampak di publik itu menjadi best seller dan diangkat ke layar lebar dengan asuhan tangan Fernando León de Aranoa  dengan judul Loving Pablo yang diperankan oleh Javier Bardem. Sudah sempat rilis serentak di Venice, lalu Maret 2018 baru saja rilis di Spanyol, sempat juga masuk ke Toronto International Film Festival dan juga 74th Venice International Film Festival.

Pablo Escobar dan istrinya, Victoria (pic: global news)

Bagi yang masih bertanya-tanya siapakah Pablo Escobar, ia merupakan gembong narkoba terkaya di Kolombia, misinya adalah menjadi Presiden Kolombia untuk menghalangi perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat dalam upaya penyelundupan narkoba. Dia merangkul banyak orang tak berdaya untuk diikut sertakan dalam aksi ilegalnya, termasuk Virginia Vallejo (Penelope Cruz) yang sempat diminta untuk bergabung menjaga Pablo dari serangan pemerintahan dan aparat kepolisian yang kemudian ditolak Virginia dengan alasan keamanan.

Pablo sendiri memiliki istri bernama Maria Victoria Henao, kalau di film Loving Pablo ini diperankan oleh Julieth Restrepo, dan anaknya Juan Pablo serta Emanuela.

Sadis

Seperti yang terurai jelas di film yang diperankan oleh Javier Bardem ini penuh dengan kekerasan, meskipun nggak semuanya ditampilkan namun ada beberapa scene yang cukup mengenaskan. Ibarat Marvel, Pablo adalah Thanos yang mudah melenyapkan manusia hanya dalam jentikan jari. Pablo bisa saja membunuh pejabat publik tanpa basa-basi dengan tangannya sendiri ataupun dengan pembunuh bayaran miliknya. Namanya mafia, pembunuhan adalah hobi yang bisa dilakukan kapan saja jika dia mau. Bukan lagi dengan senjata api, antek-antek bawahannya seringkali tak segan menggunakan mesin gergaji untuk membunuh orang yang telah mengecewakan Pablo.

Ketika Duit Berkuasa

Nggak bisa dipungkiri, Pablo dengan banyak akal cerdik menggunakan uang yang tak terhingga itu untuk menjadi donatur kampanye partai politik, sehingga apapun yang melawannya, ia akan membelanya dengan uang yang telah ia berikan kepada aparat pemerintahan. Dompet rasanya udah ngga berlaku lagi untuk Pablo, ia lebih memilih koper klasik yang kokoh dengan dua cetekan di atasnya. Ia bahkan tak segan membayar orang tak dikenal untuk ikut bersamanya dan melancarkan misi ilegalnya tersebut.

Bukan hanya untuk menyuap partai politik, Pablo yang akhirnya dipenjarakan itu memilih untuk membangun penjaranya sendiri dengan berbagai macam fasilitas yang ada. Ia tetap bisa melakukan apa saja di dalam penjaranya termasuk juga rekan-rekan yang telah membantunya dalam penyelundupan narkoba. Namun ia tidak bisa keluar dari penjaranya karena dijaga oleh aparat kepolisian.

Rumah Idaman

Kalau kamu pernah main GTA dan memasuki wilayah mafioso dengan kompleksitas design arsitek yang mumpuni, rumah Pablo lebih mewah dari itu, di kehidupan aslinya pun juga ngga main-main mewahnya. Rumah yang menyerupai istana dengan kolam renang itu seringkali menjadi tempat bekerjanya dan berdiskusi bersama beberapa rekannya untuk membicarakan misi penyelundupan narkoba. Jika kamu berencana nonton, rumah yang ditampilkan adalah properti yang serupa dengan rumah aslinya pada zaman dulu.

Totalitas Javier Bardem

Pablo Escobar semasa hidupnya (source : famous people)

Javier Bardem memerankan Pablo yang hampir tidak ada perbedaannya (source : seven days)

Javier Bardem memerankan tokoh Pablo dengan mulus, bagaimana ia berpakaian, bertingkah selayaknya mafia yang memiliki banyak wanita dan gayanya yang sedikit nyeleneh ketika di rumahnya membuat kesan tersendiri di benak saya. Terutama saat Pablo duduk dan menunjukan perut besarnya sembari dielus-elus yang saya pikir itu adalah ciri-ciri orang kebanyakan uang. Pun juga dengan aktor-aktor pendukungnya yang membuat saya kagum selama 90 menit.

Meskipun pada status filmnya boleh ditonton oleh remaja, namun ada beberapa adegan yang cukup sadis untuk ditonton, tak lepas dari pembunuhan, hubungan percintaan dan ketika Pablo menerangkan apa itu narkoba kepada anaknya, diharapkan penonton bisa pintar mencerna.

Loving Pablo sendiri akan tayang di bioskop mulai akhir Juni 2018, untuk trailernya bisa kamu lihat di sini

Summary
Overall ceritanya menarik, bagi yang suka cerita zaman dulu pasti akan terkesan dengan film ini, juga yang penasaran dengan gembong narkoba terkenal pada masanya.
Good
  • Latar dan setting yang dikemas sedemikian rupa sehingga mirip dengan aslinya
  • Peran aktor yang bikin penonton tercengang
Bad
  • Sadis
8
Great
Written by
die hard fans of unicorn, sushi, flamingo and rose gold thing.

Is the Story Interesting?

0 0