Netflix Bright – Review : Seharusnya Konfliknya Lebih Luas

User Rating: 6
Ward (Will Smith) dan Nick (Joel Edgerton) saling berbeda pandangan soal hubungan antar makhluk di film ini. (doc. Netflix)

Baru-baru ini Netflix Bright udah bisa kamu tonton di layanan streaming Netflix, tepatnya sejak Jum’at (22/12) kemarin. Film Netflix Original yang dibintangi oleh Will Smith dan Joel Edgerton  ini bisa jadi salah satu film yang dapat mewarnai weekend kamu atau di setiap waktu lowong kamu guys.

Ya, film yang bercerita tentang dunia yang nggak cuma dihuni manusia, tapi juga Orc dan Elf ini bisa dibilang sedikit mirip dengan cerita Lord of the Rings. Tapi tenang, ini bukan Middle Earth kok latarnya, tapi di Los Angeles, Amerika Serikat. Manusia hidup di kalangan menengah, bawah, dan atas. Orc biasa hidup di kalangan bawah, sama kayak hakikatnya. Elf? Ya, makhluk cerdas dan sombong ini selalu ada di kalangan atas.

Kehidupan antara Orc, Elf, dan manusia hidup sedikit saling berdampingan, tapi ya… rasis di film ini justru antar makhluk, nggak cuma antar manusia. Semua mendapatkan pekerjaan masing-masing dan memiliki brotherhood tertentu. Berdampinganlah intinya, tapi Orc kayaknya bener-bener direndahkan banget di sini.

Okay, balik ke cerita Neflix Bright. Jadi film ini intinya bercerita tentang sekelompok Elf jahat yang menyebut diri mereka Inferni, yang menguasai sihir dan memiliki tongkat sihir (Wand), ingin menghidupkan dark lord mereka. Polisi Federal yang juga Magic Task Force pun turun tangan mengejar mereka dan berusaha untuk mengamankan tongkat sihir tersebut.

Akan tetapi… Tongkat sihir tersebut malah jatuh ke tangan dua orang polisi LAPD, yaitu Scott Ward (Will Smith) dan rekannya Nick Jackoby (Joel Edgerton) yang seorang Orc. Baik Ward maupun Nick, sama-sama terlibat ke dalam konflik kejar-kejaran antara Inferni dan juga Polisi Federal, tapi lebih tepatnya dikejar Inferni sih, yang dipimpin Leilah.

Ward dan Nick juga bertemu Tikka, seorang Bright atau seseorang yang dapat menguasai tongkat sihir tersebut, ketika mereka menemukan tongkat sihir itu. Tikka dilindungi mereka berdua lantaran berusaha untuk melindungi tongkat sihir agar nggak jatuh ke tangan Leilah yang berambisi menghidupkan kembali sang dark lord. Lalu akankah sang dark lord bangkit?

Banyak plot hole

Setelah menonton film berdurasi hampir 2 jam ini, saya pikir sepanjang film akan bener-bener exciting. Nyatanya… ya, filmnya agak biasa dan sayangnya banyak banget plot hole, di samping lingkup ceritanya kok nggak “Wah” gitu. Karena ini menyangkut tiga makhluk, yaitu manusia, Orc, dan Elf. Saya pikir ketiganya akan terlibat dalam semacam perang besar di LA lho, nyatanya… hmmm… tonton sendiri deh.

Soal banyaknya plot hole juga agak bikin film ini jadi nggak maksimal. Kayak kenapa tiba-tiba ada Orc dan Elf, kapan mereka tiba di Bumi, kenapa Orc sangat direndahkan dan bisa jadi baik, kenapa Elf kok menguasai kota dan sangat sombong plus tajir, dan lain-lain. Begitu pula juga asal usul tongkat sihir si sumber konflik film ini. Kenapa cuma satu, kenapa cuma sedikit yang jadi penyihir, kenapa Bright itu sedikit, dan lain-lainnya.

Saya pikir film ini bakal ada perang antar penyihir lho. Ternyata ujung-ujungnya cuma adu tembak dan nggak ada sihir sama sekali. At least unsur sihirnya lebih berasa gitu ya, jadinya mungkin akan ada perang besar macam Lord of the Rings.

Perang yang nggak masif

Konflik dari cerita ini berujung pada Ward, Nick, Tikka, dan Leilah aja. Padahal kalau dilihat dari akibat yang akan ditimbulkan seharusnya bener-bener akan melibatkan banyak pihak dan nggak cuma kejar-kejaran di antara mereka. Perang yang masif pun justru jadi nggak kejadian. Padahal kalau kejadian bakal seru dan akan menghadirkan nuansa baru di mana Orc akan jadi sosok baik yang membantu manusia menyelamatkan dunia.

Konfliknya seharusnya lebih luas, melibatkan banyak pihak. Apalagi beban “dark lord” dalam film ini. Semestinya manusia lewat para polisinya dan Elf, dengan kemampuan intelijennya yang kuat di film ini, bisa lebih banyak terlibat dalam mengalahkan atau menumpas Inferni, yang mampu mengalahkan satu kelompok pasukan SWAT per orangnya.

Sejujurnya saya jadi nggak fokus dalam menonton film ini, karena saya pikir selain nantinya menjadi perang yang cukup masif (tapi nggak kejadian) juga akan ada banyak penyihir. Mungkin penyihir ini adalah kalangan Elf dan manusia, kalau Orc ternyata punya peran berbeda. Aneh nggak sih, cuma gara-gara satu tongkat sihir bisa menyebabkan kasus berbahaya di sebuah kota? Ke mana penyihir lainnya?

Tapi soal action-nya, buat saya cukup menarik. Kapan lagi kita bisa melihat Elf tembak-tembakan dan juga bawa mobil. Ah ya, kejar-kejaran antara gangster dan Ward, Nick, serta Tikka juga cukup seru. Apalagi adegan kejar-kejaran sampai masuk klub. Terakhirnya melibatkan Inferni yang harus beraksi dengan total dan mampu mengalahkan mungkin puluhan orang sendirian.

Setidaknya mengingatkan kita biar nggak rasis

Setelah menonton film ini, saya menangkap pesan moral yang penting banget. Terutama buat kamu, orang-orang Indonesia. Di film ini kan sangat multikultural ya, Orc, Elf, dan manusia berdampingan hidupnya. Meskipun ada rusuh atau ada yang rasis, masih ada juga yang saling care. Hakikatnya kalau dunia Middle Earth gini, Orc dan Elf itu bermusuhan. Akan tetapi lewat Nick Jackoby dan Tikka, mereka jadi bisa terlihat hidup berdampingan.

Begitu pula manusia dan Orc. Lewat Ward, kita sadar kalau kita hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda. Sebagai manusia kita nggak bisa hidup sendiri dan harus respect satu sama lain. Meskipun berbeda, kita tetap saling membutuhkan. Dan film ini bener-bener menunjukkannya dengan cukup apik, meskipun sedikit “keras” di awal.

Yaaa… meskipun agak kurang buat saya ceritanya, setidaknya Netflix Bright ini masih bisa bikin terhibur dan mampu mengisi waktu luang. Nonton deh, siapa tahu pendapat kamu berbeda dari saya dan kamu bisa menyampaikan pendapat kamu di kolom komentar. Happy watching!

Summary
Netflix Bright ini tetap menghibur kok dan layak kamu tonton. Meskipun ada cukup banyak kekurangan, setidaknya kita dapat menyaksikan "perang" antara manusia, Orc, dan Elf dengan kemasan yang lebih modern.
Good
  • Actionnya apik dan cukup bikin deg-degan
  • Orc jadi baik, kapan lagi coba bisa melihat Orc jadi baik?
Bad
  • Banyak banget plot holenya
  • Satu tongkat sihir jadi sumber masalah, aneh banget
  • Seharusnya ada banyak penyihir
  • Perang yang nggak masif
  • Konflik seharusnya melibatkan skala yang lebih luas
6
Fair
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 1

1 Comment

  1. Yang kayak gitu sih bukan plothole, emang pilihan dari penulis aja.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>