Review Guru-Guru Gokil : Gokilnya Kurang Nendang

User Rating: 7
Mau liat gokilnya Taat Pribadi? Nonton Guru-Guru Gokil-nya di Netflix dong, bukan bajakan! (doc. Netflix)

Film Guru-Guru Gokil jadi film Indonesia selanjutnya yang didaulat sebagai Netflix Originals Movies. Kalau lo belum tahu, film Indonesia sebelumnya yang lebih dulu tayang exclusive dan mendapat label Netflix Originals Movies ada The Night Come for Us.

Ya, film yang disutradarai Timo Tjahjanto dan dibintangi Joe Taslim tersebut bisa dibilang film indonesia pertama yang di opening filmnya dibuka dengan opening Netflix yang khas.

Anyway, bicara soal film Guru-Guru Gokil, film ini diproduseri oleh Dian Sastrowardoyo di mana ia juga berperan sebagai salah satu guru. Namun, Dian bukan menjadi karakter utama di film ini, melainkan Gading Marten. Anak laki-laki dari aktor legendaris Indonesia, Roy Marten tersebut berperan sebagai Taat Pribadi. Ia adalah guru pengganti di SMA Gunung Asri.

Sinopsis film yang diproduksi BASE Entertainment kurang lebih gini. Taat Pribadi, anak dari pak Purnama (Arswendy Bening Swara) guru SMA Gunung Asri yang mau pensiun, nggak betah tinggal di desa dan ingin mencari peruntungan di kota. Ia mencari pekerjaan yang bukan guru, karena dia nggak mau jadi guru.

Namun, nasib berkata lain. Saat ia hendak melamar sebuah pekerjaan yang dia suka, ternyata takdir membawanya untuk menjadi penerus bapaknya tersebut. Pun juga kisah cintanya berbunga kala bertemu ibu Rahayu (Faradina Mufti), guru dan juga kepala Tata Usaha SMA Gunung Asri.

Kocak, tapi gokilnya kurang nendang!

Gue sama sekali nggak menaruh ekspektasi apa-apa sama film yang dirilis tepat di hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun ini. Walaupun penasaran apa jadinya film ini kala Dian Sastro dan sutradara Sammaria Simanjuntak bekerja sama membuat image guru “gokil” di Indonesia ini bisa terangkat.

Soalnya dari namanya aja gue kepikirannya, guru gokil itu bakal kayak beberapa guru SMA atau SMP gue. Ya mulai dari guru-guru yang seneng ngajak main siswa-nya, kelakuan guru-nya yang emang kocak dan selalu jadi cerita di tongkrongan atau di kelas pas jam istirahat, atau guru-guru yang selalu stand out yang selalu bantuin murid-muridnya supaya bisa move on dari gebetan.

Jadi gue kebayang akan ada banyak scene yang meng-highlight betapa gokilnya guru-guru yang muncul di film ini. Ya ada sih beberapa scene yang menurut gue gokil, kayak pas pak Taat nangkep penjahat, bu Rahayu yang ternyata bisa banting orang, pak Manul (Boris Bokir) yang polos dan rambutnya katro plus suka dijailin muridnya, bahkan sampai si bu Nirmala (Dian Sastro) yang lagi hamil tapi bisa action.

Namun sayangnya, emang part yang nonjolin kegokilan guru-guru tersebut kurang banyak dan kurang nendang. Padahal akan menarik banget kalau cerita guru-guru gokil versi pelajar Indonesia yang emang jadi bahan omongan diangkat lebih banyak. Bukan sekedar gokil yang kelihatan tanpa riset. Atau jangan-jangan risetnya kurang dalem ya? Hmmm… Nggak tahu deh.

Soalnya feel-nya kalau topik atau kegokilan seorang guru ini lebih relevan kayak di kehidupan kita sehari-hari, menurut gue akan lebih hidup. Contoh aja deh film pendek Tilik yang viral beberapa waktu lalu. Itu film pendek dibuat based on research kebiasaan emak-emak di kampung dalam menjenguk warga yang sakit.

Biasanya kalau dari hasil risetnya udah dipahami, kayak ternyata emak-emak itu suka banget gosip sepanjang perjalanan menjenguk kerabatnya, sebuah film yang mengangkat situasi atau kondisi tertentu kayak guru gokil ini, akan lebih “hidup”.

Tapi memang sepanjang film kita disuguhi betapa kocaknya para guru-guru ini beraksi melawan maling. Bahkan ada beberapa scene yang bikin gue nggak berhenti ketawa, karena recehny si pak Manul maupun aksi Taat dalam ngajarin murid-muridnya.

Film ini juga menyelipkan secara halus beberapa isu-isu sosial yang “penting” dan masih dianggap tabu. Yang macem gimana, ya lo tonton aja sendiri deh.

At least, Dian Sastro perannya nggak gitu-gitu lagi

Satu hal yang menurut gue juga jadi perhatian yaitu peran Dian Sastro di sini. Di mana ia memerankan tokoh ibu guru hamil, jerawatan, dan agak kudet + lola (loading lama).

Menurut gue perannya di sini bener-bener lepas dari image karakter Cinta di Ada Apa Dengan Cinta atau film drama yang pernah dibintanginya. Padahal kan sebelumnya di The Night Come for Us juga perannya nggak drama banget? Ya tapi memang di film Guru-Guru Gokil ini buat gue, dia bisa membuktikan bahwa seorang Dian Sastro itu bukan seorang Cinta atau jago meranin karakter yang drama banget aja kok.

Ini nih guru-guru yang bikin SMA Gunung Asri caur. (doc. Netflix)

Plus buat gue karakternya di film ini terbilang cukup penting juga ya. Walaupun agak lama “panasnya” buat bikin gue ketawa gara-gara kelakuan bu Nirmala ini.

But yeah, oveall film ini cukup entertaining. Meskipun kadang agak keganggu juga sama beberapa make up yang ketebelan. Namun, ada juga kok adegan ala remaja tanggung yang cukup menarik perhatian kayak di mana Ipang (Kevin Ardilova) dibantu pak Taat buat bisa deket sama cewek idamannya di kelas, Saulina (Shakira Jasmine). Plus aksi-aksi kocak para guru lainnya kala harus beraksi melawan maling di sekolah.

Kalau lo udah nonton filmnya dan punya pandangan sendiri soal film ini, boleh banget komen di kolom komentar. Jangan lupa, nontonnya cuma di Netflix ya jangan pake link streaming bajakan! Malu-maluin aja…

Summary
Film Guru-Guru Gokil ini bisa jadi pilihan buat lo yang nyari film Indonesia yang kocak, tapi angkat tema yang jarang diangkat banyak sineas ke layar lebar. Kayak cerita soal guru gokil. Film ini cukup seru dan kocak, walaupun ada beberapa kekurangan di sana-sini, termasuk soal kurang gokilnya cerita ini yang bisa lebih gokil lagi mestinya.
Good
  • Mengangkat kisah guru gokil, sudut pandang guru yang jarang diangkat
  • Dian Sastro berhasil lepas dari image cewek drama, lewat karakter Bu Nirmala
  • Menyelipkan beberapa isu sosial yang tabu, tapi sebenernya penting untuk edukasi banyak orang
Bad
  • Gokilnya kurang nendang. Mungkin karena riset soal guru-guru gokil itu kayak gimana kurang dalem
  • Keganggu sama beberapa make up yang terlalu tebel dan agak kayak sinetron banget
  • Somehow scoringnya kurang bisa angkat mood jadi lebih cepet naik
7
Good
Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0

Review Guru-Guru Gokil – Gokilnya Kurang Nendang

Written by
I'm just a man who likes playing a game, watching movies, tv series, Dragon Ball, Digimon, Attack on Titan, and Kamen Rider.

Is the Story Interesting?

0 0