Ocean’s 8 – Review: Spin-Off Rasa Remake

User Rating: 7

Spin-off tengah menjamur di kalangan industri perfilman Hollywood, dua tiga tahun terakhir. Usai sukses besar yang diraup oleh Fantastic Beast (Harry Potter), Solo: A Star Wars Story (Star Wars), hingga Annabelle (The Conjuring), kini Ocean’s 8 hadir di tengah ramainya dagangan superhero Marvel dan DC.

Berstatus sebagai instalasi lanjutan dari trilogi Ocean’s Eleven, Ocean’s 8 membawa angin segar bagi Warner Bros. Pictures di kuarta pertama 2018. Pasalnya, kampanye women empowerment yang tengah digalakkan Negeri Paman Sam menjadi sudut utama yang diangkat oleh film garapan Gary Ross.

Menarik, lantaran rumah produksi nekat menarik Ross ke dalam proyek bernilai USD 70 juta lantaran kesuksesan di masa lalu. Yap, di tangan sutradara kelahiran 3 November 1956, film pertama The Hunger Games sukses memajang emansipasi wanita gagah berani lewat karakter Katniss Everden.

Bedanya, Ross dihadapkan dengan tugas lumayan berat, mengatur serta menajamkan akting tiap aktris yang diundang buat main film ini. Nama-nama seperti Sandra Bullock, Cate Blanchett, Helena Bonham Carter, Sarah Paulson hingga Rihanna sudah cukup bikin Ross pusing, dibanding seorang Jennifer Lawrence pada The Hunger Games.

Alhasil, Ross pun memilih untuk bermain aman saja.

Soal Perhiasan

Ocean’s 8 membuka layar sinema dengan sosok Debbie Ocean (Sandra Bullock) yang baru keluar dari penjara atas kasus kriminal.  Sepeninggal sang kaka, Danny Ocean, ia berhasrat untuk membuktikan kapasitasnya sebagai perampok berkelas.

Terlebih usai bertemu dengan Reuben (Elliot Gould) yang tampil brilian bersama Danny saat merampok kasino di masanya. Niat Debbie main mengebu-gebu saat bertemu dengan kawan lamanya, Lou (Cate Blanchett).

Sama-sama butuh, keduanya sepakat untuk membentuk tim guna melancarkan aksinya, merampok sebuah perhiasan mahal bernilai USD 150 juta. Layaknya sang kakak, Debbie merekrut banyak personel dengan latar belakang yang buram, seperti Amita (Mindy Kaling) yang berprofesi sebagai penadah barang antik hingga hacker komputer jalanan, Leslie (Rihanna).

Sayang, perhiasan yang diincar oleh Debbie berada dalam pengawasan Cartier, sang pemilik. Di mana, mereka memiliki sekuritas level tinggi dalam menyimpan dan mengamankan perhiasan tersebut.

Sadar akan kelemahan tim yang ia milik, Debbie pun berinisiatif menggunakan Daphne Kluger (Anne Hathaway), seorang selebritis yang tengah berjuang tampil heboh di Met Gala, sebagai tamengnya. Nama Rose Weil (Helena Bonham Carter), seorang desainer, pun ditunjuk guna menyakinkan Cartier, pemilik dari perhiasan tersebut, untuk meminjamkannya kepada Daphne.

Langkah mereka pun berhasil saat Daphne melangkah masuk ke dalam acara Met Gala yang dihadiri puluhan selebritis papan atas Hollywood. Akan tetapi, untuk merampok perhiasan di bawah pengawasan ketat Cartier bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Debbie dan timnya.

Apalagi, ada sisi romantisme yang berbau dalam aksi perampokan ini. Maklum, Debbie masih punya dendam kesumat kepada sang kekasih, yang kebetulan menjadi teman kencan untuk Daphne dalam acara tersebut.

Sama Tapi Berbeda

Ocean’s 8 memiliki banyak referensi dari pendahulunya, Ocean’s Eleven. Bahkan, film ini dibuka layaknya Ocean’s Eleven, dengan menampakkan penjara untuk memulai kisahnya.

Penokohan karakternya pun nggak jauh beda dari Ocean’s Eleven. Namun, Ross tampak memberikan porsi lebih untuk Sandra Bullock menguliti karakter Debbie, menjadikannya jauh lebih berkharisma ketimbang Danny yang dimainkan oleh George Clooney.

Sudut pengambilan gambar yang bervariasi, dengan teknik one-moving cam, khususnya pada puncak cerita, cukup familiar bagi penggemar trilogi Ocean’s Eleven. Ross pun pantas mendapatkan pujian karena menggunakan pendekatan yang serupa dengan Steven Soderbergh.

Namun, Ocean’s 8 bukanlah spin-off yang sempurna. Nggak sedikit plot-hole ditemukan sepanjang film berdurasi 110 menit ini, meski nggak menganggu. Bahkan atmosfer Ocean’s 8 terkesan kurang maskulin ketimbang pendahulunya.

Menariknya, dialog antar karakter terdengar lebih hidup dan kaya akan candaan yang nggak ditemukan pada Ocean’s Eleven. Satu poin positif bagi Gary Ross yang kebetulan didaput sebagai screenwriter juga.

Plot twist yang dihadirkan oleh Ocean’s 8 pun bikin kita tersenyum-senyum, deh. At least, pada 20 menit terakhir di mana rangkaian rahasia dibongkar oleh Debbie satu persatu, layaknya Danny pada Ocean’s Eleven. 

 

Summary
Pada akhirnya, Ocean’s 8 adalah film yang bergemilang bintang dan menyenangkan. Dibanding sebuah spin-off, film ini lebih pantas menyandang status remake, deh!
Good
  • Dialog antar karakter lebih hidup
  • sudut pengambilan gambar yang bervariasi
  • Penokohan yang nggak beda jauh sama seri aslinya
Bad
  • Banyak plothole
  • atmosfernya kurang 'maskulin'
7
Good

Is the Story Interesting?

1 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>