Review Attack On Titan Season 3: Bikin Emosi

User Rating: 8
Levi menjadi bintang di musim ketiga ini. Sedangkan Eren akan bikin lo emosi deh. (doc. WIT Studio)

Review Attack On Titan Season 3 ini mungkin sama kayak serial anime-nya yang beneran bakal bikin lo emosi. Emosi bisa macem-macem, ya bikin lo marah, kesel, sedih, kalo happy kayaknya nggak juga sih.

Anyway gue baru sempet nonton lagi musim ketiga serial anime ini di Netflix. Biar nyambung pas musim keempatnya dirilis nanti. Soalnya di musim kedua udah keburu bete ngeliat karakter Eren yang tambah cengeng dan gegabah. Plus nggak punya pendirian.

Ngomong-ngomong sedikti disclaimer aja, gue nggak ikutin manga-nya. Jadi nggak akan bandingin dengan manga juga dan pure cuma bahas soal anime-nya. Soalnya secara visual, manga-nya nggak cocok aja sama selera gue. Minat orang beda-beda lho, jangan tiba-tiba di-bully lho.

Nah, di Attack On Titan Season 3 lagi-lagi Eren Jaeger pun juga nggak kalah bikin emosinya kayak di musim kedua. Malah makin bikin gue kesel karena ini karakter cengeng dan batu-nya minta ampun. Tapi karakter lain lah yang bikin gue enjoy melanjutkan nonton serial ini.

Adalah Levi Ackerman, Hange Joe, dan Armin Arlert, tiga karakter yang menurut gue bikin musim ketiga ini hidup banget. Karena kedua karakter tersebut bisa dibilang dua faktor yang membangun keseruan cerita musim ini.

Emosi banget nih sampe makan daging aja rakus. (doc. WIT Studio)

Tentu aja Levi dengan kisah masa lalunya dengan Kenny the Ripper. Hange dengan bagaimana ia menginvestigasi soal The Basement. Serta Armin yang secara karakter berkembang jadi seorang ahli strategi perang dan sosoknya yang jadi berfaedah.

Ketiga karakter tersebut menurut gue punya peran penting dalam bagaimana akhirnya raja dan pemerintahan palsu di pulau Paradis ini bisa runtuh. Yang paling penting ketiganya menjadi penentu bagaimana akhirnya battle dengan Beast Titan ini berakhir.

Menguras emosi banget

Pastinya impression orang beda-beda waktu menonton serial Attack On Titan Season 3 ini. Gue pribadi merasa serial ini menguras emosi banget. Ada sedihnya, ada kesel dan marahnya juga.

Sedih, karena harus ngeliat salah satu komandan terhormat harus kehilangan lengan dan pada akhirnya beristirahat dengan tenang. Kesel bukan main sama karakter Eren yang bener-bener nggak punya pendirian, cengeng, dan nggak cowok banget lah pokoknya.

Tapi gue juga kesel kenapa battle terakhir dalam merebut Wall Maria bener-bener jadi pembantaian massal. Bahkan menghapus sejumlah karakter yang menurut gue bisa berkontribusi lebih.

Juga ada karakter yang nggak tahu diuntung dan nggak tahu diri kala diselamatkan oleh Levi Squad. Floch Forster, Scout Recruit paling nggak tahu diri dan egois, seakan masa bodoh akan pengalaman Levi dan bahkan Mikasa dan kawan-kawan. Yang udah melewati banyak fase berat kala berhadapan dengan musuh-musuh di serial ini.

Damai karena Historia

Thanks to Historia, karena kalau nggak ada karakter ini kayaknya hati tuh nggak damai. It’s not just because she’s a kawaii gurl and then she became a Queen. Tapi karakter satu ini adalah karakter pembawa semangat untuk karakter lain berjuang kala harus berhadapan dengan musuh yang sebenarnya di musim ini, Beast Titan.

Reiner digempur sama Mikasa dan kawan-kawan pakai senjata baru! (doc. WIT Studio)

Karena Historia pula keadaan di pulau Paradis jadi kembali aman dan rakyat pun mulai membuka mata terhadap fakta penting. Yaitu fakta bahwa mereka adalah Subjects of Ymir (nanti bisa ditonton lah ya detailnya seperti apa).

Di satu sisi, cerita dari Historia dan keluarganya pun semakin memperjelas soal keseluruhan cerita anime ini. Pasalnya kunci dari a whole Attack On Titan ada di Historia. Termasuk soal fakta yang ditemukan di The Basement.

Visual mantap, aksi jadi seru

Yang gue suka dari Attack On Titan Season 3 ini adalah aksinya yang seru dan mendebarkan. Kalau di Netflix kan terbagi dua bagian, menurut gue dua bagian tersebut sama serunya.

Part I, di mana Levi sangat dominan di sini mengajak para pasukannya menyelamatkan Eren kala diculik Rod Reiss dan dilindungi oleh Kenny the Ripper. Tepatnya battle antar manusia pun terjadi dengan sangat epic.

Part II, manusia kembali melawan Beast Titan dan pasukan Titannya. Disokong oleh Berthold sang Colossal Titan dan Reiner sang Armored Titan. Di mana keduanya dilawan setengah mati oleh Levi, Eren, dan kawan-kawan.

Ah ya, setidaknya di part II Eren akhirnya bermanfaat juga deh dalam melawan musuh dan nggak ada plin-plannya di akhir part II ini.

Keseruan aksi yang mendebarkan tersebut tentu nggak akan terjadi lewat visual yang apik. Thanks to WIT Studio yang udah berkontribusi untuk adaptasi manga ini. Namun sayang di season 4 berganti studio, kali ini MAPPA yang mendapatkan kesempatan tersebut.

Kalau dilihat-lihat dari teaser untuk Attack On Titan Season 4 kurang lebih mirip-mirip lah ya. Cuma nampaknya akan lebih megah dan lebih halus. Mengingat sejumlah forum bilang kalau visualnya sesuai dengan perspektif manga-nya.

Semoga aja musim keempat yang menjadi musim pamungkas Attack On Titan ini menyajikan akhir kisah yang seru.

Summary
Serial anime Attack On Titan Season 3 menjadi serial anime yang mesti lo tonton. Emosi lo akan dibikin terombang-ambing. Tapi lo akan terpuaskan lewat aksi visual yang impresif dan seru.
Good
  • Perkembangan setiap karakternya cukup unexpected
  • Action scene sangat impresif
  • Kemasan cerita dikemas dengan menghubungkan sejumlah karakter yang berperan penting
Bad
  • Sejumlah recap di awal nampaknya terlalu buang-buang waktu
  • Jokes untuk bikin mood nonton terjaga nyaris nggak dapet. Jadi bikin emosi aja bawaannya
8
Great
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0